
"Apa kamu sudah lama menunggu?" Tanya Stella pada Sill yang sudah lebih dulu sampai di restoran yang mereka janjikan untuk bertemu.
"Tidak, Aku dan Leo juga baru sampai." Jawab Sill.
Silvia pun memanggil pelayan untuk memesan makanan.
Stella beberapa kali melihat Leo mencuri pandang padanya.
Hal seperti ini membuat Stella kadang merasa tidak nyaman.
"Kamu mau makan apa Sayang?" Tanya Sill pada Leo.
Membuat Leo sedikit terkejut, Karena Leo sedang melihat pemandangan manis namun menyakitkan di hadapannya. yaitu memandangi keromantisan Daniel dan Stella.
"Apa saja Terserah kamu." Jawab Leo.
"Baiklah, Aku samakan saja ya denganku?"
Leo menjawab dengan anggukan.
"Kalian pasangan serasi, Semua orang akan iri melihat keromantisan kalian." kata Silvia.
"Kalian juga pasangan serasi." Balas Stella.
"Rencananya, Minggu depan aku akan pulang ke Australia bersama Leo."
"Oh, ya. Itu bagus, kalian harus secepatnya menikah." Jawab Daniel.
"Kenapa bang Daniel semangat sekali?" Silvia
"Ya, Karena aku ingin segera melihat adik kesayanganku ini hidup bahagia dengan seorang pendamping." Jawab Daniel lagi.
Leo menatap Daniel.
Leo faham dengan maksud ucapan Daniel.
Ia tau, kalau Daniel masih takut ia akan merusak hubungan mereka.
Stella sedikit canggung dengan suasana ini.
Bagaimana tidak. Ia sedang menjadi objek maksud dari Ucapan Daniel.
"Aku mau ke toilet sebentar." Pamit Stella.
"Ayo, Aku antar." Daniel langsung menjawab.
"Tidak usah Mas, Aku cuma mau ke toilet."
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Aku juga Mau sekalian ke toilet juga." Jawab Daniel.
Mereka pun meninggalkan Leo dan Silvia di meja makan.
"Apa kamu tidak nyaman? kalau tidak nyaman kita bisa ijin pulang duluan." Ujar Daniel saat mereka sudah menjauh dari Leo dan Silvia.
"Tidak apa-apa Mas. Kita sudah pesan makanan, tidak enak kalau di tinggalkan begitu saja."
"Baiklah, kita akan segera pergi setelah selesai makan."
Daniel dan Stella pun berpisah untuk memasuki toilet.
Di meja makan.
"Mereka romantis sekali ya! Aku bahagia lihat mereka." Ujar Sill Sambil menyandarkan kepalanya di bahu Leo.
"Apa kamu akan seromantis itu juga padaku?" ujar Sill lagi.
"Tentu saja." Jawab Leo singkat.
Daniel dan Stella pun sampai setelah makanan yang mereka pesan sudah tersedia di meja mereka.
"Besok Aku dan Leo akan kembali ke Jakarta. Kami tidak bisa berlama-lama, karena banyak pekerjaan." Ujar Silvia di sela makannya.
"Kenapa buru-buru sekali? Aku dan Mas Daniel masih dua atau tiga hari lagi di sini."
"Kami pamit duluan ya!" Ujar Stella setelah selesai makan.
"Kenapa terburu-buru sekali?"
"Kami mau jalan-jalan sebentar. Lagi pula kalian juga butuh waktu berdua kan?" Sambung Daniel.
"Ok, Baiklah." Jawab Silvia.
Daniel dan Stella pun pergi meninggalkan Leo dan Silvia.
"Sekarang kita mau kemana?" Tanya Sill pada Leo, Saat Daniel dan Stella sudah pergi.
"Kita kembali ke hotel saja." Jawab Leo.
"Baiklah." Jawab Sill menurut.
Leo dan Silvia pun kembali ke hotel tempat mereka menginap, setelah selesai makan malam.
Setelah sampai di hotel Sill kembali mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.
Sill merebahkan tubuhnya di kasur, dan tentunya saja di temani Leo.
__ADS_1
"Apa kamu mencintaiku?" Tanya Silvia pada Leo
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Jawab Leo
"Karena aku ingin hidup dengan orang yang juga mencintaiku." Silvia memeluk Leo.
"Aku akan berusaha membahagiakanmu." jawab Leo membalas pelukan Silvia.
Silvia tenggelam dalam hangatnya dekapan Leo.
"Kita tinggalkan masa lalu, dan bahagia bersama" Ucap Leo lagi.
"Jangan kecewakan aku ya! Aku tidak tau akan bagaimana hidupku kalau hatiku kembali di patahkan." Ujar Silvia lirih.
"Jangan bicara seperti itu." Leo mengusap bibir Sill lalu menciumnya.
"Aku mulai mencintaimu Lee." Sill semakin mengeratkan pelukannya.
********
Sudah beberapa hari Daniel dan Stella menikmati honeymoon di Bali.
Daniel tak bosan-bosannya menanam benih unggulnya pada Stella.
Stella sedikit kewalahan, dan membuat berat tubuhnya pun seperti menurun.
"Kamu baik-baik saja?" Tanya Daniel saat mereka berkemas, untuk pulang.
"Aku baik-baik saja Mas." Jawab Stella.
"Tapi kamu terlihat seperti kurang sehat."
"Aku baik-baik saja Mas. Aku hanya merasa sedikit lelah."
"Apa jangan-jangan kamu hamil?" Daniel menghentikan kegiatannya, dan menatap Stella.
"Tapi aku tidak mengalami gejala apapun Mas. Kata orang, kalau orang hamil itu mual, atau pusing-pusing."
"Kita periksakan sebelum pulang."
"Nanti saja, kalau sudah di Jakarta Mas."
"Tidak, Kita periksa sebelum kita pulang."
Stella pun mengalah karena tidak bisa membantah.
Bersambung....
__ADS_1