Bukan Sekedar Suami Pengganti

Bukan Sekedar Suami Pengganti
Tega kamu, Mas!


__ADS_3

"Tega kamu, Mas! Tega kamu mengkhianati aku. Padahal selama ini aku sangat percaya sama kamu, tapi ternyata... Mas...." Nyonya Puspa tidak sanggup melanjutkan ucapannya. Ini terlalu sakit untuknya.


Nyonya Puspa terisak sedih merasakan rasa sakit yang telah suaminya beri. Nyonya Puspa mengelap air matanya yang membasahi pipinya, lalu Nyonya Puspa memegangi dadanya yang terasa sesak. Rasanya hatinya terasa tertikam pisau yang sangat tajam, lalu di siram air cuka. Sangat sakit dan perih hatinya itu.


Sungguh Nyonya Puspa tidak menyangka kalau suaminya tega mengkhianatinya.


Tuan Yusuf menghela nafasnya. Kemudian Tuan Yusuf mendekati istrinya yang kini terduduk lesu sambil terisak.


"Foto itu hanya editan. Mana mungkin aku mengkhianati kamu, Ma... Pasti ada orang yang tidak suka dengan rumah tangga kita," ucap Tuan Yusuf.


"O ya... Siapa orangnya?" Tanya Nyonya Puspa menatap dingin wajah suaminya.


"Aku nggak tahu... Mama harus percaya sama papa Mama tahu sendiri pekerjaan papa seperti apa. Mungkin dari salah satu orang yang pernah papa kalahkan." Tuan Yusuf terus meyakinkan istrinya. Biar bagaimanapun Tuan Yusuf tidak mau kehilangan Nyonya Puspa, perempuan yang sudah menemaninya dari nol.


"Nanti aku cari tahu, siapa orang yang ingin merusak rumah tangga kita," sambung Tuan Yusuf. " Sudah jangan dipikirkan. Mama harus percaya sama papa." Tuan Yusuf mengelus lengan Nyonya Puspa. Meskipun suaminya berkata demikian, Nyonya Puspa tidak percaya begitu saja.


"Papa mau mandi dulu." Tuan Yusuf kemudian beranjak dari sana dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Melihat suaminya sudah masuk ke kamar mandi, Nyonya Puspa segera mencari ponsel milik Tuan Yusuf. Nyonya Puspa harus membuktikan ucapan suaminya, kalau memang suaminya tidak selingkuh.


"Ketemu juga ponselnya." Lalu Nyonya Puspa membukanya dan mengecek ponsel milik suaminya. Namun, Nyonya Puspa tidak menemukan hal yang mencurigakan.


"Apa mungkin benar apa kata Mas Yusuf? Kalau ada orang yang sengaja ingin menghancurkan rumah tangga kami." Karena tidak ada yang mencurigakan dari isi ponsel suaminya, Nyonya Puspa pun menyimpannya kembali ke tempatnya. Akan tetapi, ponselnya tiba-tiba berdering.


Nyonya Puspa mengambil lagi ponselnya dan mengangkat telpon tersebut.

__ADS_1


"Halo... Mas, kamu dimana?"


Deg. Jantungnya seketika mendadak berhenti mendengar suara perempuan di ujung telpon.


"Mas! Cepat datang ke rumah. Kia sakit dan terus memanggil kamu, Mas." Heni berbicara dengan suara cemas.


"Mas! Haloo... Kamu denger nggak sih aku ngomong. Anakmu tengah sakit dan terus memanggil kamu."


Baru saja akan menjawabnya, tiba-tiba Tuan Yusuf merebut ponselnya. Ia tidak suka karena Nyonya Puspa berani mengangkat telpon.


"Halo... Iya, aku segera ke sana," jawab Tuan Yusuf.


Tuan Yusuf segera mengenakan pakaian tergesa-gesa. "Jadi benar kalau Mas beneran selingkuh!" Ucap Nyonya Puspa, tapi Tuan Yusuf tidak menjawabnya. Pikirannya saat ini tengah tertuju kepada Kia.


"Mas, jawab!" Teriak Nyonya Puspa. Tuan Yusuf hanya meliriknya sekilas. Selesai berpakaian, Tuan Yusuf berlalu begitu saja dan tidak memperdulikan Nyonya Puspa.


"Ma! Ada apa?" Sonya yang baru keluar dari kamarnya, mencegah Nyonya Puspa dan menatap heran.


"Kamu harus ikut mama!" Nyonya Puspa langsung menarik Sonya.


"Kemana?"


"Mama nggak bisa jelasin sekarang," sahut Nyonya Puspa dan ia menarik Sonya. Nyonya Puspa harus segera mengejar suaminya.


Sonya dan Nyonya Puspa segera masuk ke dalam mobil dan mengikuti mobil Tuan Yusuf.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa sih, ma?" Tanya Sonya yang bingung terhadap mamanya. "Terus kenapa kita harus kejar mobil papa?"


Nyonya Puspa tetap membisu, ia tengah fokus mengejar mobil suaminya. Karena tidak di jawab, Sonya akhirnya memilih bungkam dan mengikuti kemana mamanya mengajaknya.


Mobil pun kini berhenti di depan rumah berlantai dua. Nyonya Puspa terus memperhatikan suaminya yang turun dari mobil dan melangkah tergesa-gesa masuk ke dalam rumah tersebut.


"Ini rumah siapa, Ma?" Tunjuk Sonya ke arah rumah tersebut. "Kok, papa masuk ke rumah itu?" Sambung Sonya.


Nyonya Puspa mendesah samar dan menatap Sonya yang terlihat bingung. "Sonya... Papamu ternyata selingkuh dari mama dan kayaknya rumah itu... Rumah selingkuhan papamu." Nyonya Puspa berkata sendu.


"Apa?!" Sonya terkejut mendengarnya. "Serius, Ma?"


Nyonya Puspa mengangguk lemah, lalu Nyonya Puspa mengambil foto-foto perselingkuhan suaminya dan menunjukkannya kepada Sonya.


Sonya melebarkan bola matanya, melihat perempuan yang ada di foto tersebut. "Ini kan...." Sonya teringat dengan perempuan yang ada di dalam foto.


"Kamu kenal siapa perempuan itu?"


"Aku nggak kenal, tapi... Aku pernah melihat perempuan ini di restoran Jepang. Mama ingat nggak pas kita makan bersama Chandra dan ibu di restoran."


Nyonya Puspa mengangguk. "Waktu itu Mas Chandra memfoto perempuan ini," tukas Sonya.


"Apa selama ini Chandra tahu?" Ucap Nyonya Puspa.


Sonya mengedikkan bahunya. "Aku nggak tahu, Ma. Nanti aku tanyakan sama Mas Chandra."

__ADS_1


Sonya kemudian bergegas turun dari mobil. "Kamu mau kemana?" Tanya Nyonya Puspa.


"Mau melabraknya lah! Memangnya mau ngapain lagi.'


__ADS_2