
"Hentikan!" Teriak Sonya dan menatap tajam wajah Regi.
Regi tersenyum senang, akhirnya Sonya keluar juga dari tempat persembunyiannya.
Sonya berusaha menyingkirkan kedua anak buah Regi dari si bapak, tapi usahanya sia-sia. Karena anak buah Regi tidak melepaskannya begitu saja.
"Hentikan! Jangan pukul suamiku!" Mohon si ibu, dengan derai air mata. Sonya yang melihat si ibu menangis, merasa sangat bersalah.
"Aku akan ikut sama kamu, tapi aku mohon jangan pukuli si bapak." Sonya jelas tidak tega melihat si bapak yang tidak bersalah, tapi mendapatkan pukulan bertubi-tubi. Apalagi si ibu sudah sukarela membantunya.
"Cukup!" Regi menginterupsi kedua anak buahnya agar berhenti memukul wajah si pemilik rumah. Sonya kemudian menyingkirkan anak buah Regi dari si bapak.
Hatinya begitu sangat sedih melihat wajah si bapak. "Saya minta maaf, Pak. Gara-gara saya, bapak dipukul sama mereka." Sonya sungguh sangat bersalah. Gara-gara dirinya wajah si bapak menjadi lebam-lebam.
Si bapak tidak menjawabnya, tapi mendelik kesal terhadap Sonya.
"Iya, neng. Nggak apa-apa," jawab si ibu, sambil memegangi tubuh suaminya. Hati Sonya tersentil mendengar perkataan si ibu, yang tidak mempermasalahkannya.
"Sekali lagi saya minta maaf, Bu... Pak," ucap Sonya, yang semakin bersalah.
"Bawa perempuan sialan ini!" Perintah Regi.
"Baik, bos," jawab Ucok dan Gono bersamaan.
Sonya langsung ditarik oleh Ucok dan Gono. Kali ini Sonya pasrah, percuma kalau ia melawannya. Satu harapan Sonya, semoga Chandra cepat datang dan menyelamatkannya.
"Neng...." Si ibu tidak tega melihatnya dibawa oleh Regi, tapi si ibu tidak bisa berbuat apa-apa.
Sonya menoleh sesaat dan Sonya ingin sekali mengucapkan rasa terima kasihnya yang sudah menolongnya, tapi anak buahnya Regi menyeretnya keluar. Kurang lebih dua puluh menit, setelah kepergian Sonya. Chandra datang ke rumah si ibu.
"Permisi...!"
Si ibu membukakan pintunya dan menatap bingung. "Cari siapa ya?" Tanya si ibu.
"Saya Chandra. Kedatangan saya kesini mau menjemput istri saya, namanya Sonya."
__ADS_1
"Oh... Suaminya si neng." Wajah si ibu berubah muram. "Masnya telat datang kesini. Si neng sudah di bawa pergi sama tiga laki-laki."
"Maksud ibu? Istri saya di bawa sama siapa?"
"Ibu tidak tahu siapa yang bawa istrinya, mas. Tapi yang jelas istrinya mas di bawa ke arah sana. Mungkin mereka belum jauh perginya."
Chandra langsung diserang rasa khawatir dan cemas.
"Kalau gitu saya permisi dulu, Bu," yang langsung di anggukin oleh si ibu.
Chandra bergegas masuk ke dalam mobil dan berharap dapat menemukan Sonya.
Setelah beberapa menit melajukan mobilnya, Chandra melihat Sonya tengah digiring masuk ke sebuah rumah.
"Kurang ajar! Ternyata Regi yang membawa Sonya!"
Chandra menghentikan mobilnya dan bergegas turun. Chandra langsung berlari ke rumah tersebut.
"Berhenti!"
"Chandra...." Sonya tersenyum senang melihat Chandra datang menolongnya.
Tanpa ba bi bu, Chandra langsung menghajar Regi.
Bugh... Bugh... Bugh.
Gono tidak tinggal diam, melihat bosnya dihajar. Gono segera membantu bosnya melawan Chandra. Gono menendang Chandra dari belakang, sehingga Chandra Chandra tersungkur.
"Berani-beraninya kamu menghajar bos ku," ucap Gono penuh emosi.
Gono kemudian maju dan siap melayangkan pukulan keras ke wajah Chandra, tapi Chandra berhasil menghindarinya. Dengan gerakan cepat Chandra menahan tangan Gono dan Chandra langsung memukul dada Gono.
Regi menyingkir setelah Gono membantunya dan mendekati Sonya, yang dicengkram oleh Ucok.
"Bawa dia ke mobil," suruh Regi dan Ucok menarik Sonya ke mobil milik Regi.
__ADS_1
"Chandra! Tolong!" Sonya berteriak, sambil berusaha menahan diri agar tidak ditarik oleh anak buah Regi.
Chandra yang mendengar teriakkan Sonya, segera mendekatinya. Akan tetapi Gono tidak akan melepaskan Chandra begitu saja.
Bugh.
Gono memukul kepala Chandra, membuat Chandra meringis kesakitan. Tidak mau kalah, Chandra terpaksa melawan Gono.
Sonya yang terus ditarik dan dipaksa masuk ke dalam mobil, langsung menendang bagian sensitifnya Ucok.
"Aww!" Ringis Ucok yang langsung memegangi sensitifnya. Sonya yang sudah terlepas dari cengkeraman Ucok, segera berlari menjauhi Ucok dan Regi.
"Dasar bodoh! Ngurus satu perempuan saja nggak becus!" Bentak Regi kepada Ucok. Tidak mau kehilangan Sonya lagi, Regi maupun Ucok segera mengejar Sonya.
Chandra berusaha mengalahkan Gono dan Chandra tidak akan membiarkan Sonya dibawa oleh Regi.
Bugh... Bugh... Bugh.
Chandra akhirnya bisa mengalahkan Gono. Sedangkan Sonya terus berlari sambil berteriak meminta tolong kepada warga.
Dari jauh Sonya melihat bapak-bapak tengah pulang dari masjid. Sonya mempercepat larinya menghampiri bapak-bapak itu, tapi sayangnya Regi lebih cepat menangkap Sonya.
"Lepaskan aku! Tolong...!!" Sonya berteriak sekeras-kerasnya dan berharap bapak-bapak yang tengah pulang dari masjid menolongnya.
"Dasar cewek sialan!" Maki Regi, karena bapak-bapak itu kini berlari menghampirinya.
"Eh! Mas, lepaskan dia!" Pinta salah satu bapak-bapak yang berlari mendekatinya.
"Sial! Awas kamu Sonya!"
Regi kemudian mendorong tubuh Sonya, hingga tubuh Sonya tersungkur keras ke aspal. Kemudian Regi dan Ucok berlari, agar tidak tertangkap oleh warga.
"Kejar laki-laki itu!" Suruh bapak-bapak yang lebih tua.
Semua bapak-bapak itu segera mengejar Regi dan Ucok. Sedangkan Sonya meringis kesakitan di bagian perutnya. Sonya langsung dibantu berdiri oleh bapak tadi yang menyuruh mengejar Regi dan Ucok.
__ADS_1