
Tuan Yusuf menggeram mendengar perkataan Chandra. Kedua bola matanya memancarkan kilatan penuh amarah yang membuat darahnya mendidih.
Tangan kirinya terkepal kuat dan siap melayangkan tonjokan ke wajah datar Chandra.
"Pa...!" Panggil Nyonya Puspa dari teras rumah. "Ada telpon nih!"
Tuan Yusuf langsung melepaskan cengkeramannya dari kerah bajunya Chandra, sambil menatap nyalang.
"Awas kamu!" Ucap Tuan Yusuf seraya menghunus tatapan tajam, lalu Tuan Yusuf pergi meninggalkan Chandra, sembari menahan emosi.
Chandra membuang nafasnya dan menatap punggung Tuan Yusuf. "Maafkan saya Tuan, jika saya harus mengancam Tuan. Saya lakukan ini semua demi kebahagiaan Sonya." Chandra bermonolog.
***
Sonya tersenyum menatap Chandra yang kini duduk disampingnya. Kemudian tangan Chandra mengusap kepala baby Arzan yang tengah tidur dipangkuan Sonya.
"Sudah makan belum?" tanya Chandra.
Sonya menggeleng. "Belum."
"Sini biar aku yang gendong Arzan." Chandra mengambil alih baby Arzan dari tangan Sonya dan Sonya bergegas ke meja makan.
Sambil makan, Sonya sesekali melirik Chandra yang tengah menimang putra tercintanya. Di dalam benaknya, ia sangat bersyukur karena menikah dengan Chandra. Lelaki yang penuh dengan kelembutan dan perhatian.
Di balik gagalnya pernikahannya dengan Regi, justru ada hikmah dibalik itu semua. Selain tahu kebusukan Regi, Sonya juga mendapatkan pengganti yang lebih baik dan Sonya bersyukur papanya memilih Chandra sebagai suami pengganti.
"Sonya...." Tiba-tiba Tuan Yusuf sudah berdiri di belakangnya.
Sonya hanya menoleh sekilas dan melanjutkan lagi makannya. Perkataan papanya semalam membuat Sonya enggan menatap wajah papanya itu. Ia masih sangat kesal dengan sikap papanya yang menginginkannya pisah dengan baby Arzan.
__ADS_1
"Apa?" Jawab Sonya malas.
"Bersiaplah. Hari ini kita balik ke Jakarta," ucap Tuan Yusuf.
Sonya segera meneguk air minum, lalu ia bangun dan menatap wajah papanya.
"Aku nggak mau." Sonya menolaknya.
"Papa nggak suka penolakan! Pokoknya kamu harus ikut sama papa hari ini juga."
"Terserah apa kata papa. Yang jelas aku akan tetap berada di sini bersama anakku!" Bantah Sonya.
Chandra mendengus mendengarnya. Sikap keras kepala Tuan Yusuf benar-benar membuatnya geleng-geleng kepala. Sepertinya, ancamannya tidak membuat Tuan Yusuf takut.
"Sonya!" Hardik Tuan Yusuf, karena Sonya membantahnya, kemudian Sonya memilih mengabaikan papanya.
Sonya langsung menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Sedangkan Tuan Yusuf menggeram kesal dengan sikap Sonya yang tidak nurut kepadanya.
"Pokoknya aku nggak mau ikut sama papa!" Kesal Sonya.
"Nanti kita bicarakan lagi dengan papamu."
"Percuma. Papa kalau sudah ngomong kayak gitu tidak bisa di bantah."
Ya... Chandra juga tahu seperti apa watak Tuan Yusuf. Akhirnya Sonya dan Chandra sama-sama diam.
***
Meski Sonya menolaknya, tapi Tuan Yusuf tetap memaksanya dan malam ini Tuan Yusuf sudah siap kembali ke Jakarta.
__ADS_1
"Kenapa kamu belum siap-siap?" tanya Tuan Yusuf kepada Sonya.
"Aku kan sudah bilang, kalau aku nggak mau ikut sama papa. Apalagi harus berpisah dengan putraku!"
Tuan Yusuf memutarkan bola matanya. "Kamu jangan keras kepala deh! Apa susahnya kamu menuruti perkataan papa. Papa lakukan ini semua demi kebaikan kamu. Ngerti kamu!" Bentak Tuan Yusuf.
"Kebaikan apa?! Keputusan papa bukan yang terbaik buat aku! Justru akan menyiksa aku, pa!"
Nyonya Puspa juga sangat kesal dengan sikap suaminya yang bersikeras dengan keinginannya. "Pa, jika papa ingin Sonya pergi ke luar negeri, maka Arzan juga harus ikut dengannya., timpal Nyonya Puspa.
"Mama jangan ikut-ikutan dong! Harusnya mama dukung keputusan papa," sambar Tuan Yusuf.
"Bagaimana mama mau dukung. Keputusan papa akan membuat Sonya menderita."
"Sudahlah! Lebih baik mama diam saja!" Ketus Tuan Yusuf.
Nyonya Puspa mendengus sebal. Sedangkan Sonya tetap mendekap baby Arzan. Ia tidak mau berpisah dengan putra tercintanya dan ia juga tetap kekeuh dengan pendiriannya.
"Chandra! Ambil bayi itu!" Tuan Yusuf memerintahnya.
Chandra kemudian mendekati Sonya dan menarik Sonya ke dalam kamar.
"Kamu ikuti saja apa kata papamu dan jika nanti sudah di Jakarta, aku akan menggagalkan rencana papamu."
Hampir seharian ini Chandra mencari cara agar Tuan Yusuf tidak membawa Sonya pergi ke luar negeri dan sekarang ia sudah tahu apa yang harus ia lakukan untuk Sonya dan baby Arzan.
"Tapi ... Bagaimana jika papa benar-benar langsung membawaku pergi ke luar negeri." Sonya tampak tidak yakin dengan apa yang dikatakan Chandra.
"Kamu percaya sama aku. Bukankah kalau pergi ke luar negeri harus mengurus surat-surat dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar."
__ADS_1
"Iya sih." Sonya membenarkan ucapan Chandra.
"Selepas kamu pergi dari sini. Aku, ibu dan Arzan langsung menyusul ke Jakarta. Aku sudah mendapatkan caranya agar kamu nggak jadi pergi ke luar negeri."