Bukan Sekedar Suami Pengganti

Bukan Sekedar Suami Pengganti
Mencari Sonya


__ADS_3

Chandra berkali-kali keluar rumah. Ia sangat gelisah karena Sonya sampai siang gini belum pulang dari warung. Biasanya Sonya beli sayuran tidak sampai berjam-jam lamanya.


'Kenapa lama sekali Sonya pergi ke warungnya?' Batin Chandra yang sangat gelisah menunggunya pulang.


Chandra yang khawatir, memilih menyusul Sonya ke warung, tapi sebelum itu Chandra izin dulu kepada ibu Meli.


"Bu, Chandra susul Sonya ke warung," pamit Chandra kepada ibunya.


"Iya. Sana, kamu susulin neng Sonya. Masa pergi ke warung sampai jam segini belum selesai." Chandra mengangguk dan segera melangkahkan kakinya menuju warung sayur.


Setibanya di warung. Chandra mengerutkan keningnya karena warung tersebut sudah sepi dan hanya beberapa orang yang berada di warung tersebut.


"Sonya nggak ada disini. Apa mungkin Sonya pergi ke pasar?" Gumam Chandra, lalu Chandra balik ke rumah.


"Mana Sonya nya?" Tanya ibu Meli, setelah melihat Chandra pulang.


"Sonya nggak ada di warung. Mungkin Sonya beli sayurnya ke pasar."


"Nggak mungkin. Sonya mana mungkin ke pasar sendirian," sergah ibu Meli.


"Chandra!" Tuan Yusuf memanggilnya.


Chandra segera menghampiri Tuan Yusuf. "Sonya kemana? Dari tadi kok saya nggak lihat Sonya?" Tanya Tuan Yusuf.


"Ini... Saya juga lagi cari Non Sonya, Tuan."


"Memang Sonya pergi kemana?" Kali ini Nyonya Puspa yang menimpalinya.


"Tadi bilangnya mau ke warung, tapi sampai sekarang Non Sonya tidak pulang-pulang dan saya sudah mencarinya ke warung, tapi sampai sana Non Sonya tidak ada."


"Kok bisa!" Kening Tuan Yusuf berkerut mendengarnya. "Kenapa kamu membiarkan Sonya pergi sendiri! Saya titipin Sonya ke kamu agar kamu jagain Sonya!" Bentak Tuan Yusuf.


Tuan Yusuf benar-benar murka atas kelalaian Chandra dan sekarang Sonya entah dimana keberadaannya.

__ADS_1


"Maafkan saya, Tuan." Chandra menundukkan kepalanya dan Chandra sangat menyesal karena lalai menjaga anak Tuannya sekaligus istrinya.


"Sekarang cepat kamu cari Sonya!" Suruh Nyonya Puspa.


Chandra pun mengangguk dan segera mencari Sonya. Tujuannya sekarang adalah ke pasar dan berharap Sonya ada di pasar.


Sesampainya di pasar, Chandra segera mencari Sonya. Ia berkeliling pasar, tapi sampai detik ini Chandra belum berhasil menemukan Sonya.


"Kamu dimana sih...." Chandra frustasi dan semakin mengkhawatirkan Sonya. Chandra terus berkeliling pasar.


Lelah berkeliling pasar, Chandra beristirahat sejenak. "Aku coba telpon ibu, siapa tahu Sonya sudah pulang."


Baru saja akan menekan nomor ibunya, tiba-tiba panggilan masuk dari nomor yang tak dikenal.


"Ini nomor siapa ya...." Takut itu panggilan penting, Chandra langsung mengangkatnya.


"Halo...."


"Mas, ini aku Sonya."


"Aku di rumah seseorang. Nanti aku jelasin. Pokoknya Mas sekarang jemput aku."


"Oke, kirim alamatnya. Sekarang juga aku jemput kamu."


"Iya, aku kirim alamatnya sekarang juga."


Setelah telpon berakhir, Sonya mengirim alamat keberadaannya dan Chandra bergegas ke alamat yang dikirim oleh Sonya.


***


"Mana wanita sialan itu?" Tanya Regi kepada Ucok dan Gono. Ia baru menyusul untuk mengejar Sonya.


"Di dalam rumah itu., bos," jawab Ucok Seraya menunjuk rumah tersebut.

__ADS_1


"Terus kenapa kalian berdiri disini!" Geram Regi.


"Kami sudah ke sana bos, tapi pemilik rumah itu tidak memberitahukan keberadaan Sonya. Justru yang ada kita diusir oleh pemilik rumah itu," sahut Gono.


"Kurang ajar!" Regi semakin geram dan segera melangkahkan kakinya ke rumah tersebut. Ucok dan Gono mengikutinya dari belakang.


Tanpa permisi Regi langsung masuk ke rumah tersebut. Tidak peduli jika pemilik rumah akan marah padanya.


"Sonya!" Teriak Regi.


Sonya yang bersembunyi di kamar, terlonjak mendengar suara Regi.


"Aduh! Gimana ini?" Sonya panik dan takut kalau Regi menculiknya lagi.


"Neng tunggu disini dan jangan keluar dari sini," ucap si ibu, yang langsung dianggukin oleh Sonya.


Si ibu segera keluar dan menemui Regi. Ternyata diluar kamar, suami si ibu menghadapi Regi. Si ibu kemudian mendekati suaminya.


"Mana perempuan hamil itu?!" Tanya Regi dengan tatapan nyalang.


"Perempuan mana? Disini tidak ada yang lagi hamil," jawab si bapak pemilik rumah tersebut.


"Halah! Jangan sok tidak tahu! Sudah jelas-jelas Sonya masuk ke rumah. Kalian sembunyikan dimana perempuan sialan itu!"


"Saya kan sudah bilang, tidak ada perempuan hamil di rumah ini." Kekeuh si bapak, sebab si bapak tidak tahu kalau ada Sonya dirumahnya.


Regi tidak percaya begitu saja dengan perkataan pemilik rumah ini. Regi sangat yakin kalau Sonya saat ini tengah bersembunyi.


"Ucok... Gono... Cepat cari perempuan itu," perintah Regi yang langsung dianggukin oleh keduanya.


"Eh... Eh...! Nggak sopan kalian ini!" Cegah di bapak.


"Hajar saja si tua bangka ini," suruh Regi dan Ucok langsung melayangkan kepalannya di wajah si bapak.

__ADS_1


Sonya yang mengintip dari balik kamar, segera keluar dan menghadapi Regi. Sonya tidak mau pemilik rumah ini dihajar oleh anak buah Regi. Bagaimana pun juga pemilik rumah ini sudah bersedia membantunya dan Sonya tidak mau pemilik rumah ini jadi sasaran amukan Regi


__ADS_2