Bukan Sekedar Suami Pengganti

Bukan Sekedar Suami Pengganti
Pergi untuk bersembunyi


__ADS_3

Meli menatap tajam wajah Chandra. Bisa-bisanya anaknya itu menikahi anak majikannya tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya Sonya dan dirinya. Pantas saja kalau majikannya marah kepadanya. Orang tua mana yang tak akan marah, jika anaknya ternyata sudah menikah tanpa restu dari orang tuanya.


Chandra mengelus tengkuknya melihat tatapan horor dari ibunya, sedangkan Sonya terlihat biasa aja dan tidak ada rasa bersalah karena sudah membuat Bu Meli marah dan salah paham.


"Sejak kapan kalian menikah?" Tanya Bu Meli dengan suara cukup tinggi.


"Mm... Su sudah hampir dua minggu," jawab Chandra tergagap.


Bu Meli langsung menjewer telinganya Chandra.


"Aaww...!! Sakit!! Bu!!" Ringis Chandra sambil menahan tangan ibunya.


Sonya hanya tersenyum melihat Chandra dijewer oleh Bu Meli. Bahkan Sonya justru mengompori Bu Meli.


"Terus, Bu. Jewer yang kencang, Bu," suruh Sonya yang sangat senang melihat Chandra di jewer.


"Bu... Chandra bisa jelasin!" Kata Chandra mengiba.


Bu Meli mendengus dan melepaskan jeweranya, tapi tatapan Bu Meli tetap terlihat galak.


Mendengar Chandra mau menjelaskan yang sebenarnya, Sonya segera pindah duduknya ke samping Chandra.


"Jangan cerita yang sebenarnya," bisik Sonya dengan tatapan galak.


"Hmm...." Jawab Chandra dengan gumaman.


"Sekarang kamu jelaskan. Bagaimana kamu bisa menikahi neng Sonya?"


"Karena kita--" Chandra bingung menjelaskannya. Mana mungkin ia mengatakan kalau mencintai Sonya. Jelas-jelas dirinya menikah karena dipaksa oleh tuan Yusuf.


Kesal karena Chandra tak kunjung menjelaskan, akhirnya Sonya yang bersuara.


"Karena Chandra sudah menghamili aku, Bu." Tanpa deleng-deleng Sonya mengakuinya kalau tengah berbadan dua.


"Apa?!" Bu Meli sangat terkejut mendengar pengakuan Sonya dan tak menyangka kalau anaknya yang terlihat kalem sudah berani menghamili anak orang.

__ADS_1


Bu Meli semakin menatap tajam wajah Chandra, yang tengah tertunduk. Bu Meli benar-benar kecewa dengan apa yang sudah diperbuat oleh Chandra.


"Mm... Chandra minta maaf, Bu." Ucap Chandra pelan.


"Ibu kecewa sama kamu! Bisa-bisanya kamu merusak anak gadis orang. Apalagi gadis anak orang itu anak majikan kamu!" Kesal Bu Meli penuh kekecewaan.


"Ibu tenang saja. Papa pasti lama-lama bakal setuju," timpal Sonya yang berusaha menenangkan Bu Meli.


"Semoga saja. Ibu benar-benar kecewa sama kamu." Kemudian Bu Meli beranjak pergi dari sana dan melangkah ke arah dapur untuk mempersiapkan buat acara tahlilan Riri. Sonya juga ikut bangkit dan membantu Bu Meli di dapur.


Sedangkan Chandra mendesah samar, karena harus tetap menutupi yang sebenarnya.


***


Selesai acara tahlilan, ponsel Chandra berdering. Chandra segera mengangkat telponnya yang ternyata dari tuan Yusuf.


"Halo, tuan," jawab Chandra.


"Chandra, Sonya mana!" Sentak tuan Yusuf di ujung telepon.


"Nggak perlu! Kamu bawa Sonya pulang." Terdengar suara tuan Yusuf menahan emosi.


"Baik, Tuan."


Telpon pun terputus. Chandra segera menemui Sonya yang tengah berada di kamar.


"Non. Barusan tuan telpon dan kita diharuskan pulang sekarang juga."


"Ng-ngapain?" Jawab Sonya dengan suara sedikit tercekat.


Sonya yakin kalau papanya akan membicarakan soal kedatangan polisi sore tadi. Sonya dilanda rasa cemas dan takut kalau papanya menanyakan hal aneh-aneh tentang kecelakaan Regi.


"Saya tidak tahu, Non. Lebih baik kita segera ke sana."


"Ah! Aku nggak mau. Gimana kalau nanti polisi itu datang lagi dan menangkapku."

__ADS_1


"Saya yakin tuan tidak akan membiarkan Non di tangkap polisi."


Pada akhirnya Sonya pun menuruti perkataan Chandra untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah tuan Yusuf, Sonya maupun Chandra digiring masuk ke ruang kerja pribadinya tuan Yusuf.


Tuan Yusuf menatap tajam wajah Sonya, bahkan tatapannya begitu menghunus wajah cantik Sonya.


"Katakan dengan jujur. Apa benar kamu telah mencelakai mobil Regi hingga jatuh ke jurang?"


Sonya mengangguk pelan. Ternyata benar dugaannya, polisi datang ke rumahnya untuk menangkapnya. Sekarang Sonya tidak tahu harus bagaimana? Ia pikir tindakannya tidak akan diketahui oleh siapapun kecuali Chandra dan barang bukti berupa mobil yang ia kendarai sudah di sembunyikan.


Lalu darimana polisi tahu kalau dirinya yang menabrak mobil Regi? Apa jangan-jangan Regi masih hidup? Kalau begini dirinya benar-benar akan membusuk di penjara. Kepala Sonya mendadak pusing memikirkannya.


Tuan Yusuf menggeram emosi menatap Sonya. Tatapan tuan Yusuf seolah ingin menguliti tubuh Sonya.


"Kamu tahu akibatnya, ha!" Hardik tuan Yusuf. Sonya tersentak mendengar hardikan papanya. Untuk menatap wajah papanya saja Sonya tidak berani.


"Akibat tindakan bodoh kamu. Kamu harus berurusan dengan polisi! Sekarang apa yang akan kamu lakukan?!" Kemarahan tuan Yusuf sudah di ujung tanduk dan Sonya menggelengkan kepalanya, tidak tahu harus berbuat apa.


"Makanya kalau mau bertindak itu harus pakai otak! Jangan asal mencelakai orang. Dasar anak tidak berguna!" Maki tuan Yusuf, yang begitu kesal dengan tindakan bodoh Sonya.


"Terus aku harus gimana, pa?" Tanya Sonya bingung.


Tuan Yusuf membuang nafasnya kasar sambil memijit pangkal hidungnya. Permasalahan anaknya membuat kepalanya kayak mau pecah.


Tuan Yusuf jelas tidak mau kalau Sonya harus dipenjara, jika itu sampai terjadi akan membuatnya malu. Apalagi dirinya seorang pengacara tersohor dan tuan Yusuf tidak mau relasinya pada pergi. Jelas ini sangat merugikan dirinya.


"Kalau gitu kamu bersembunyi di tempat terpencil. Agar keberadaan kamu tidak di ketahui oleh siapapun, termasuk polisi." Saran Tuan Yusuf, demi kebaikan bersama.


"Papa yakin kalau aku akan aman?"


"Iya. Papa akan pastikan itu. Sekarang bersiap-siaplah, malam ini juga kamu pergi dan kamu Chandra saya tugaskan kamu untuk menjaga Sonya. Tapi ingat dengan perjanjian pranikah yang sudah di sepakati."


"Iya, tuan. Saya mengerti."


"Bagus."

__ADS_1


Malam itu juga Sonya dan Chandra pergi ke tempat yang sudah direncanakan oleh tuan Yusuf. Keduanya berangkat di antar langsung oleh Tuan Yusuf, berharap persembunyiannya tidak di ketahui oleh siapapun.


__ADS_2