CARRIER ( Saat Takdir Berkuasa )

CARRIER ( Saat Takdir Berkuasa )
My New Boyfriend bab 9


__ADS_3

Pagi ini udara begitu sejuk, derasnya hujan semalam berhasil membuatku tidur begitu nyenyak. Hingga pagi ini, aku begitu semangat untuk memulai hari. ku kenakan kemeja lengan panjang dan rok hitam yang sudah tertata rapi di gantungan. Semua atribut OSPEK dimulai dari kaki hingga kepala sudah lengkap. Berkali-kali aku bercermin, sudah seperti ratunya para bocah. Bagaimana tidak, semua hiasan yang kugunakan terbuat dari kertas. Jika bukan karena peraturan, aku tak mau melakukan ini.


Kami semua berkumpul, seperti biasa aku berbaris tepat di sejajaran Jo dan Tama. Mereka tampak begitu tampan hari ini. wangi dan segar. Waduh, sejak kapan aku jadi memperhatikan penampilan mereka.


Dari ujung pagar masuk, terlihat beberapa orang yang datang terlambat. Mereka diminta untuk menuliskan data diri, karena sehabis kegiatan mereka akan dihukum. Enggak tau sih jenis hukuman apa yang akan mereka dapatkan. Yah aku hanya berharap dapat melewati hari ini dengan lancar tanpa kejadian aneh yang membuatku malu.


Satu persatu kami nama kami dipanggil, diminta kedepan untuk perkenalan. Malunya, saat kakak tingkat suka iseng meminta kami melakukan sesuatu di depan orang banyak. Seperti orchidaceae, alias anggrek. Ia menjawab memiliki hobi nonton drama korea, keluarlah iseng si kakak tingkat meminta ia mengucapkan minimal lima kata dari bahasa Korea. Jika tidak mampu, maka ia diminta berakting dengan kakak tingkat. Wah, seru sih. Namun jika aku yang berada di depan, malu sekali rasanya. 


Setiap harinya akan dipanggil lima pria dan lima wanita kedepan untuk berkenalan. Kali ini Jo yang kedapetan maju. Aku tersenyum bahagia, rasain. Inikah rasanya senang di atas penderitaan orang lain? Pokoknya aku berasa bahagia, menanti tingkah memalukan Jo. Namun sayang, Jo bersikap sopan dan lembut saat di depan. Tak seperti biasa ia bersikap padaku, dan lebih sebalnya lagi. Ia mampu menjawab keinginan kakak tingkat. Ya Allah, baru juga mau bahagia, eh enggak jadi deh. Kini, Jo malah semakin terkenal. Banyak mahasiswa dari jurusan lain yang ingin berkenalan dengan Jo. Wajah tampan dan sikap lembutnya berhasil meluluh lantahkan banyak hati wanita. Uh, makin sebal saja rasanya.


Selanjutnya Tama, dengan nama latin panax alias ginseng. Sikap gagah, lembut dan kecerdasannya terpancar dari depan. Meski berkulit cokelat, ia tampak begitu menawan. Ia mampu mengatasi keisengan kakak kelas yang sadar akan situasi. Yah, situasi dimana banyak mata mahasiswi mengarah pada sosoknya Tama. Namun lagi-lagi Tama berhasil menjawab dan melakukan permintaan kakak kelas. Keberadaan Tama dan Jo, kini menjadi seleb kampus. Tak hanya terkenal di jurusan analis, namun juga di banyak jurusan lainnya.

__ADS_1


Program berjalan lancar, hari ini bukan giliranku untuk maju. Syukurlah, setidaknya aku masih punya kesempatan untuk mempersiapkan diri jika esok dipanggil kedepan. Saatny istirahat, Jo dan Tama mengajakku untuk makan di warung pinggir jalan. Awalnya aku menolak, namun Tama dan Jo begitu memaksa. Mereka beralasan untuk membahas tugas kelompok yang akan dikumpulkan besok. Akhirnya dengan berat hati aku mengikuti langkah mereka.


Perasaan aneh tiba-tiba menghantuiku. Sepertinya aku diikuti, bukan tapi intai. Tapi dengan siapa? Berulang kali aku melihat kesekitaran, namun tak ada keanehan. Hingga saat aku duduk di bangku panjang, tepatnya di antara Tama dan Jo. Barulah aku sadar, begitu banyak mata mahasiswi lainnya yang mengarah kepadaku. Sepertinya mereka tak senang jika aku dekat dengan Jo dan Tama. Ya Allah, berasa jadi penjahat akunya. 


“Kamu kenapa Re?” tanya Tama.


“Enggak, oh ya buruan deh kalau mau bahas tugas. Aku mau buru-buru balik ke asrama,” ucapku bete.


“Apaan, sih?” ucapku geram sambil menepis tangan Jo.


“Sorry,”

__ADS_1


“Kamu balik aja deluan, entar aku chat aja. Jangan lupa minum vitamin,” pinta Tama.


“Oke, thanks ya,” aku pun segera pergi meninggalkan mereka. Meskipun aku tak berada di samping mereka, namun tetap saja tatapan menjengkelkan para mahasiswi bucin itu menghantuiku.


Ya Allah, ada saja yang mengganggu hidupku.


Setiap detik yang berlalu


Akan ada banyak cerita di dalamnya.


Meski terlihat buruk, namun bisa jadi menjadi kenangan yang tak terlupakan.

__ADS_1


Nikmatilah setiap momenmu.


__ADS_2