Bukan Sekedar Suami Pengganti

Bukan Sekedar Suami Pengganti
Lari


__ADS_3

"Sekarang kamu ikut denganku." Regi menarik paksa tangan Sonya dan membawanya menuju sebuah kamar.


Tubuh Sonya langsung di dorong hingga terjerembab ke kasur. Kemudian Regi membuka sabuknya. Sonya ketar-ketir melihat Regi membuka sabuknya dan Sonya harus segera mencari cara agar bisa lepas dari lelaki yang pernah dicintainya itu.


Regi tersenyum menyeringai menatap Sonya dan satu persatu kancing bajunya ia buka. Regi ingin memuaskan has ratnya, sebelum ia menyiksa Sonya.


Aku harus segera pergi dari sini, batin Sonya. Sambil menghindar dari Regi yang kini mulai melangkahkan kakinya untuk mendekatinya. Sonya menelisik kamar tersebut dan berharap ada celah untuk dirinya kabur.


Regi melepaskan bajunya dan membuangnya begitu saja. Posisi Regi kini sudah sangat dekat dengan Sonya dan Regi langsung menarik tangan Sonya.


"Jangan sentuh aku!" Teriak Sonya dan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Regi. Tapi sayang, kekuatan Sonya tidak sebesar kekuatan Regi.


"Bukannya kamu sangat senang kalau aku sentuh," ujar Regi dengan tatapan mesum.


"Aku nggak sudi di sentuh sama kamu! Lepaskan aku!"


Regi justru tertawa keras mendengar ucapan Sonya. Lalu Regi menarik Sonya ke kasur dan mengukungnya.


"Tapi aku akan menyentuhmu...." Bisik Regi.


Sonya jelas tidak sudi di sentuh lagi oleh Regi dan Sonya berusaha keras lepas dari Kungkungan Regi.


Bugh.


Sonya menendang bagian sensitifnya Regi menggunakan lututnya.


"Aww...! Sialan kamu!" Maki Regi, meringis kesakitan.


Sonya segera bangun dan lari ke arah pintu, tapi Regi tidak akan melepaskan Sonya begitu saja dan dengan gerakan cepat, Sonya kini dicengkram kembali.


"Kamu nggak akan bisa lari dariku!"


"Lepas!"


Karena cengkeraman Regi sangat kuat, Sonya kemudian menggigit tangan Regi sekuat tenaga, hingga tangannya Regi sampai mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Aww...!" Jerit Regi, lalu Sonya menendang lagi bagian sensitifnya Regi. Membuat Regi bertambah kesakitan.


Sonya berhasil lepas dari cengkeraman Regi dan Sonya secepatnya keluar dari kamar. Sekuat tenaga Sonya berlari keluar rumah dan berharap diluar rumah tidak ada bawahannya Regi.


"Ucok! Gono! Tangkap wanita sialan itu!" Regi berteriak memanggil bawahannya sambil meringis sakit bagian sensitifnya akibat tendangan Sonya yang cukup keras.


Ucok dan Gono keluar dari arah belakang dan segera mengejar Sonya.


Sonya yang terus berlari kini merasakan perutnya sakit. "Sayang, mama mohon kamu harus kuat agar kita tidak tertangkap lagi. Tolong kerjasamanya, Sayang," ucapnya kepada sang buah hati.


"Berhenti!" Teriak bawahannya Regi.


Sonya menoleh kebelakang. "Aku nggak boleh ketangkap sama mereka."


Sonya mempercepat larinya sambil menahan rasa sakit diperutnya. Setelah cukup jauh berlari, Sonya melihat rumah warga yang pintunya terbuka.


"Aku harus masuk ke rumah itu."


Sonya segera mendekati rumah tersebut dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Bu, tolongin saya," ucap Sonya cemas.


"Neng kenapa?" Tanya si ibu.


"Saya dikejar-kejar orang jahat dan mau menculik saya, Bu. Tolongin saya, Bu. Ist...." Sonya meringis menahan sakit diperutnya.


"Apa?! Beneran, Neng?"


"Beneran Bu, saya nggak bohong."


Melihat Sonya yang meringis sambil memegangi perutnya, membuat si ibu tidak tega. " Kasihan sekali neng ini. Sini ikut ibu."


Sonya diajak oleh si ibu ke kamarnya untuk bersembunyi.


Sedangkan diluar. Ucok dan Gono sudah berdiri di depan rumah tersebut.

__ADS_1


"Ayo kita samperin rumah itu," ucap Gono, si rambut gondrong.


Keduanya langsung melangkah ke rumah tersebut dan segera mengetuk pintunya.


Mendengar suara ketukan pintu, membuat Sonya semakin cemas.


"Bu, tolong bantu saya." Sonya berkata dengan nada memohon.


"Iya, neng tenang saja. Ibu pasti akan membantu neng. Neng tunggu disini." Kemudian si ibu keluar dari kamar dan menemui Ucok dan Gono.


"Ada apa ya...." Kata si ibu.


"Maaf mengganggu. Kami berdua mau menjemput perempuan yang tadi masuk ke sini," ucap Ucok.


"Perempuan yang mana? Dari tadi nggak ada orang yang masuk ke rumah saya," jawab si ibu.


"Ada, Bu. Dia perempuan dan tengah hamil," ucap Ucok lagi.


"Oh... Yang lagi hamil?" Dan kedua bawahan Regi mengangguk cepat. "Yang kalian maksud itu adalah anak saya," sambung si ibu.


Ucok dan Gono mengerutkan keningnya dan berpikir, bagaimana bisa Sonya adalah anak dari si ibu. Sudah jelas-jelas kalau Sonya bukan anaknya si ibu, melainkan anak seorang pengacara.


"Bukan anak ibu, tapi...."


"Kalian tidak percaya sama saya!"


Ucok menoel lengan Gono dan saling berbicara lewat gerakan mata.


"Sana kalian pergi. Jangan-jangan kalian mau menculik anak saya lagi!" Si ibu mengusir Ucok dan Gono, seraya menutup pintunya.


"Bagaimana ini?" Keluh Gono.


"Aku juga nggak tahu. Lebih baik kita pantau saja rumah ini."


"Ya sudah. Ayo kita pergi dari sini."

__ADS_1


Gono dan Ucok meninggalkan rumah si ibu dan akan memantaunya dari jauh. Sebab mereka yakin kalau Sonya bersembunyi di rumah tersebut.


__ADS_2