Bukan Sekedar Suami Pengganti

Bukan Sekedar Suami Pengganti
Sakitnya hati Nyonya Puspa


__ADS_3

"Cukup! Jaga bicara kamu!" Bentak Tuan Yusuf, yang tidak suka mendengar perkataan istrinya itu. Sampai kapanpun dirinya tidak akan pernah menceraikannya dan ia tidak peduli dikatakan egois. Yang jelas dirinya tidak akan melepaskan Nyonya Puspa dari hidupnya.


"Papa...." Kia, gadis kecil itu memanggilnya dengan sangat lirih dan mendekati Tuan Yusuf. Kia kemudian mengangkat kedua tangannya, meminta digendong oleh Tuan Yusuf.


Nyonya Puspa dan Sonya tercengang melihat gadis kecil itu memanggil Tuan Yusuf dengan sebutan papa.


Dada Nyonya Puspa semakin bergemuruh nyeri melihat pemandangan tersebut. Ia pikir suaminya hanya berselingkuh saja, tapi ternyata perselingkuhan itu sampai membuahkan seorang anak.


Nyonya Puspa membuang wajahnya. Sungguh sangat sakit hatinya itu. Ternyata suaminya selingkuh sampai sejauh itu.


"Papa... Ayo kita bobo lagi," pinta Kia, yang menyenderkan kepalanya ke bahu Tuan Yusuf.


"Iya, Nak...." Jawab Tuan Yusuf sambil menganggukkan kepalanya. Kemudian Tuan Yusuf mengalihkan pandangannya ke arah Nyonya Puspa.


"Kita selesaikan ini di rumah," ucap Tuan Yusuf kepada Nyonya Puspa. Lalu, Tuan Yusuf membawa Kia ke kamar.


Heni tersenyum lebar melihat Nyonya Puspa yang terdiam melihat suaminya masuk ke dalam kamar. "Anda lihat sendiri kan? Kalau Mas Yusuf mementingkan Kia, anaknya, dibandingkan kamu wanita tua."


"Tutup mulut kamu! Apa perlu aku robek mulut kamu, ha!" Hardik Sonya, yang sangat geram terhadap Heni.


Heni hanya tersenyum miring menanggapi perkataan Sonya dan ia sangat senang melihat istri pertama Tuan Yusuf menderita. Harapannya memiliki Tuan Yusuf seutuhnya akan menjadi kenyataan.


"Silahkan kalian berdua pergi dari sini," ucap Heni seraya menunjuk arah pintu rumah. "Aku mau lanjut ngelonin anakku dan Mas Yusuf." Heni kemudian meninggalkan Sonya dan Nyonya Puspa.


"Kurang ajar! Jadi pelakor aja bangga banget. Dasar cewek murahan!" Geram Sonya.

__ADS_1


"Sudah, biarkan saja. Ayo, kita pergi dari sini."


Nyonya Puspa segera mengajak Sonya pergi dari sana. Keputusannya untuk bercerai dengan suaminya semakin bulat, setelah mengetahui kalau suaminya sudah mempunyai anak dari wanita lain.


***


"Ma... " Sonya menyentuh pundak mamanya dan saat ini keduanya sudah berada di rumah mereka, tepatnya di kamar Nyonya Puspa.


"Mama nggak nyangka kalau papa kamu tega mengkhianati mama...." Lirih Nyonya Puspa.


Sampai saat ini, Nyonya Puspa belum percaya dengan apa yang sudah terjadi hari ini. Dimana dirinya mendapati perselingkuhan suaminya dan bertambah sakit lagi saat tahu suaminya memiliki seorang anak dari selingkuhannya.


Sonya kemudian memeluk Nyonya Puspa. Keduanya hanyut dalam kesedihan dan juga sakit hati atas pengkhianatan Tuan Yusuf.


"Apa mama akan menceraikan papa?"


"Iya... Mama akan bercerai sama papa kamu."


"Jika itu keputusan yang terbaik, maka aku akan mendukung mama. Lagian buat apa mempertahankan papa, jika papa saja sudah menodai kesucian pernikahan."


Nyonya Puspa hanya mengangguk lemah.


Sonya kemudian memilih keluar dari kamar orang tuanya. Sonya membiarkan mamanya menenangkan hati dan pikirannya.


Melihat kesedihan mamanya, Sonya mengepalkan tangannya. "Awas kamu wanita sialan!" Geram Sonya kepada Heni.

__ADS_1


***


Selepas dari rumah Heni, Tuan Yusuf ingin bertemu dengan Chandra. Karena penyebab terjadinya masalah ini datangnya dari Chandra.


Disinilah sekarang, Tuan Yusuf sudah berhadapan dengan Chandra, setelah tadi Tuan Yusuf menjemput paksa Chandra dari rumahnya.


Di taman yang sepi, Tuan Yusuf menatap nyalang wajah Chandra yang tetap terlihat tenang.


"Puas kamu menghancurkan rumah tangga saya!" Ucap Tuan Yusuf dengan suara menahan amarah.


"Maaf tuan... Saya tidak pernah merusak rumah tangga, Tuan. Bukannya Tuan sendiri yang menghancurkan rumah tangga Tuan."


Tuan Yusuf mengepalkan tangannya mendengar perkataan Chandra.


"Saya kan sudah memberi pilihan kepada Tuan. Terus kenapa sekarang Tuan menyalahkan saya."


"Tentu saja saya menyalahkan kamu. Gara-gara kamu rumah tangga saya terancam hancur. Nyesel saya mempercayai kamu! Dan saya pastikan kamu tidak akan pernah lagi bertemu dengan Sonya." Geram Tuan Yusuf.


Chandra tersenyum samar. "O ya... Tapi, sebelum itu terjadi, saya akan membawa Sonya pergi."


"CK... Jangan berharap kamu. Saya tidak akan membiarkan kamu membawa Sonya pergi."


"Tentu saja berharap. Karena Sonya adalah istri saya."


"Apa kamu lupa! Kalau kamu itu hanya suami di atas kertas dan saya bisa kapan saja menendang kamu dari hidup Sonya."

__ADS_1


"Silahkan Tuan menendang saya dari hidup Sonya. Saya tidak peduli dengan ancaman Tuan, karena saya yakin Sonya tidak akan membiarkan saya pergi dari hidupnya."


Tuan Yusuf semakin geram. Ia akan pastikan kalau ucapannya tidak main-main. Ia akan membawa Sonya pergi sejauh mungkin dan Chandra tidak akan pernah lagi bertemu dengan Sonya.


__ADS_2