
Setelah berbincangannya dengan Chandra, akhirnya Sonya pun ikut balik ke Jakarta tanpa baby Arzan. Meski berat harus meninggalkan baby Arzan, tapi Sonya yakin kalau Chandra bisa mengurus putra kesayangannya itu.
Baru saja beberapa jam berpisah dengan putra tercintanya, Sonya sudah sangat merindukannya. Sonya kemudian merogoh ponselnya dari dalam tas dan membuka galeri foto, dimana tersimpannya foto sang buah hati.
Kamu tenang saja, Sayang, kita hanya berpisah sebentar. Mama harap kamu nggak rewel sama papa Chandra dan nenek Meli. Bantin Sonya seraya mengusap foto sang buah hati.
Berjam-jam lamanya, kini mobil yang dikendarai oleh Tuan Yusuf memasuki pekarangan rumahnya.
"Akhirnya aku kembali lagi ke rumah," gumam Sonya yang langsung turun dari mobil. Sonya menatap bangunan rumahnya yang sudah berbulan-bulan lamanya ia tinggalkan.
"Ayo sayang, kita masuk," ajak Nyonya Puspa, yang langsung dianggukin oleh Sonya.
Sonya segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Ketika membuka pintu kamar, seketika hatinya hampa. Pikirannya kini tertuju kepada baby Arzan.
"Mama jadi kangen kamu, Sayang."
Sonya duduk di tepi ranjang, kemudian ia menelpon Chandra. Ia ingin mengetahui perjalanan Chandra sudah sampai mana.
Cukup lama Sonya menunggu telponnya diangkat oleh Chandra, hingga terdengar suara berat dari sebrang telpon.
"Halo... Kamu sudah sampai mana, mas?" Tanya Sonya.
"Sebentar lagi sampai Jakarta. Kamu sudah sampai rumah?"
Sonya mengangguk. "Iya, sudah. Arzan rewel nggak?"
"Kamu tenang saja, Arzan anteng, kok. Dari tadi Arzan tidur," sahut Chandra dan Sonya sedikit lega mendengarnya.
"Ya sudah, aku tutup telponnya. Hati-hati nyetirnya."
"Iya," jawab Chandra singkat.
Setelah telponnya terputus, Sonya merebahkan tubuhnya di atas pembaringan. Ia menatap langit-langit kamarnya.
Semoga kita bisa berkumpul lagi. Kemudian Sonya memejamkan matanya dan tidur.
__ADS_1
Chandra tiba di rumah menjelang pagi. Chandra tersenyum simpul melihat baby Arzan yang begitu damai dalam tidurnya. Bahkan selama perjalanan, baby Arzan terus saja tidur.
"Ade tenang saja. Papa pasti akan membawa Mama Sonya kembali denganmu, nak," bisik Chandra. Setelah itu Chandra memilih membersihkan diri.
***
Saat ini Chandra tengah mengintai Tuan Yusuf. Ia akan membuktikan ucapannya, kalau ia tidak main-main dengan ancamannya. Chandra sangat yakin kalau Tuan Yusuf pasti akan menemui wanita itu dan Chandra akan mengikuti Tuan Yusuf sampai Bandung.
Chandra tersenyum lebar ketika tahu kalau ternyata simpanan Tuan Yusuf tinggal di Jakarta dan hal itu akan memudahkannya melancarkan rencananya.
"Bagus deh kalau wanita itu tinggal disini." Chandra tersenyum menatap rumah megah berlantai dua itu. "Untung saja aku sudah ganti hape yang ada kameranya."
Tidak berselang lama, Chandra melihat Tuan Yusuf keluar bersama wanita itu. Keduanya langsung naik ke dalam mobil dan meninggalkan rumah tersebut.
Chandra bergegas mengikutinya dari belakang dan berharap pengintaian nya tidak ketahuan.
Kini mobil Tuan Yusuf berbelok ke sebuah mal ternama. Chandra pun bergegas memarkirkan motornya agar tidak ketinggalan jejak Tuan Yusuf. Sebab parkiran mobil dan motor berbeda tempat.
Chandra mempercepat langkahnya dan lanjut mengikuti Tuan Yusuf. Sesekali Chandra memotret kemesraan Tuan dan simpanannya.
***
"Halo... Anak papa...," sapa Chandra kepada baby Arzan yang tengah dipangku oleh ibu Meli. "Arzan rewel nggak, Bu?"
"Namanya juga bayi, pasti ada rewelnya," sahut ibu Meli sambil memegangi botol susu.
Chandra kemudian mengulurkan tangannya dan akan menggendong baby Arzan, tapi ibu Meli memukul tangannya.
"Kamu kan habis dari luar. Banyak kuman yang nempel di badan kamu. Mandi dulu sana." Suruh ibu Meli.
"Iya, ibuku yang cantik," jawab Chandra yang langsung menuruti perintah ibunya.
Saat melangkah menuju kamar mandi, sebuah pesan masuk ke ponselnya. Chandra tersenyum lebar ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya, 'Mama cantiknya Arzan.'
Sonya :
__ADS_1
'Mas, nanti sore bisa ketemuan. Aku kangen sama Arzan.'
Chandra :
'Bisa. Mau ketemuan dimana?'
Sonya :
'Nanti aku share lokasinya.'
Chandra :
'Oke....'
Setelah berbalas pesan dengan Sonya, Chandra bergegas mandi dan bersiap-siap untuk bertemu dengan Sonya.
Disinilah sekarang, di sebuah restoran Jepang. Sonya sengaja memesan private room agar lebih leluasa bertemu dengan malaikat kecilnya tanpa ada gangguan dari orang lain.
Sonya datang tak hanya sendiri, ia datang bersama Nyonya Puspa. Sonya segera menggendong baby Arzan, ia sungguh sangat merindukan malaikat kecilnya itu.
"Mama kangen banget sama kamu, Sayang," ucap Sonya sambil mengelus pipi baby Arzan. Chandra tersenyum melihat dua orang terkasihnya itu dan di dalam lubuk hatinya, Chandra ingin selalu melihat wajah bahagia Sonya dan baby Arzan.
"Terima kasih ya, Bu... Sudah mau mengurus cucu saya," ucap Nyonya Puspa kepada ibu Meli.
"Sama-sama, Nyonya. Lagian Arzan juga cucu saya," jawab ibu Meli.
Tidak berselang lama, makanan yang sudah di pesan pun datang. Mereka semua segera mengisi perutnya.
Aduh ... Perutku tiba-tiba sakit. Batin Chandra sambil memegangi perutnya.
"Aku ke toilet dulu," izin Chandra kepada Sonya.
Sonya mengangguk, lalu Chandra segera ke toilet. Selesai dari toilet, Chandra segera kembali ke private room. Namun, tanpa sengaja kedua bola matanya menangkap sosok yang familiar.
"Itu kan... Wanita simpanannya Tuan? Dia lagi ngapain sama laki-laki lain?"
__ADS_1