Catatan Andra

Catatan Andra
Penjelasan Reno


__ADS_3

Bening membuka layar hapenya. Dia melihat pantulan matanya yang membengkak karena menangis semalam. Dia mengirimkan pesan pada Reno agar cowok itu datang ke rumahnya. 15 menit kemudian Reno sudah berada di depan kamarnya.


"Bening, ini aku.."


Bening membuka pintu kamarnya setelah sekian lama dia menutupnya untuk Reno. Lalu dia membengis berjalan ke arah ranjang.


Reno yang melihat Bening demikian merasa terpukul. Dia tau gadis itu menangis sepanjang waktu karena ulahnya. Dia mendekatinya dan berkata, "Tolong maafkan aku, Bening."


"Antarkan aku ke bandara, pesawatnya akan landas dua jam lagi." Bening malah membalas dengan kalimat yang tidak bersangkutan.


"Kamu mau kembali ke USA?"


"Iyalah, ngapain lagi aku di sini. Toh Andra ga ada. Toh aku jadi tau semua kebohongan kamu selama ini!" Bening mulai meninggikan intonasi suaranya.


"Maafkan aku, maafkan aku..."


"Kamu membohongi ku sampai sekarang, bagaimana bisa aku memaafkan mu, hah?"


"Aku tau, tapi coba dengarkan aku..."


"Silahkan, waktu terbuka untukmu."


"Aku tau ini berat untuk mu, tapi aku juga demikian. Kamu terluka saat tau kabar ini aku sudah terluka dari sejak awal aku tau Andra sakit. Bertahun-tahun lamanya aku menghidupi mu dengan bayangan Andra, sebenarnya aku juga ikut hidup di dalamnya. Aku memberikan dunia yang sama kepadamu. Dunia dimana Andra masih ada dan masih bertingkah datar dan dingin. Sebab dengan begitu aku merasa kita berdua akan lebih baik baik saja. Aku berhasil menipumu. Dan akhirnya kamu belajar keras hingga lulus dalam kurun waktu lima tahun. Sungguh aku sedih karena kamu melakukan semua itu untuk hal yang sudah berakhir sejak lama. Tapi aku tidak menyesalinya." Reno berhenti sejenak. "Andra memintaku untuk melakukan semua ini. Dia ingin kamu sukses dan berhasil menggapai cita-citamu. Dia pernah bilang kepadaku bahwa dia agak menyesal mengenalmu. Kalau saja kalian tidak bertemu, mungkin tidak ada yang akan merasakan rasa sakit seperti yang kamu rasakan."


"Andra bagai bunga yang selalu mekar. Dia tidak pernah mati diingatan semua orang. Dia selalu dikenal meskipun sudah lama tiada. Yang membuatnya demikian karena semasa hidupnya dia orang yang bervaleu. Dan yang membuatnya sangat berarti buat kita karena dia rela mengorbankan apapun demi orang-orang yang dicintainya."


"Aku tau, aku salah karena terkesan terlalu mengikutinya. Itu benar. Tapi aku bahagia melakukanya. Andra sudah seperti diriku. Aku menganggapnya lebih dari saudara. Dia adalah aku dan aku adalah dia. Tidak peduli kamu mau mengatakan apapun, tapi itulah yang kuyakini. Andra tidak akan pernah mati, tidak akan selama aku masih hidup. Itu adalah prinsip ku."


"Semua beban yang dia tinggalkan ada dipundak ku. Dan aku tidak keberatan merangkul semua beban itu. Dan karena itulah aku mau menyembunyikan semua ini darimu."


Bening hanya terdiam. Sepertinya dia menyerap semua yang dikatakan oleh Reno. Lalu dia mulai mengumpulkan ingatan kepalsuan yang diperbuat pria itu.

__ADS_1


"Jadi surat yang kamu kasih ke aku sewaktu aku pulang dari ujian, jam tangan yang kamu bilang dari Andra, pesan-pesan rahasia yang beratas namakan AM, serta chat wa yang menyuruhku ke sini, apa semua itu ulahmu?"


Reno terdiam sejenak lalu mengangguk pelan. "Iya, maafkan aku."


"Hah! Dasar bajingan!" Bening merasa kesal.


Reno menunduk.


"Andra meninggal di hari kamu berangkat mengejar impian mu. Dia bilang padaku, jika nanti kamu lulus aku harus menggantikan dia bagaimana pun caranya. Sebelum dia meninggal, dia berkata padaku apa bisa Tuhan memberikannya waktu sampai dia bisa mendengar kabar kamu lulus. Lalu aku menjawab pasti dikasih. Tapi ternyata, Yang Kuasa berkehendak beda. Dia meninggal di hari itu juga."


"Aku sangat menyesal karena terlalu nurut padanya terutama menyembunyikan penyakitnya itu. Jika saja aku memberitahukan orang tuanya dari awal mungkin dia sudah cepat ditangani dan tidak akan berakhir tragis. Tapi bahkan saat orang tunya ingin membawanya ke rumah sakit terbaik di dunia, dia menolak dan berterima kasih. Pada akhirnya dia menerima kematian itu."


"Aku tau aku bajingan, tapi kamu juga harus tau bahwa Andra sangat batu. Aku tidak bisa melakukan apapun Bening selain menuruti apa yang dia mau."


Bening menghelai nafas. Akhirnya dia tau segalanya. Menurutnya sudah cukup Reno menceritakan semua hal tentang Andra. Dia mengerti kok bahwa Reno juga sama dengannya. Bahkan pria itu jauh lebih sakit daripadanya.


"Baiklah, aku memaafkan mu. Jadi, tolong antarkan aku ke bandara." Bening menghapus air matanya yang hampir terjatuh dari pelupuk matanya. Segera dia bangkit dan berjalan menuju lemari. Dia akan mengemasi barang-barangnya sekarang juga.


"Apa kamu yakin akan kembali secepat ini?"


"Setidaknya kamu nikmati liburan mu dulu. Aku sudah mengajukan permohonan cuti mu selama satu bulan," kata Reno.


"Walaupun, aku mau liburan di USA aja."


"Baiklah, jika itu yang kamu mau." Reno mengangguk.


Setelah mengemasi kopernya Bening turun ke bawah. Di sana dia bertemu dengan Tante Leoni. Wanita itu hampir setiap hari ke rumahnya dan bercerita banyak hal pada Ibu. Sepertinya mereka menjadi teman baik.. Meskipun ibu lebih tua beberapa tahun darinya.


"Ibu, Tante, Bening mau balik ke USA ya.." dia menyalim keduanya.


"Loh, kok mendadak?"

__ADS_1


"Bening ada kerjaannya." ucapnya lemah.


"Yah, sayang sekali..." Tante Leoni langsung memeluknya. Sangat erat. "Maafkan Tante ya selama ini tidak pernah menghubungi mu. Maafin juga karena selama ini ikut berperan membohongi mu. Tante harap kamu bertemu dengan seseorang yang lebih baik dari anakku itu."


Bening tersenyum. "Terima kasih banyak, Tante."


"Oh iya, nanti kalo tabungan ku udah cukup, aku mau mengajak Ibu tinggal di USA aja." Bening menatap Ibu dibarengi senyuman kecil. "Aku tidak ingin kembali ke sini lagi,"


"Sayang...." Ibu mendekatinya. "Kok kamu bilang gitu sih... Ibu tidak melarang kamu pergi, tapi kamu harus ingat pulang ke tanah airmu. Di sinilah kamu di lahirkan, dan kamu akan kembali ke sini." kata Ibu.


"Tapi di sini memberikan ku pengalaman buruk Bu, aku tidak ingin hidup di dalam angan-angan ku lagi..."


"Tidak begitu sayang, Ibu tau kamu terluka tapi cobalah untuk menenangkan dirimu. Nanti kamu juga akan sadar sendiri..."


Bening tersenyum kecil lagi.


"Oh iya Bening, ini ada hadiah dari Tante..." Leoni memberikan sebuah paper bag padanya.


"Apa ini?"


"Itu buku tulisanku. Semua isinya pure dari catatan Andra. Kalo kamu membacanya kamu pasti tidak akan merasa sesakit itu lagi. Tokoh utamanya tentu kamu dengan dia. Isinya sudah menceritakan semua hal yang dia rasakan dan dia alami. Kamu akan mengerti bagaimana caranya mengiklasnkan sesuatu yang sudah kembali pada Tuhannya. Semoga kamu suka."


Bening tidak bergeming. Dia membuka paper bag itu dan melihat isinya sebuah buku yang berjudul 'Anak Misterius' dan sebuah catatan usang.


"Yang satunya lagi buku catatan asli Andra. Tante rasa kamu yang lebih pantas menjaga buku itu."


Bening menunduk. "Terima kasih, Tante..."


Akhirnya Reno mengantarkan Bening ke bandara.


"Makasih Ren," ucapnya sambil menyeret kopernya.

__ADS_1


"Bening," panggil Reno setengah berteriak. Bening berbalik. "Apa ada yang ingin kamu tanyakan?"


Bening mengangguk. "Apakah kamu mencintaiku?"


__ADS_2