CARRIER ( Saat Takdir Berkuasa )

CARRIER ( Saat Takdir Berkuasa )
New Story


__ADS_3

Siapa sih, MR.AD ini? komentarnya tak pernah positif. Selalu menyalahkan dan memperburuk keadaan. Kenapa sih, ia tidak diblokir saja.


Aku pun segera membuka profilnya yang ternyata akun palsu. Tiada gambar lain kecuali poto profil, bahkan satu status pun tak ada. Keterangan, nomor HP dan apapun tiada. Kesal rasanya. Ingin kucabik-cabik saja wajah pria ini.


Awalnya, aku mengabaikan begitu saja. Namun, lama-kelamaan emosiku mendidih. Aku pun memberanikan diri menghubunginya langsung melalui massanger.


Hai bro,


Apa sih maksud komentarmu?


Jika kamu bukan penderita, kamu enggak usah repot-repot masuk group, deh.


Jika kamu enggak bisa bermanfaat di group itu, mending kamu out aja.


Kamu enggak pernah tahu, rasa sakitnya menjadi seorang penderita.


Hingga kamu dengan mudahnya berkomentar pedas yang membuat keadaan menjadi panas.


Kamu pikir, mereka yang bertanya itu, sedang bercanda?


Atau sekedar buat postingan agar dikomentari?


Tolong gunakan hatimu, jika kamu tidak memiliki akal lagi!!!


Bye,


Sadis, kejam atau kasar. Terserah dia mau bilang apa, atas isi pesanku. Yang pasti, aku tak ingin ia menjadi virus mental yang merusak para carrier. Karena virus HIV sudah cukup mengganggu mental karena harus menghadapi kejamnya prilaku sekitaran.


“Re, kamu kenapa sih? Kok belakangan ini main ponsel mulu? Kadang senyum bahagia, kadang marah ..., jangan bilang kamu lagi jatuh cinta ya?” tanya Ela yang tengah terduduk di atas ranjang.


“Enak aja. Aku lagi senang, sudah ketemu dengan saudara baru,” ujarku senyum-senyum didepa cermin.

__ADS_1


“Hah! Maksudnya Re?” tanya Ela yang tampak kebingungan.


“Yah, ini semua berkat saranmu, El. Aku sudah mencari group yang membahas tentang ODHA. Benar, El. Kini aku merasa lebih bersemangat menjalani hari. Aku jadi sadar, kisahku belum seberapa dibandingkan mereka. Tak seharusnya aku terlarut dalam kesedihan. Kini juga sudah ada obatnya kok. Jadi aku bisa terapi, El. Tapi, aku belum berani menanyakan lebih jelasnya saat ini. setidaknya aku sudah bisa menerima keadaanku El,” ucapnya haru.


“Syukurlah, Re. Aku turut bahagia. Aku senang Rereku telah kembali. Rereku yang cuek dan ceria. Aku bangga punya teman sepertimu Re. Aku sayang kamu,” ujar Ela yang kemudian bangkit dan memelukku.


Yah, tidak hanya di dunia maya. Bahkan, di dunia nyata sekalipun aku masih memiliki Ela. Orang yang dapat kupercaya. Keluarga, yah sebaiknya mereka tak mengetahui keadaanku yang sebenarnya. Jika benar aku bisa mendapatkan obat ini secara gratis. Maka, aku tak perlu bingung untuk transfer bulanan kepada Ayah. 


Pong


Pong


Pong


Aku pun melepas pelukku dan meraih ponsel.


Hai, wanita aneh dari negara antah berantah


Siapa sih, kamu?


Kamu tahu apa tentang aku?


Jangan bicara seakan kamu paling mengerti para carrier.


Yang iyanya kamu gabung group untuk belajar


Karena kamu pekerja laboratorium.


Urus saja hidupmu sendiri.


Bye

__ADS_1


Huh !!!


Kesal rasanya. Napasku berderu kencang, kukepal tanganku. Emosi tertahan membuat tubuhku bergetar.


“Re, kamu kenapa?” tanya Ela yang kebingungan. Ia tak pernah melihatku semarah ini.


“Ini El. Ada cowok brengsek yang suka komen negatif di group ODHA. Ia selalu memperkeruh keadaan. Ia mematahkan semangat dan begitu menghina para carrier. Aku geram, El. Sayangnya, ia menggunakan akun palsu,” jelasku kesal.


“Syukurlah, aku pikir hal apa yang terjadi. Re, aku tahu kamu begitu merasakan apa yang para carrier rasakan. Hanya saja, tak seharusnya kamu melakukan ini padanya, Re!” jelas Ela.


“El, aku sengaja menghubunyi langsung melalui massanger. Karena aku tak ingin membuatnya malu, jika membalasnya langsung di komentar banyak orang,” jawabku geram.


“Tapi bahasa kamu salah, Re. Kata-katamu seakan ingin mengajak bertengkar. Bukan mengingatkannya.”


“Tapi, El ....”


“Re, aku mungkin enggak akan sesakit itu saat membacanya. Beda dengan kamu yang merasa sesama carrier. Hanya saja, tak sebaiknya sikap kamu begitu. Menurutku, jika ia masih melakukan komentar buruk. Maka, kamu cukup membalas kembali komentar baik yang membuat carrier lain menjadi semangat dan selalu berfikir positif. Setidaknya, ia akan terabaikan dengan komentar-komentar positif yang ada, Re.”


Hah !!!


“Thanks, El. Kamu emang sahabat terbaikku.”


***


Semenjak itu komentar pedas nan sadis terus dilontarkannya. Namun, sesuai saran Ela. Aku membalas dengan komentar positif untuk mendukung para carrier. Aku terus membuat para carrier untuk tidak lepas dari rasa syukur. Aku ingin para carrier terus bijak dalam bersikap dan menjalani hidup. Karena aku yakin, ada kebaikan dari setiap keadaan.


Terkadang Allah menunjukkan kasih sayangnya dengan keadaan yang terlihat buruk.


Allah, memberikan hadiah terbaiknya dengan bungkusan penuh ujian.


Allah, menyadarkan kita akan banyaknya kebaikan setelah keadaan buruk itu datang.

__ADS_1


Sungguh, Allah itu Maha Mengetahui yang terbaik bagi kita


Kini dan nanti.


__ADS_2