Catatan Andra

Catatan Andra
And


__ADS_3

"Andra, kamu pasti akan senang melihat ku akan menikah dengan Reno, kan?" Bening berjongkok di depan makan Andra. Hari ini dia membawakan banyak bunga berwarna merah. Dia meletakkannya di dekat batu nisan yang bertuliskan Andra Michael.


"Aku akan mengabulkan permintaan mu." ucapnya mengusap baru nisan itu. "Andra tidur yang nyenyak ya..."


Lima belas menit kemudian Reno datang menyusulnya. Pria itu membawakan payung berwarna hitam. Dia meneduhi Bening dengan payung itu. Dia ikut berjongkok dan mengusap lengan Bening.


Keputusan menikah di ambil oleh Bening setelah Reno mengatakan semuanya di bandara. Ternyata apa yang dituliskan oleh Andra di kertas itu benar adanya. Reno mengakuinya dan melamar Bening saat itu juga. Begitu tiba-tiba hingga Bening mengurungkan niatnya kembali ke USA untuk sementara waktu.


Kabar pernikahan itu mengejutkan. Tapi bukan karena Bening dan Reno akan menikah, yang mengejutkan adalah acaranya yang mendadak. Bayangkan saja Reno melamarnya hari itu dan mereka memutuskan untuk menikah di Minggu depannya. Cukup aneh tapi semua orang bahagia.


Bening mengambil keputusan itu bukan karena permintaan Andra semata. Tapi oleh karena perkataan Andra benar adanya. Selama ini Reno lah yang tau semua tentangnya. Reno lah yang selalu datang saat dia dalam keadaan bahaya dan Reno juga yang selalu ada untuknya baik di kondisi senang maupun susah.


Sebenarnya Bening tau perasaan Reno terhadapnya. Tapi dia baru menyadarinya beberapa tahun belakangan ini. Cara dia memperlakukan dan menatap Bening sangat kelihatan. Begitu dalam. Namun, Bening selalu menolak. Pernah sekali Reno hampir menciumnya, tapi dia berhasil menghindar. Kalo saja dia tau Andra sudah lama meninggal, mungkin dari dulu dia udah jadian dengan Reno.


Benar kata Andra. Reno sempurna untuknya. Dia mulai yakin dengan hal itu saat pria itu tidak pernah meninggalkannya. Meskipun dia tidak bisa memastikan dia mencintainya atau tidak.


Hari ini mereka diundang makan ke rumah keluarga Michael. Ibu Bening serta keluarga Reno ikut meramaikan makan malam hari ini. Mereka membicarakan pernikahan Reno dan Bening yang akan dilaksanakan dua hari lagi.


"Bening akhirnya jadi menantu ku," Mama Reno tersenyum bahagia.


"Iya." Leoni ikutan tersenyum. Dulu dia lah yang mengenalkan Bening pada wanita itu. Dia menceritakan betapa ajaibnya gadis itu hingga bisa menggerakkan Andra ke arah yang lebih baik. Tidak disangka sekarang Bening malah menjadi menantu dari wanita itu. "Tapi meskipun demikian, aku ingin Bening menjadi putriku. Boleh tidak?" Leoni menatap ibunya Bening.


"Boleh lah... Bening anak kita semua," kata wanita renta itu.

__ADS_1


Bening tersenyum bahagia. Di bawah meja Reno menggenggam tangannya. Genggaman itu semakin menguat saat semua orang terlihat bahagia dengan pernikahan mereka. Inilah dunia yang diinginkan oleh Andra. Pikirnya.


***


Hari ini adalah hari pernikahan yang dinantikan. Semua orang diundang termasuk teman-teman masa SMA Bening dan Reno. Semua orang ramai membicarakan keduanya.


Hari ini bahkan rombongan alumni kelas Reno XII IPA 1 ikut menghadiri acara. Tidak ada yang berubah, mereka tetap aja seperti dulu. Songong dan banyak gaya. Apalagi Livy yang sekarang telah menjadi artis terkenal. Dia datang dengan dandanan yang norak, tentu saja dia lebih cantik dari Bening hari ini. Tapi sudahlah, semua sepertinya sudah tau kalo dia memang memfokuskan hidupnya untuk kecantikan.


Rombongan mereka datang dengan gaun pink yang seragam. Kalo orang yang gak tau pasti mengira mereka adalah teman terbaiknya sang pengantin wanita. Aslinya mah engga, mereka musuh bebuyutan. Mereka datang hanya untuk menyita perhatian publik saja. Secara acara pernikahan Reno terbilang sangat mewah dan meriah. Mereka memanfaatkan kesempatan untuk pamer ke publik.


Reno tidak peduli dengan siapapun yang akan hadir. Dia hanya ingin fokus pada pengantin wanita yang duduk di sebelahnya. Bening begitu cantik hari ini. Dia tidak berhenti menatap wajah gadis itu.


Sementara itu Ibu duduk di jajaran keluarga Michael dan keluarga Hardiansyah. Dia menangis terharu melihat putri semata wayangnya yang dia besarkan dengan keringatnya sendiri kini telah menikah dan akan memulai kehidupan baru. Dia bahagia karena putrinya menikah dengan pria yang baik.


Arnold terlihat diam saja. Mungkin pikirannya sama dengan pikiran istrinya. Perlahan air matanya mengalir begitu saja. Andai saja Andra masih di sini, mungkin dia juga akan segera melangsungkan pernikahan. Aku akan sangat bahagia melihat putra kesayangan ku itu bahagia. Ucap Arnold dalam hati.


Kebahagiaan hari ini tentu saja bisa dirasakan semua orang. Perjalanan cinta yang penuh liku antara Reno dan Bening membuat pernikahan itu terasa lebih bermakna.


Hari ini Anastasya bahkan datang dengan pacar barunya. Dia tidak cantik lagi. Mungkin karena gaya hidupnya yang bisa jadi sudah berantakan. Dia naik ke panggung untuk memberikan ucapan selamat pada pasangan yang berbahagia itu. Namun dia membuat keributan dengan menghina Bening di sana.


"Dasar perempuan tidak bermoral! Reno itu milikku! Pelakor!" gadis itu berteriak-teriak tidak jelas. Padahal sudah jelas dia datang bersama pacar barunya. Yah agak aneh sih karena pacarnya kelihatan jauh lebih tua darinya.


Reno yang merasa wanita itu sudah gila langsung memanggil dua petugas keamanan. Anastasya diseret paksa dan dikeluarkan dari gedung.

__ADS_1


Suasana kembali stabil lagi beberapa saat setelah wanita itu dikeluarkan. Sepertinya orang-orang berpikiran sama dengan Reno. Jelas wanita itu sudah gila. Jadi tidak perlu dihiraukan.


Andrio memilih duduk di barisan paling belakang. Hari ini dia kelihatan luar biasa tampan mengenakan tuksedo berwarna hitam yang dipadukan dengan dasi kupu-kupu. Senyumnya khasnya terpasang sepanjang acara. Dia mengambil beberapa foto dari belakang yang memperlihatkan semua objek yang ada. Lalu dia mengambil satu foto lagi yang objeknya hanya Bening dan Reno. Mereka sedang berciuman saat itu.


Andrio mengirimkan foto-foto itu pada seseorang bernama 'Kak Andra'. "Mereka akhirnya menikah kak. Kak Bening dan Kak Reno sudah bahagia." lapornya.


Beberapa menit kemudian pesan itu telah dibaca.


"Bagus, terima kasih, Iyo."


"Sama-sama Kak Andra..."


***


Sudah sepuluh tahun semenjak Reno dan Bening menikah. Mereka hidup bahagia seperti apa yang diinginkan Bening. Mereka hidup di USA dan memiliki banyak anak. Bening tetap menjadi seorang dokter. Sedangkan Reno memperluas dunia bisnisnya. Meskipun sama-sama sibuk merela tetap meluangkan waktu untuk keluarga. Ada banyak jadwal yang mereka buat seperti liburan ke benua eropa atau bahkan naik kapal di Antartika. Itu semua bagian dari mimpi Bening.


Anak pertama Bening berjenis kelamin laki-laki dan sudah berusia sembilan tahun. Dia mirip banget dengan papanya. Dia suka melukis, kadang suka memanah. Ada banyak hal yang ingin dia ketahui tentang dunia ini.


Suatu hari seseorang datang ke rumah Bening. Saat itu Bening dan Reno sedang bekerja. Mereka meninggalkan anak-anak dengan baby sitternya masing-masing. Hanya saja anak pertama Reno tak lagi butuh baby sitter.


Orang itu mengamati wajah anak pertama Bening. Dia bertanya, "Apakah kamu anaknya Bening dan Reno?"


"Iya," jawabnya semangat. "Anda siapa?"

__ADS_1


"Namaku Andra. Panggil saja Paman Andra."


__ADS_2