Calon Adikku Menjadi Suamiku

Calon Adikku Menjadi Suamiku
CAMS-Ep 43


__ADS_3

Diam, dia melihat setiap orang yang lalu lalang melewati di koridor rumah sakit ini. Beberapa adalah tenaga medis yang bertugas di sini tapi sebagian besarnya adalah keluarga pasien yang datang untuk menjenguk.


Pemandangan ini seringkali dia lihat ketika datang ke rumah sakit untuk melakukan donor darah atau menemani Almira untuk cuci darah. Ya, sesekali Rain akan melihat darahnya masuk ke dalam tubuh adiknya untuk mengurangi tekanan rasa sakit.


Ketika adiknya sakit, semua orang di rumah akan sangat panik. Mereka berbondong-bondong pergi ke rumah sakit untuk memastikan jika adiknya masih bisa diselamatkan. Adiknya memiliki penyakit gagal ginjal dan semua orang di rumah menjadi panik karenanya. Lalu, bagaimana jika mereka mengetahui tentang penyakit jantungnya?


Akankah mereka sepanik saat melihat adiknya masuk ke dalam rumah sakit?


Rain tidak berani memikirkannya. Entah mengapa dia selalu merasa jika posisi itu tidak layak untuknya. Dia merasa hidupnya tidak sepenting Almira yang memiliki banyak kelebihan.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, Rain?" Dia mencemooh dirinya sendiri yang bertindak munafik.


"Bagaimana mungkin posisimu sama dengan Almira di hati mereka? Rain, ayolah. Berhenti bermimpi untuk sesuatu yang tidak bisa kamu miliki. Kamu memang sakit atau mungkin sekarat, lalu kenapa? Ketika ragu mereka mungkin tidak akan mengkhawatirkan kamu tapi mungkin akan mengasihani mu. Kasihan, apakah kamu ingin mereka mengasihani mu?" Untuk semua yang dia katakan saat ini, dia tahu jika dirinya tidak akan sanggup melewatinya di masa depan.


Itulah gunanya diam, tutupi apa yang dia rasakan dan tutupi kesedihan yang menjeratnya agar mereka tidak menatap dirinya dengan ekspresi 'mengasihani'.


"Maka teruslah bersikap seolah tidak ada yang terjadi. Biarkan mereka mengetahui semuanya setelah tubuhmu menjadi dingin." Kejamnya,


Bahkan dirinya sendiri bertindak sangat kejam. Faktanya, dia tahu jika hidupnya tidak akan bertahan lama, lagipula tidak ada yang abadi di dunia ini. Suatu hari nanti setiap orang akan merasakan mati dan bertemu dengan Tuhan.


Hanya saja setelah tubuhnya menjadi dingin dan kaku suatu hari nanti, dia yakin jika semua rasa sakitnya akan menghilang. Lalu, ketika dia bertemu dengan Tuhan nanti, dia ingin bertanya satu hal bahwa mengapa semua orang di keluarganya selalu memperlakukannya salah?


Mengapa?


Rain berharap dia mendapatkan jawaban yang sangat memuaskan.


Tapi saat hari itu tiba, Rain mungkin tidak lagi khawatir orang-orang memandangnya dengan sebelah mata, dia tidak takut orang-orang menganggapnya gila, dan dia tidak takut tidak akan ada orang yang mau berdiri di pihaknya.

__ADS_1


Dia tidak takut, perasaan ini suatu hari nanti akan memenuhi setiap inci hatinya.


Tuhan, sampai hari itu tiba dia yakin masih bisa menanggung beberapa rasa sakit lagi.


Ah sudahlah, Rain tidak ingin memikirkan masalah itu lagi. Menghela nafas panjang, dia merasa bila hatinya jauh lebih tenang daripada beberapa saat yang lalu. Maka dari itu dia memutuskan untuk segera pulang ke rumah karena sudah menyelesaikan urusannya di rumah sakit.


Dia baru saja mengambil beberapa langkah dan tidak sengaja bertemu dengan Sasa dan Mama Deon, Mama mertuanya.


Mama mertua dan Sasa kebetulan keluar dari ruangan VIP yang kebetulan tidak jauh dari ruang UTD (Unit Transfusi Darah). Mereka baru saja menutup pintu kamar dan langsung dikejutkan dengan keberadaan Rain.


Sementara Rain yang sama terkejutnya dengan mereka berdua mulai bertanya-tanya kenapa Mama mertua ada di sini?


"Mamamu sedang tidak enak badan, Nak. Dia tidak datang bukan karena marah kepadamu."


Rain masih ingat dengan apa yang Papa mertua katakan.


"Mama sama Sasa ngapain di sini-" Belum selesai Rain berbicara Sasa langsung menarik tangan Rain, menariknya dengan tidak sabar menjauh dari ruangan VIP.


"Kenapa kamu berdiri di depan kamar Almira?!" Tanya Sasa tidak senang dengan nada tuduhan yang tidak disamarkan.


Rain tertegun, dia lalu menatap kamar VIP tadi dengan bingung. Seingatnya Almira tidak dirawat di kamar ini dan dia juga tidak tahu bila Almira sudah dipindahkan ke sini.


Tidak ada yang mau memberitahunya, tidak ada, bahkan suaminya pun tidak pernah memberitahunya.


Akan naif rasanya jika Rain mengatakan bila suaminya lupa. Faktanya, Deon tidak lupa tapi memang tidak mau memberitahu.


Rain P. O. V

__ADS_1


"Aku baru saja lewat di kamar itu dan aku tidak tahu jika Almira ada di kamar itu." Jawabku kecut.


Di depan Sasa dan Mama mertua aku berusaha terlihat tenang. Aku tidak boleh menunjukkan kelemahan ku, seolah-olah aku mengiyakan tuduhan Sasa.


Tapi Sasa memang tidak berniat mendengar jawabanku ataupun untuk sekedar mempercayainya. Yah wajar saja karena aku telah melukai perasaan sahabatnya, adikku.


"Alah, bohong. Kamu sengaja kan ke sini ingin menemui Almira dan memberitahunya soal pernikahan mu dengan Deon?" Tukasnya menuduh.


Tuduhannya bagiku tidak masuk akal. Di dalam kepala dan hatiku, tidak pernah sekalipun aku berpikir untuk memberitahu Almira mengenai hubungan ini.


Aku menyayangi Almira, aku tidak akan tahan membuatnya menangis.


"Aku tidak tahu bila kamar Almira di pindahkan ke sini. Lagipula tujuanku ke rumah sakit bukan untuk menemui Almira tapi untuk melakukan urusan yang lain." Aku benar-benar kewalahan menghadapi sikap apatis Sasa kepadaku.


Dari awal dia tidak pernah menyukai ku, dan sekarang dia semakin tidak menyukaiku setelah menikah dengan Deon.


"Oh ya, coba katakan untuk urusan apa kamu datang ke sini jika kamu benar-benar tidak memiliki niat jahat kepada Almira."


"Aku..."


Aku lambat merespon. Tidak mungkin aku mengatakan bila kedatangan ku ke sini untuk donor darah karena rahasia ku bisa saja terungkap.


Jadi aku tidak punya cara lain selain berbohong,"Aku datang ke sini untuk menjenguk seorang teman, dia sakit dan dirawat di rumah sakit ini."


Sasa memutar bola matanya tidak percaya. Tentu saja dia tidak percaya, malah akan aneh rasanya jika dia mempercayaiku perkataan ku.


"Jangan-"

__ADS_1


"Cukup, Sasa. Jangan membuang-buang waktu dengannya."


Deg


__ADS_2