
Jika dilihat sekilas, tidak ada yang aneh dengan Andra. Tapi jika semakin diperhatikan, rambutnya semakin menipis. Tubuhnya berubah kurus kerempeng. Dan cara bernafasnya mulai kelihatan berbeda.
Ini semua semua terjadi akibat penyakit yang dideritanya.
Dia telah melewati kemoterapi yang kedua. Dan akan dilanjutkan lagi minggu depan.
Kondisi Andra semakin memburuk setelah melewati pengobatan keduanya. Energinya tidak pernah sanggup sampai sehari. Berjalan pun dia tidak kuat lagi. Namun meskipun demikian, dia tetap berangkat ke sekolah dengan bantuan Reno. Cowok itu senantiasa menemani dan membantu bagaimana pun parahnya kondisi Andra. Merasa tidak apa-apa meskipun Andra menjadi beban di pundaknya.
Sebenarnya dua hari terakhir ini dia tidak sanggup lagi masuk ke sekolah. Tapi dia bela-belain datang agar bisa mendengar kabar gembira tentang Bening. Soalnya dia mendapat bocoran dari Reno bahwa keberangkatan Bening ke USA kira-kira akan diumumkan minggu ini. Dan dia akan selalu datang sampai dia mendengar kabar itu dengan kupingnya sendiri.
Pagi ini para siswa-siswi SMA Mentari berbaris seperti biasanya. Mereka akan melakukan kebaktian serta mendengar ceramah pagi dari guru piket. Sudah pasti para siswa susah diatur mengingat jumlah mereka yang tidak sedikit. Apalagi siswanya kebanyakan orang lebay yang kalo kena paparan sinar matahari langsung ngedumel gak jelas.
Bening memberanikan diri untuk mencari Andra di barisan kelas XII IPA 1. Soalnya sudah dua hari cowok itu ga ada kabar sama sekali. Padahal dia dapat info dari temannya, Rara bahwa Andra selalu hadir mengikuti kelas. Tapi kok Andra tidak membalas chatnya selama dua hari ya. Dia juga selalu menolak panggilan dari Bening. Di saat jam istirahat juga dia tidak pernah kelihatan. Hal itu membuatnya bertanya-tanya apakah dia melakukan kesalahan hingga membuat cowok itu ngambek?
Bening berhasil masuk ke barisan kelas XII IPA 1. Dia mulai mencari Andra di barisan anak cowok. Sialan, kayanya tidak ada. Reno pun juga demikian. Kemana mereka sebenarnya?
"Maaf, boleh aku nanya?" ucapnya pada seorang cowok anak IPA 1 yang berpenampilan culun. Kebetulan dia mendapat barisan paling belakang.
"Boleh," jawabnya ramah.
Bening langsung bahagia mendapat jawaban itu. Ternyata masih ada orang yang baik di kelas XII IPA 1 selain Andra dan Reno.
"Kalo boleh tau Andra di mana ya?" tanyanya agak segan.
"Andra?" cowok itu memperbaiki kacamatanya. "Emang kamu siapanya Andra?" malah balik bertanya.
"Hmmm, i-itu ga penting, tapi boleh aku tau di mana dia?"
"Siapa namamu? Dari kelas mana?"
Anjir, ternyata sama aja orangnya ribet. Bening menarik kata-katanya yang tadi.
"Namaku Bening, aku dari kelas XII IPA 9."
"Oh. Andra tidak pernah baris. Paling dia nongki di kantin bareng Reno." jawab cowok itu.
"Ha?" Bening sedikit terkejut.
"Hey, Liora, dia nanyain Andra loh," tiba-tiba cowok itu menyenggol cewe yang berdiri di sampingnya. Cewek itu langsung menoleh pada Bening.
__ADS_1
Mampus!
"Hei, murid bodoh ngapain datang ke sini?" ujar Liora agak keras hingga beberapa temannya ikut menoleh pada Bening.
"Siapa dia?" tanya Nadira datar.
"Ini gadis kurang ajar yang selama ini kita ceritain. Dia cewenya Andra." Nadine memberitahu.
"O ya? Jadi ini orang membuat Andra ngehack akun pemerintah agar mengikuti ujian ke USA?"
"Iya,"
"Anjir..."
Bening tau kalo dia menahan diri di sana suasana akan berubah buruk. Maka dia segera melarikan diri tanpa mendengar cacian terakhir dari mereka. Intinya dia tau bahwa Andra tidak ada di sana. Bagaimana ya? Apa sebaiknya dia menyusul Andra ke kantin? Tapi bagaimana kalo dia juga tidak ada di sana.
"Aish, dari tadi bapak liat kamu jalan-jalan mulu! Berbaris yang benar!" Bening malah diomelin guru piket. Sepertinya dia akan lanjut cari Andra saat istirahat tiba.
***
"Makanya, gue kan udah bilang kalo elo ga usah masuk dulu! Batu sih!" Reno mengomel sambil membantu Andra tiduran di ranjang UKS.
"Ya kan gue ga bilang harinya, gue cuma bilang Minggu ini. Ya gue juga ga tau kapan tepatnya."
"Yaudah, berarti gue akan tetap hadir."
"Serah elo deh, gue ga tau mau bilang apa!"
"Maaf, apa yang sedang kalian bicarakan?" Sinta, siswi yang sedang bertugas di UKS minggu ini memberanikan diri untuk bertanya. Dia merasa bosan dengan pertengkaran keduanya yang sedari kemarin topiknya itu-itu aja.
"Kita sedang menunggu pengumuman keberangkatan siswa yang mengikuti ujian di USA itu." jawab Reno.
"Kan udah diumumkan Minggu lalu." gadis itu tersenyum geli.
"HAA?"
"Iya loh, mereka akan berangkat Minggu depan." lanjut Sinta.
Andra merasa sedih karena tidak mendengar kabar itu secara langsung. Reno merasa bersalah karena memberikan informasi yang salah hingga orang penyakitan seperti Andra harus rela menahan sakitnya karena ulahnya.
__ADS_1
"Makasih infonya," kata Andra pada gadis itu.
"Sama-sama." balasnya lalu meninggalkan mereka berdua.
"Ren, kayanya elo harus nganterin gue pulang deh,"
"Hehe, oke, siyap Andra. Maap ya brooooo..."
***
Seperti biasa, jika Andra tidak bisa mengantarkan Bening pulang, maka Reno yang akan menggantikan posisi itu. Hari ini Andra pulang duluan. Sebenarnya sudah dua hari mereka tidak berkomunikasi sama sekali, tapi tetap aja Reno selalu memberikan alasan yang masuk akal membuat Bening percaya.
"Maaf lagi ya, Sya, aku harus nganterin Bening dulu." kata Reno pada cewek cantik di hadapannya.
"Lagi?" menatap Reno tidak suka.
"Iya,"
"Sampai kapan kamu memprioritaskan cewek sahabatmu sendiri daripada pacarmu?"
"Maaf Sya, aku tidak memprioritaskan dia, hanya saja aku sudah berjanji pada Andra,"
"Halah! Gitu aja terus!" cerocos Anastasya. "Kalo begini terus aku tidak mau!"
"Maksud kamu?"
"Mending kita putus aja!"
Hati Reno langsung hancur saat itu juga. "Putus?"
"Iya."
"Baiklah. Kamu yang meminta." kata Reno. Dia berusaha menahan tangisnya.
Anastasya langsung meninggalkan Reno saat mereka sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu. Tapi sebenarnya Anastasya menunggu Reno mengejarnya. Yah, cowok itu terlalu mencintainya hingga apapun pasti akan dilakukan. Dan keadaan seperti ini sudah sering terjadi. Biasanya Reno akan mengejarnya dan memohon maaf nantinya. Habis itu Anastasya selalu memaafkan Reno.
Reno berjalan ke arah yang berbeda. Dia tidak boleh menangis. Hah! Buat apa menangisi cewek yang gak jelas seperti itu! Tapi... Tapi kenapa dia merasa sedih?
Selama ini Reno sudah menjadi orang yang sangat baik untuk Anastasya. Dia memperlakukannya lebih dari seorang ratu. Apapun permintaan gadis itu pasti diturutin hingga beberapa kali Andra mengatainya bodoh. Andra juga beberapa kali menyuruhnya putus dari Anastasya. Karena sebenarnya cewek itu yang akan rugi jika putus dari Reno.
__ADS_1