CARRIER ( Saat Takdir Berkuasa )

CARRIER ( Saat Takdir Berkuasa )
season 2 bab 1


__ADS_3

Aku Carrier


Perkenalkan, namaku Andrea Dinata. Tinggi 175cm dengan berat badan 60kg, berkulit putih dengan rambut hitam yang berkilau. Mata sipitku ini kerap membuatku dipanggil Oppa. Terutama bagi mereka remaja penggila drama korea.


Anak pertama dari pengusaha terkenal GD alias Group Dinata. Perusahaan hebat yang memiliki puluhan anak cabang diluar negeri. Tidak hanya pengusaha kaya, Ayahku merupakan kakak pertama pemilik perusahaan. Jadi, jangan heran ya. Jika aku sebagai anak pertama lelakinya, dicetak habis-habisan untuk siap menjadi pengganti Ayah.


Ayahku dulunya hanya hidup sederhana. Tidak seperti saat ini. Kakekku yang hanya memiliki sepetak sawit dan bekerja sebagai buruh ladang bersama Nenek. Kehidupan Kakek dan Nenenk yang sederhana dan jujur menjadi sebab datangnya kekayaan kami. Yah, sebagai buruh yang begitu jujur dan setia, Kakek dipilih untuk meneruskan usaha sang bangsawan. Perkembangan pesat terjadi semenjak Kakek menjadi penanggung jawabnya.


Hal ini membuat anak dari sang bangsawan berang dan menggila. Keserakahan membuatnya berbuat nekad. Segala macam cara ia lakukan agar harta yang berada di tangan Kakekku bisa kembali kepada genggamannya.


Termasuk mengancam Nenek dan Ayah. Hingga akhirnya Kakek mengalah, Kakek memberikan tujuh puluh persen kekayaan sang bangsawan kepada anak-anaknya. Namun, para anak-anak bangsawan tersebut tetap tidak terima. Yah, meski hanya mendapatkan dua puluh persen dari perusahaan, tapi Kakekku sudah bisa membeli lahan seluas satu kampung. Apalagi, mereka tahu. Bahwa Kakekku tak memiliki tali darah dengan sang bangsawan.


Kakek yang begitu lelah melihat Ayah dan Nenek yang terus saja menjadi ancaman, membuat Kakek pasrah. Kakek menyerahkan seluruh kekuasaan sang bangsawan kembali kepada ahli keluarganya. Kakek menjual rumah di kampung, membawa Nenek serta Ayahku untuk berpindah ke kampung sebelah.


Kakek, Nenek dan Ayah kembali kepada kehidupan nyatanya. Bahkan lebih susah dari sebelumnya. Ayah kerap merasakan kelaparan, bahkan tak makan hingga tiga hari lamanya. Meski demikian, Nenek dan Kakekku senantiasa mengajarkan untuk selalu bersyukur.

__ADS_1


“Jika kemarin kita bisa berjaya tanpa modal, maka sekarang pun bisa. Kita hanya perlu bersabar dan berusaha, jujur dan sederhana itu kuncinya.”


Itu pulalah yang sering Ayah ucapkan pada kami. Agar kami hidup sederhana dan jujur.


Petuah Kakek sungguh luar biasa. Keteladanan dan kerja keras serta keyakinan Kakek dan Nenek berbuah manis. Hanya tiga bulan, Kakek kembali di pertemukan dengan seseorang. Kali ini beda jalannya. Kakek diminta bekerja sama. Hasilnya akan dibagi dua. Dengan syarat, Kakekku sebagai penanggung jawab dan si empunya sebagai pemilik modal-investor.


Bermodalkan sikap jujur dan setia serta pengalaman yang diraih dari sebelumnya, usaha Kakek dan si empunya berjalan lancar. Tidak hanya lancar, tapi maju pesat. Diluar dugaan, hanya butuh waktu tiga bulan. Kakekku telah mampu mengembalikan modal si empunya. Inilah yang membuat si empunya berani menambahkan modal untuk mengembangkan usaha ini.


Semenjak itu, kehidupan Ayah dan Nenek begitu baik. Bahkan, prinsip Kakek untuk selalu hidup sederhana dan murah berbagi, membuat masyarakat begitu mencintai keluarga kami. Sampai kini, Ayah pun turut mewarisi sikap berbagi dan sederhana.


Hal yang tak terduga, jauh sebelum niat perjodohan ini. Ayah telah melirik anak gadis si empunya. Ayah jatuh cinta karena wanita itu santun lagi pemalu. Maklum saja, di kampungku Ayah merupakan pria tampan dan menjadi incaran para gadis seusianya. Namun, Ayah tak pernah memperdulikan hal itu. Ayah selalu belajar dan mengikuti Kakekku saat bekerja. Ayahku ingin berhasil seperti Kakek. Itulah mengapa Ayah tak banyak bermain, ia hanya bermain bersama kedua adiknya. Yaitu Pamanku.


Pernikahan itu pun dilaksanakan dengan meriah. Bagaimana tidak, kedua belah pihak pelaksana pernikahan merupakan orang terkaya dan dermawan. Hingga seluruh masyarakat kampung turut bahagia merayakan pernikahan Ayah. Pernikahan yang luar biasa, karena baru Ayah sajalah yang melakukan pesta selama itu. Seminggu penuh, pesta ini tak sekedar menjadi perayaan pernikahan saja. Namun, menjadi simbol peruntungan dari kampung kami.


Jaya Dinata dan Sri Atmaja, merekalah kedua orang tuaku. Pernikahan mereka menjadi awal terbentuknya cabang perusahaan di kota. Ayah yang telah memiliki tamatan dari kota, memberanikan diri membuka cabang. Tak hanya tekad yang kuat, namun pengorbanan yang dahsyat harus dijalani Ayah.

__ADS_1


Kakek-Ayah dari Ibuku, tengah mengalami sakit. Ibuku selaku Anak perempuan satu-satunya tak diberikan izin ikut tinggal bersama Ayahku. Namun, kebesaran hati Ayah membuat Ibuku tenang. Ayah bersedia pergi ke kota sendirian. Tinggal dan hidup di sana demi mengembangkan perusahaan kedua Kakekku. Yah, pembentukan cabang ini merupakan cita-cita Kakek dari Ibuku. Bagi Ayah, berjuang ke kota merupakan cara baginya untuk membahagiakan Kakek.


Ayah selalu menyempatkan pulang ke kampung sekali dan sebulan. Hal ini Ayah lakukan selama lebih kurang dua tahun pernikahannya. Setelah Kakek dari Ibuku meninggal, maka Ibuku memutuskan untuk ikut Ayah tinggal di kota.


Dengan mengandalkan prinsip hidup Kakek serta banyak berkonsultasi dengan Kakek akhirnya cabang perusahaan Ayah memancing daya tarik pihak asing. Ayah berhasil menjalin kerja sama dengan mereka. Peningkatan hasil dan pencapaian target perusahaan menjadikan Ayah berada di puncak kejayaan.


Lima tahun pernikahan tanpa keturunan, membuat Kakek marah.


“Kekayaan dan kejayaan tak lantas bisa dibanggakan dan membahagiakan. Hidupmu akan berakhir, jangan terus terbuai dengan puncak dunia yang tak bertepi. Kamu tahu, kamulah yang membuat aku rela bertahan dan berjuang. Bagaimana denganmu? Apa yang membuatmu berupaya lebih untuk menggapai ini semua?”


Perkataan Kakek berhasil menampar Ayah. Ayah pun mulai memperbaiki kehidupannya bersama Ibu. Ayah lebih banyak menghabiskan waktu bersama Ibu dengan harapan, aku segera ada di antara mereka. Ayah berbagi tugas dengan adik-adiknya. Ayah pun tak lantas melupakan Adik dari Ibuku. Semua Ayah kerahkan, dididik dan ditempatkan pada posisi sesuai kemampuannya.


Luar biasa, hal ini berhasil membuat perusahaan Kakek berkembang sepuluh kali lipat lebih cepat daripada saat Ayah seorang. Program hamil Ibuku pun juga berjalan lancar. Namun sayang, kejayaan keluarga Dinata dan Atmaja menjadi akhir kehidupan Kakek dan Nenekku. Mereka berpulang, tanpa melihatku. Yah, aku lahir tepat empat puluh hari setelah kematian mereka. Meskipun aku merupakan cucu pertamanya, namun aku tak pernah melihat mereka. Begitu pula dengan anak dari pamanku.


Kekompakan keluarga Dinata dan Atmaja membuat perusahaan ini kian teguh hingga kini. Besarnya peran Ayah dalam pengembangan bisnis keluarga, membuat para Pamanku senantiasa setia dan taat kepada Ayah. Ayah tak pernah berhasrat menguasai ini semua, justru Ayah meminta Pamanku untuk memegang penuh perusahaan ini. Namun, Paman-Pamanku mengakui, mereka belum mampu. Hingga Akhirnya, keluarga kami saling berbagi dan tak repot mengurusi bagian saudara lainnya.

__ADS_1


__ADS_2