Bukan Sekedar Suami Pengganti

Bukan Sekedar Suami Pengganti
Datang di saat yang tepat


__ADS_3

Kedua bola matanya membulat ketika Sonya bertemu pandang dengan orang yang sangat ia benci. Bahkan untuk melihat saja Sonya sudah tidak sudi dan jijik.


Sonya terpaku melihatnya, bahkan kini ia mengeraskan rahangnya, melihat lelaki yang sangat ia benci di dunia ini.


"Kenapa? Bingung ya?" Ucap Regi dengan senyum menyeringai.


Sonya mundur ketika Regi melangkah mendekatinya. Sonya harus waspada, ia tidak mau Regi menyakitinya seperti yang sudah-sudah.


"Bagaimana kamu bisa bebas?" tanya Sonya yang tetap jaga diri dari Regi.


Regi tertawa kecil mendengar perkataan Sonya, tapi tatapannya begitu lekat memandang Sonya.


"Karena aku pintar. Makanya aku bisa bebas dari penjara. Tidak seperti kamu yang begitu bodoh!" Ejek Regi dengan tatapan rendah.


"CK... Palingan kamu kabur dari penjara," balas Sonya, yang tak kalah merendahkan Regi. Ia yakin kalau Regi melarikan diri dari penjara.


Regi tidak menjawab, ia hanya tersenyum miring menanggapi perkataan Sonya. Pikirannya saat ini adalah membalas apa yang sudah Sonya perbuat terhadapnya. Terutama atas kematian wanita yang sangat ia cintai.


"Stop! Jangan mendekat!" Ucap Sonya sambil mengangkat satu tangannya. Akan tetapi, Regi tidak memperdulikan larangan Sonya dan ia tetap melangkah mendekati Sonya yang sudah terpojok ke dinding.


"Kenapa? Apa kamu takut?" Jawabnya dengan tatapan menyeringai. Regi sangat yakin kalau dirinya kali ini berhasil melenyapkan Sonya dari muka bumi ini.


"Aku nggak takut sama kamu," balas Sonya yang berusaha menutupi ketakutannya. Sonya tidak mau menunjukkan kalau ia takut disakiti oleh Regi.


Sonya menahan tubuh Regi yang kini sudah berdiri didepannya. "Aku bilang jangan mendekat!" Hardik Sonya.


Regi tertawa kecil mendengar hardikan Sonya dan kini tangan Sonya, ia cengkram dengan sangat kuat, membuat Sonya meringis kesakitan.


"Aww...!" Ringis Sonya. Lalu tangannya Regi yang satunya lagi mencengkram dagunya Sonya.


"Aku ingin kamu merasakan apa yang aku rasakan," ucap Regi penuh dengan dendam.


Plakk...


Regi menampar Sonya, hingga tubuh Sonya terjerembab menabrak meja, kemudian Regi menarik rambut Sonya.


Plakk...

__ADS_1


"Ini buat balas rasa sakit aku kehilangan kekasihku."


Plakk...


"Ini balasan atas kematian calon anakku."


Sonya yang merasakan sakit atas tamparan bertubi-tubi dari Regi, kini membalasnya saat Regi mencengkram kuat dagunya.


Bugh...


Sonya menendang pangkal pahanya Regi. "Dasar perempuan sialan!" Maki Regi.


Sonya melirik ke arah pintu dan ia segera berlari, tapi Regi mencekal nya dengan cepat.


"Mau lari kemana kamu!" Sambil menangkap tubuh Sonya.


"Lepasin baji ngan!" Sonya berusaha melepaskan diri dari Regi.


"Kamu nggak bisa lari lagi dariku dan kamu harus merasakan apa yang pacar aku rasakan."


Sonya menelan salivanya ketika Regi mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. Moncong pistol tersebut kini mengarah ke dahinya. "Kamu harus mati!"


Bola matanya sambil melirik ke sana kemari. Mencari cara agar terbebas dari ancaman Regi.


Brakk...


Pintu terbuka. Sonya kini bernapas lega melihat Chandra datang tepat pada waktunya.


"Mas...." Cicit Sonya, tersenyum senang.


Chandra yang berdiri tidak jauh dari Regi dan Sonya, menatap berang terhadap Regi. Bahkan kedua tangannya terkepal kuat.


Regi yang melihat Chandra datang, segera menarik Sonya, lalu tangannya ia lingkarkan di leher Sonya seraya menodongkan pistolnya ke pelipis Sonya.


"Jika kamu mendekat, maka aku akan menembak Sonya!" Ancam Regi.


"Mas...." Lirih Sonya, seraya menatap melas wajah Chandra.

__ADS_1


Chandra diam di tempat, ia tidak boleh gegabah. Nyawa Sonya saat ini tengah terancam, tapi ia juga harus mencari celah agar Sonya selamat dari ancaman Regi.


"Minggir kamu!" Ucap Regi, seraya melangkah menuju pintu. Ia akan membawa Sonya pergi dari sana. Setelah itu, ia akan membalaskan semuanya kepada Sonya.


Chandra pun menurut. Sambil terus mencari celah. Sedangkan Sonya sudah sangat ketakutan.


Chandra mengedipkan matanya, memberi isyarat kepada Sonya agar tetap tenang. Sonya pun mengangguk mengerti.


Regi kini sudah berada di dekat pintu. "Gugun...!" Panggil Regi kepada anak buahnya. Akan tetapi anak buahnya tak kunjung datang.


"Kemana sih mereka ini!" Gerutu Regi, yang sampai detik ini tidak melihat anak buahnya datang.


Chandra tersenyum samar, karena semua anak buahnya Regi sudah ia kalahkan, bahkan sudah ia kurung di sebuah ruangan.


Regi kini keluar dari sana, sambil terus menahan Sonya dan Chandra diam-diam mengambil sebuah pistol dari balik pakaiannya, tepatnya dari belakang tubuhnya.


Di saat Regi membalikkan badannya. Chandra segera menembak Regi.


Door...


Sonya terhenyak mendengar tembakan, bahkan ia menutup matanya saking terkejutnya. Ia takut kalau dirinya yang tertembak.


Tidak sakit. Ucapnya dalam hati.


Hingga ia mendengar sebuah era ngan di belakang tubuhnya. "Argh...." Regi meng erang kesakitan. Ia tertembak di bagian punggungnya dan satu tembakan lagi melesat ke betis Regi. "Argh...."


Sonya segera melepaskan diri dari Regi. Sedangkan Regi terbelalak melihat beberapa polisi sudah berdiri dihadapannya, sambil menodongkan pistol ke arahnya.


Sial! Maki Regi.


"Cepat. Tangkapa dia!" Perintahnya.


Dengan kaki terpincang-pincang, Regi berlari dari kejaran polisi. Ia tidak mau tertangkap lagi.


Karena melihat Regi terus berlari, terpaksa polisi tersebut menembak lagi betisnya.


"Argh...!" Regi semakin merintih sakit. Dan akhirnya ia tak sanggup untuk berlari lagi. Regi langsung di borgol dan di giring oleh polisi.

__ADS_1


Sonya yang sudah terbebas dari Regi, berlari menghampiri Chandra.


"Mas!" Sonya langsung memeluk tubuh Chandra. Ia sangat bersyukur karena ia selamat dari ancaman Regi.


__ADS_2