
Di jalan yang sepi, mobil Sonya di cegat dan Sonya terpaksa menghentikan mobilnya.
"Keluar kamu dari sana!" Teriak salah satu dari mereka berdua. Sonya menelan salivanya melihat pistol teracung ke arahnya. Apalagi yang memegangi pistol itu berusaha membuka pintu mobilnya.
"Buka!" Pintanya sambil berteriak dan menggedor pintu mobilnya.
Sonya menegang melihat dua orang lelaki yang memintanya keluar dari mobil. "Siapa mereka ini?" Gumam Sonya bingung.
Sonya yang panik, berusaha tetap tenang. "Bagaimana ini... Apa yang harus aku lakukan?" Seketika ia teringat dengan Chandra, lalu Sonya segera meraih ponselnya. Dalam pikirannya ia harus segera menelpon Chandra dan hanya Chandra yang bisa menolongnya.
Dengan tangan bergetar karena takut, Sonya menekan nomor Chandra.
"Halo... Mas! Tolong aku!"
"Ada apa?" Tanya Chandra.
"Ada orang jahat mencegat aku di jalan. Cepat ke sini." Sonya berkata sangat panik. Apalagi dua orang tersebut kini tengah memecahkan kaca mobilnya.
"Apa?! Posisi kamu sekarang dimana?" Chandra bertanya dengan suara cemas.
"Aku di jalan... Argh...!" Sonya menjerit ketika kaca mobilnya hampir pecah.
Prang...
Kaca jendela mobil pecah dan Sonya semakin panik. "Keluar!" Suruh orang yang memegangi pistol seraya mengacungkan pistolnya ke arah kepala Sonya.
Sonya di paksa keluar dari mobil, tapi Sonya bergeming. Sonya tidak akan keluar dari mobil sebelum Chandra datang menolongnya.
Akan tetapi, lelaki tersebut mendekatkan pistolnya ke kepala hingga terdengar suar klik dari pistol tersebut. "Ikut dengan kami atau pilih di tembak." Ancam lelaki tersebut kepada Sonya.
Sonya menelan salivanya, jelas Sonya tidak mau mati. Pada akhirnya Sonya memilih keluar dari mobil, mengikuti kemauan dua lelaki itu. Sambil keluar, Sonya berpikir bagaimana cara lepas dari dua lelaki yang ingin menculiknya ini.
Saat akan di paksa masuk ke dalam mobil, Sonya membalikkan badannya dan menendang bagian sensitif lelaki itu.
"Argh... Kurang ajar!" Makinya sambil memegangi miliknya.
__ADS_1
Sonya yang memiliki celah, segera berlari.
"Kejar!" Suruh ke temannya dan mereka berdua segera mengejar Sonya.
"Sial! Kenapa di sini nggak ada orang sih!" Gerutu Sonya melihat situasi di tempat tersebut yang tidak ada orang lewat.
Karena terlalu fokus berlari dan menengok ke belakang, kakinya tersandung batu.
Sonya terjatuh. "Argh...!" Ringis Sonya, karena kakinya terluka.
Dua lelaki itu tersenyum lebar melihat Sonya terjatuh dan secepatnya keduanya menangkap Sonya.
"Mau lari kemana kamu!"
Tubuh Sonya langsung di tangkap. "Lepaskan aku!" Teriak Sonya. Berusaha melepaskan diri dari cengkeraman dua lelaki itu.
Akan tetapi, teriakkan Sonya tidak di gubris dan justru kini Sonya digiring kembali ke arah mobil mereka dan di paksa masuk.
"Siapa kalian dan mau apa kalian denganku?!" Sonya terus memberontak.
Melihat Sonya terus memberontak, akhirnya lelaki itu mengeluarkan sapu tangan yang sudah di campur dengan obat bius.
Sonya membulatkan matanya dan semakin melawan lelaki itu." Mau apa kamu! Jangan sentuh aku!" Jerit Sonya, yang langsung dibekap oleh lelaki itu.
Seketika Sonya langsung tak sadarkan diri. "Aku yakin bos pasti senang," tuturnya dengan senyum simpul. Temannya yang sedang menyetir pun menganggukkan kepalanya.
***
Chandra yang mendapatkan telpon dari Sonya, bergegas menemui Sonya. Ia sangat khawatir dan cemas saat Sonya di cegat oleh orang jahat.
Untung saja saat ini Chandra tengah di luar dan Chandra tidak ingin membuang waktu. Chandra mengegas motornya dan mencari titik keberadaan Sonya lewat GPS.
Selang beberapa puluh menit, akhirnya Chandra tiba di lokasi keberadaan Sonya. Di pandanginya sebuah rumah yang jauh dari pemukiman warga.
"Siapa yang berani menculik Sonya? Apa mungkin Tuan Yusuf?" Gumam Chandra.
__ADS_1
Kemudian Chandra mendekati pagar rumahtersebut . " Bagaimana caranya aku masuk." Seraya menatap pagar rumah yang menjulang tinggi.
Chandra mengamati rumah tersebut, sambil terus mencari cara agar bisa masuk ke dalam rumah.
"Sepertinya aku harus melewati pagar dinding ini."
Chandra mundur dan ancang-ancang untuk melompat. Cobaan pertama gagal, lalu Chandra mencoba lagi, hingga ia berhasil di percobaan yang ke empat.
"Akhirnya aku berhasil."
Chandra segera mendekati rumah tersebut, dengan berjalan pelan-pelan. Selain itu ia harus waspada, takutnya seseorang keluar dari dalam rumah tersebut.
***
Sonya menggeliat dan mengerjapkan matanya untuk melaraskan cahaya lampu yang masuk ke retina matanya. Sonya langsung bangun ketika tersadar dari pingsannya.
"Aku dimana?" Seraya menatap seluruh ruangan tersebut. Sonya turun dari atas kasur dan melangkah ke arah pintu. Tiba-tiba pintu tersebut terbuka dan menampakkan dua orang lelaki yang tadi menculiknya.
"Rupanya sudah bangun," ucap salah satu dari mereka.
"Siapa kalian dan mau apa kalian denganku?"
Dua lelaki itu tidak menjawab, justru dua lelaki itu hanya tersenyum kecil menatap Sonya.
"Kalian mau apa?" Tangan Sonya dipegang dan di seret keluar dari kamar.
"Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri!" Teriak Sonya.
"Diam! Atau aku robek mulut kamu!" Ancamnya.
Sonya di bawa ke sebuah ruangan yang tamaram. Kemudian Sonya di dorong hingga tubuh Sonya membentur meja.
"Ayo, kita pergi dari sini." Ajaknya ke temannya.
Kini Sonya sendiri di ruangan tersebut dan selang beberapa detik, seseorang masuk dan berdiri di depan Sonya.
__ADS_1
"Ka-kamu...." Tunjuk Sonya kepada orang itu.