Calon Adikku Menjadi Suamiku

Calon Adikku Menjadi Suamiku
CAMS-Ep 25


__ADS_3

"Aku sungguh tidak melakukannya dengan sengaja-ugh!" Deon tiba-tiba melempari ku jas hitam yang baru saja dia lepaskan dari tubuhnya.


Aku mengambil jas hitam itu dari wajahku dan memegangnya dengan hati-hati.


"Buang, aku tidak ingin melihat jas itu lagi." Perintahnya kepadaku yang sangat mengherankan.


"Kenapa aku harus membuangnya?" Tanyaku tidak mengerti."Jas ini menurutku masih bagus dan kainnya pun tidak lecet." Sambung ku sambil memeriksa kain kasa Deon.


Jas ini adalah jas yang Deon gunakan saat menikahi ku tadi siang. Kainnya sangat bagus dan dibuat oleh merk pakaian terkenal dengan harga yang cukup fantastis jadi tidak mungkin mudah robek atau lecet. Lagipula jas ini pasti masih baru dan mungkin baru digunakan oleh Deon karena kartu tokonya masih belum dilepaskan oleh Deon-


"Sungguh, penglihatan mu ternyata jauh lebih buruk dari yang kubayangkan." Lirihnya tanpa susah-susah melihatku."Air matamu telah mengotori jas itu jadi aku tidak punya alasan lagi untuk terus menyimpannya. Jadi buang lah jas itu ke tempat sampah karena aku sudah tidak bisa menggunakannya lagi."


Perih rasanya. Hatiku berdenyut perih setelah mendengar alasan Deon membuang jas ini. Bukan karena lecet tapi karena kotor. Air mataku telah mengotori jas ini sehingga dia tidak ingin menggunakannya lagi.


Malu bercampur sedih, aku menundukkan kepalaku dengan kedua tangan menggenggam erat jas itu.


"Tolong maafkan aku kecerobohan ku. Aku berjanji tidak akan mengulanginya di masa depan nanti.." Ucapku setenang mungkin.


Aku tidak berjanji akan membuang jas ini karena bagiku jas ini sangat penting. Sebab Deon menggunakan jas ini saat menikahi ku oleh karena itu aku memutuskan untuk menyimpan jas ini untuk diriku sendiri.


"Hem." Deon kesal, dia pasti tidak mau berbicara lagi.


Aku mengerti.


Lagipula salahkan aku yang tiba-tiba bersandar di pundaknya saat tidur, dan bodohnya lagi karena mimpi buruk itu aku menangis, membuat jas Deon kotor.


Sunyi. Sudah berapa lama kami di dalam perjalanan aku tidak bisa menebaknya. Aku juga tidak yakin seberapa lama aku tertidur karena setelah bangun kami masih berada di jalan.

__ADS_1


Mimpi buruk. Hatiku meringis tertahan saat mengingat mimpi itu lagi. Mimpi buruk yang telah menghantui ku bertahun-tahun lamanya. Ironis sekali, di malam pernikahan ku pun mimpi ini masih datang menghantuiku.


Aku sangat kesal.


Eh,


Aku menatap heran deretan bangunan yang sedang kami lewati sekarang. Ini adalah gedung apartemen di pusat kota, seingat ku Almira pernah mengatakan jika Deon memiliki sebuah apartemen di dekat perusahaannya.


"Kita...akan tinggal di apartemen?" Aku bertanya sopan kepada Deon, berusaha untuk menahan nada suara kegembiraan ku.


Bagaimana aku tidak senang?


Apartemen yang akan aku tinggali adalah apartemen pribadi Deon, tempat yang paling sering Deon tinggali karena berdekatan dengan perusahaan. Tapi, jarak apartemen ini dengan rumahku tidak terlalu jauh namun kenapa aku merasa jika kami sudah menghabiskan banyak waktu di dalam mobil?


"Hem." Lalu seolah membaca pikiranku dia lalu mengatakan,"Dengar, paparazi sangat senang membuat ulah jadi di masa depan kamu harus berhati-hati saat keluar dari apartemen agar tidak bertemu dengan mereka. Aku tidak ingin masalah yang kamu ciptakan sampai ke telinga Almira dan membuat kesehatannya terganggu."


Tidak ada cinta.


Hati Deon selalu untuk adikku dan aku tidak memiliki tempat.


Hubungan Deon dan Almira sudah diketahui publik. Seorang pengusaha muda yang sukses menjalin kasih dengan seorang model yang cantik dan berprestasi. Mereka memiliki banyak pendukung dimana-mana. Dari fans hingga kerabat, mereka mendapatkan restu banyak orang. Karena hubungan mereka yang sangat baik di depan mata publik paparazi seringkali mengendap-endap untuk mematai hubungan mereka. Bertahun-tahun telah berlalu tapi hubungan Deon dan adikku tidak pernah mengalami masalah.


Hingga hari ini aku telah mengacaukan semuanya. Apa kata orang bila masalah ini dimuat dalam surat kabar.


Kakak kandung Almira diam-diam berselingkuh dengan tunangannya, Deon Dirgantara.


Publik pasti gempar dan masyarakat beramai-ramai mengecam ku. Menakutkan. Aku tidak bisa memikirkannya.

__ADS_1


"Turun."


"Oh- iya.." Aku tidak sadar jika kami sudah berada di depan apartemen Deon.


Aku lalu turun dari mobil. Di depan pintu masuk seorang wanita paruh baya datang menyambut ku dan mengambil alih koperku ke tangannya.


"Selamat datang, non Rain. Tuan bilang mulai malam ini non Rain akan tinggal bersamanya di sini. Namaku adalah Bibi Siti, jika non Rain butuh sesuatu di rumah maka jangan sungkan untuk memanggilku." Bibi Siti adalah nama wanita paruh baya itu.


Dia menyapaku dengan sopan dan ramah.


"Terima kasih, Bibi Siti. Aku tidak akan sungkan mencari Bibi di masa depan nanti." Bibi Siti jauh lebih baik dari pembantu ku yang ada di rumah.


"Mari non, kita masuk ke dalam." Bibi Siti memimpin jalan masuk ke dalam apartemen.


Aku awalnya ragu melangkah karena Deon masih belum datang. Tapi setelah aku menoleh ke belakang aku tidak melihat keberadaan Deon. Entah kemana dia pergi.


"Mari non, kita harus segera masuk ke dalam." Desak Bibi Siti.


"Iya, Bi." Aku berlari kecil menyusul Bibi Siti yang sudah menunggu di depan.


Dia lalu membawaku masuk ke dalam apartemen yang kini mulai ku sebut sebagai rumah. Ketika masuk ke dalam seketika aku merasa takjub. Rumah ini sangat luas tidak seperti apartemen biasa. Aku pikir rumah ini lebih cocok disebut sebagai penthouse karena tempatnya yang mewah.


"Non Rain, ini adalah ruang tamu. Tuan muda biasanya membawa tamu dan teman-temannya berkumpul di sini." Bibi Siti membawa ku keliling rumah, memperkenalkan ku satu persatu ruangan di rumah ini.


"Ini adalah ruang kerja Tuan muda. Setiap hari waktu lebih banyak dihabiskan di tempat ini. Tuan muda juga sangat menyukai kesunyian jadi di masa depan nanti non Rain harus memperhatikannya agar tidak mengganggu konsentrasi tuan muda ketika bekerja."


Aku mengangguk mengerti setiap kali Bibi Siti menjelaskan. Dengan semua informasi yang dia sampaikan aku merasa sangat terbantu.

__ADS_1


__ADS_2