Bukan Sekedar Suami Pengganti

Bukan Sekedar Suami Pengganti
Ancaman yang tak main-main


__ADS_3

Chandra kini tengah berdiri di depan kantor Tuan Yusuf. Ia menatap bangunan tersebut sebelum masuk.


"Semoga berhasil...." Gumam Chandra.


Dengan penuh keyakinan Chandra memasuki kantor Tuan Yusuf. Beberapa karyawan menyapa Chandra dan Chandra membalasnya dengan ramah.


Tiba di depan ruangan Tuan Yusuf, Chandra langsung mengetuk pintunya.


Tok tok tok.


Cukup lama Chandra menunggu, hingga terdengar suara Tuan Yusuf yang mengatakan masuk. Chandra kemudian masuk ke dalam ruang kerja Tuan Yusuf. Chandra terkejut melihat wanita simpanan Tuan Yusuf ada di sana.


Chandra berdecih di dalam hati melihat Heni duduk santai di sofa.


Bisa-bisanya Tuan Yusuf memelihara ular seperti dia.


"Chandra! Ngapain kamu ke sini?" Tuan Yusuf sedikit terkejut melihat Chandra datang ke kantornya.


Chandra segera mengalihkan pandangannya dari Heni dan menatap wajah Tuan Yusuf.


"Saya mau bicara sama Tuan."


"Soal apa?"


"Soal Sonya."


Tuan Yusuf membuang nafasnya. Tuan Yusuf sudah bisa menebak apa yang akan Chandra katakan.

__ADS_1


"Lebih baik kamu nggak usah buang-buang waktu, karena saya akan tetap mengirim Sonya ke luar negeri."


"Saya tidak akan membiarkan Sonya pergi ke luar negeri. Apa Tuan sudah lupa dengan perkataan saya waktu itu."


"Saya tidak takut dengan ancaman kamu! Paling juga kamu hanya menggertak saya!" Tuan Yusuf masih terlihat biasa saja menanggapi perkataan Chandra. Karena Tuan Yusuf yakin kalau Chandra tidak akan berani melakukannya, apalagi sampai membuat rumah tangganya hancur.


Chandra mengangkat satu sudut bibirnya. "Ancaman saya tidak main-main Tuan! Dan saya sudah mengirim bukti-bukti perselingkuhan Tuan dengan...." Chandra melirik ke arah Heni. "Wanita simpanan Tuan."


Tuan Yusuf justru tertawa mendengarnya. "O ya? Mana buktinya?" Ejek Tuan Yusuf.


Chandra kemudian mengambil amplop coklat dari tasnya dan mengeluarkan beberapa lembar foto Tuan Yusuf dan Heni. Bukan hanya foto mesranya Tuan Yusuf, Chandra ternyata juga memiliki foto pernikahan Tuan Yusuf dengan Heni. Entah darimana Chandra mendapatkan foto-foto pernikahan Tuan Yusuf dengan Heni.


Tuan Yusuf tercengang melihat foto-foto tersebut. Ia tak menyangka kalau Chandra benar-benar membuktikan ucapannya.


Kalau foto-foto ini bisa sampai ke tangan istrinya bisa gawat, pikir Tuan Yusuf.


"Bagaimana Tuan? Apa Tuan akan tetap mengirim Sonya ke luar negeri?"


"Sekarang keputusan ada di tangan Tuan. Jika Tuan tidak ingin foto perselingkuhan Tuan sampai ke tangan Nyonya Puspa, maka biarkan Sonya hidup bersama dengan Arzan disini. Tapi, kalau Tuan tetap memaksa Sonya pergi dari sini, maka foto perselingkuhan Tuan akan sampai ke tangan Nyonya dalam waktu tiga puluh menit lagi."


Tuan Yusuf mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya. Tuan Yusuf menatap Chandra penuh dengan kemarahan yang menggebu.


"Berani sekali kamu berkata seperti itu! Memangnya saya takut sama ancaman kamu!" Ucap Tuan Yusuf penuh dengan emosi. "Pergi kamu dari sini! Saya yakin kamu tidak akan berani melakukannya!" Usir Tuan Yusuf seraya menunjuk ke arah pintu.


"Baiklah... Saya akan pergi dari sini, tapi... Jangan salahkan saya jika foto-foto tersebut sampai ke tangan Nyonya Puspa." Setelah berkata demikian, Chandra melirik sinis ke arah Heni yang sejak tadi diam saja. Bahkan dia tidak peduli dengan apa yang Chandra ucapkan. "Dan di saat Nyonya Puspa sudah tidak mau lagi dengan Tuan, maka Tuan harus bersiap dengan kenyataan lain. Permisi." Chandra langsung meninggalkan ruang kerja Tuan Yusuf.


Brakk.

__ADS_1


Tuan Yusuf menggebrak meja sesaat setelah Chandra keluar dari ruangannya, ia sangat marah. "Awas kamu Chandra! Berani kamu bermain denganku!"


Heni kemudian mendekati Tuan Yusuf dan mengusap punggung Tuan Yusuf.


Sebenarnya Heni senang kalau rumah tangga Tuan Yusuf dengan istri pertamanya hancur, maka ia akan dengan mudah mengendalikan Tuan Yusuf.


"Sudah... Jangan di ambil pusing. Aku yakin supir kamu itu tidak akan berani melakukannya," ucap Heni mencoba menenangkan Tuan Yusuf.


"Aku tahu! Dia pasti hanya menggertak aku."


***


Sore harinya. Baru saja tiba di rumah, Tuan Yusuf langsung di sambut dengan tatapan dingin dari Nyonya Puspa.


"Ambilkan aku handuk. Aku mau mandi," pinta Tuan Yusuf kepada Nyonya Puspa.


"CK... Buat apa minta tolong sama aku, Mas." Nyonya Puspa berkata sangat dingin.


Tuan Yusuf menatap lekat wajah istrinya, karena nada suara istrinya terdengar menyimpan kemarahan.


"Kenapa menatapku seperti itu!" Ketus Nyonya Puspa.


Tuan Yusuf memalingkan wajahnya dan membuang nafasnya. "Aku capek. Jangan ngajak berdebat."


Bukannya menjawab, justru Nyonya Puspa membalas ucapan Tuan Yusuf dengan ucapan yang lain."Jadi selama ini Mas mengkhianati aku!" Ucap Nyonya Puspa sembari melemparkan foto-foto Tuan Yusuf bersama selingkuhannya.


Air mata yang sejak tadi ia tahan kini tumpah membasahi pipinya. Nyonya Puspa tak menyangka kalau suaminya memiliki wanita idaman lain.

__ADS_1


Sakit... Itu yang saat ini Nyonya Puspa rasakan. Pengabdiannya sebagai seorang istri hancur lebur melihat suami yang sangat ia cintai dan sangat ia percayai telah mengkhianatinya. Dadanya sangat sesak melihat foto perselingkuhan suaminya itu, dan bertambah sakit lagi saat tahu kalau ternyata suaminya sudah menikahi selingkuhannya.


Kurang ajar ! Ternyata Chandra benar-benar membuktikan ucapannya. Awas kamu Chandra!. Batin Tuan Yusuf geram terhadap Chandra.


__ADS_2