Bukan Pernikahan Luar Biasa

Bukan Pernikahan Luar Biasa
40. Ingin terus seperti ini


__ADS_3

Daniel terus memeluk Stella, membuat tak ada jarak diantara kulit mereka.


Daniel menciumi pucuk kepala Stella.


Dan menangkup wajahnya, Ia langsung meraup bibir Stella dalam-dalam dan tanpa jeda membuat Stella sulit bernafas.


Nafas mereka tersengal-sengal saat Daniel melepaskan ciumannya.


Tanpa aba-aba Daniel memangku tubuh Stella dan membaringkannya di kasur.


"Kamu tenang saja, aku berusaha untuk tidak akan melakukannya sekarang. Aku tau tubuh kamu belum fit sepenuhnya." Bisik Daniel.


Daniel terus memeluk Stella, ia mengusap pipi Stella dengan penuh kasih sayang.


Stella tersenyum lega, karena Daniel tidak langsung menerjangnya.


Sejak tadi Stella sangat takut kalau Daniel tidak bisa mengendalikan diri.


"Apa kamu bersedia pulang denganku?" Ucap Daniel, Sambil terus memainkan benda kesukaannya.


"Kemana?" Jawab Stella.


"Kalau kamu bersedia, kita akan tinggal di Apartemenku." Jawab Daniel yang kini semakin asik dengan permainannya.


"Www!" Stella menjerit saat Daniel menggigit ujung benda kenyal miliknya.


"Maaf." Jawab Daniel tersenyum malu.


"Kalau begini terus, nanti kamu yang tersiksa sendiri Mas." Ucap Stella menutup dadanya dengan selimut.


"CK, Asal kamu tau aku sudah tersiksa sejak Beberapa bulan lalu." Daniel menelusup kan wajahnya ke dalam selimut.


"Kenapa kamu tidak menelpon ku?"

__ADS_1


Daniel tidak menjawab, karena bibirnya sudah mulai asik di dalam selimut.


Stella memejamkan mata, membiarkan Daniel berkarya sesuka hatinya.


Tangan Stella berusaha meraih apapun yang bisa di cengkeramnya saat bibir Daniel sudah tak terkendali di tubuhnya.


"Sayang, Si piton sudah meronta-ronta." Ucap Daniel dengan penuh harap.


"Biarkan saja dia keluar." jawab Stella.


"Benarkah?" Jawab Daniel berbinar.


Di jawab anggukan kecil oleh Stella.


Bagai singa yang tidak makan berbulan bulan, Daniel langsung saja menyergap mangsanya.


Membuat tubuh mungil Stella terhentak ke sana kemari.


nyanyian rindu seolah bergema di kamar hotel yang mereka tempati saat ini.


"Cukup untuk hari ini sayang!" Ucap Daniel mengecup dahi Stella.


"Kalau ini belum cukup, aku bisa mati." Ucap Stella Sambil mengatur nafasnya.


"Maafkan aku. Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan hasrat ku, karena kamu sudah menjadi candu untukku."


________


Hari ini Leo sedang dalam perjalanan untuk menghadiri sebuah seminar.


Sebagai dokter yang sudah cukup senior, Leo di undang untuk menjadi seorang Narasumber bagi para dokter junior.


Dengan penampilan yang sangat gagah Leo memasuki gedung dimana ia akan berbicara.

__ADS_1


"Pak Leo?" Ucap seseorang saat dalam lift menuju ruangan seminar.


"Ini saya Sarah, Apa Bapak masih ingat?" Ujarnya lagi.


"Ya, tentu saja saya ingat. Kamu yang merawat saya waktu mengalami kecelakaan." Jawab Leo.


"Bapak ada acara di sini juga?" Sarah mencoba mengakrabkan diri.


"Ya, Saya mendapatkan undangan untuk menjadi narasumber di seminar kedokteran." Jawab Leo.


"Wah..., kebetulan saya juga akan menghadiri seminar itu. Jadi Dokter Leo yang akan menjadi narasumber-nya?."Ucap Sarah antusias.


"Ya." Jawab Leo.


"Saya salut, Pak Leo masih sangat muda. Tapi sudah menjadi dokter hebat." Puji Sarah.


"Biasa saja. Nanti kamu juga pasti jadi senior." Balas Leo.


"Itu masih lama Pak." Jawab Sarah.


Sarah dan Leo pun berjalan bersamaan menuju ruangan seminar.


Bersambung.....


Maaf ya guyyss, updatenya telat.


Soalnya author nya lagi sibuk heheh.....


Cerita ini kayanya episode nya nggak panjang deh, paling kira-kira 50-60 Bab gitu.


Atau kalian mau agak panjangin ceritanya?


Apapun itu nanti Semoga kalian tetap suka yaa.

__ADS_1


Terimakasih.....


__ADS_2