
Bening telah memesan tiket untuk kembali ke USA. Besok lusa dia akan terbang ke kehidupan yang sebenernya. Mungkin itu akan lebih baik ketimbang dia tetap di rumah dan terus memikirkan kebodohannya serta dia juga tidak mau terlalu berlarut-larut dalam penyesalan.
"Maaf Nin, tapi besok aku harus balik ke USA." ucap Bening pada seseorang memalui sambungan telepon.
"Yah, katanya mau lihat bayi pertamaku," suara orang di seberang terdengar kecewa.
"Maaf banget, tapi aku harus kembali sibuk agar tidak gila."
"Oh, ini gara-gara itu ya..."
"Jangan bilang kamu juga tau itu!" Bening mulai berkata dingin.
"Ini tentang Andra, kan?" Nina menekan suaranya.
"Hmm. Kamu tau sesuatu tentang dia? Apa jangan-jangan kamu sudah tau kebenarannya?"
"Kebenaran apa? Tentang kepergiannya?"
"Hah! Jelas kamu tau itu kan?"
"Tentu saja. Semua orang di kota ini juga tau!" jawab Nina. "Andra kan anak konglomerat, mustahil kematiannya disembunyikan!"
"Tapi kenapa aku tidak tau?"
"Hmm, itu aku juga bingung. Yang aku ingat, sehari setelah kematian Andra yang begitu tiba-tiba, satu sekolah dibungkam oleh Reno. Dia menyuruh semua orang diam dan tidak usah membicarakan perihal kematian itu. Juga, dipaksa untuk berbohong padamu. Tak ku sangka dia berhasil sampai sekarang."
"Reno? Kenapa dia melakukan itu?"
"Aku juga tidak tau, yang pasti dia berhasil."
__ADS_1
Bening langsung memutuskan sambungan telepon. Dia merasa semua orang sama aja. Selalu berkata yang pasti, ada alasannya, tapi apa???? Dia juga mau tau.
Tatapan mata bening tertuju pada surat yang diberikan oleh Andrio beberapa hari yang lalu. Jujur saja dia tidak mau membaca surat itu karena isinya pasti hanya permintaan maaf atau enggak kata-kata indah dari Andra. Dia tidak mau jatuh lagi ke dalam perasaan yang membuat dia akan semakin merasakan rasa sakit yang ujungnya tidak akan bisa disembuhkan.
Namun, surat itu menyita perhatiannya kali ini. Tidak ada salahnya jika dibaca. Perlahan-lahan dia membuka amplop yang sudah usang itu.
Tulisan di dalam amplop itu amat dikenali oleh Bening. Tulisan itu masih pemecah rekor sebagai tulisan paling rapih versinya. Dan entah kenapa matanya langsung tertarik untuk membaca. Itu tulisan tangan Andra.
Untuk Bening di masa depan....
Apakah kamu sudah dewasa?
Apakah kamu bertambah cantik?
Apakah kamu sudah menjadi dokter?
Apakah kamu baik-baik saja?
Surat ini kutuliskan untukmu tepat di hari ulang tahunmu yang ke 18 tahun. Dan semoga bisa sampai ke tanganmu setelah surat ini berhasil terselip entah sampai kapan. Tapi keinginan ku semoga sampai saat kamu sudah dia atas ambisimu.
Bening yang cantik dan manis, mungkin surat ini adalah ketidakpastian sama seperti hidupku. Aku tidak tau apa ini bisa sampai ke tangan mu atau tidak. Sama seperti diriku yang akan berakhir hari ini atau entah kapan. Aku merasa tidak relevan lagi.
Jika surat ini sampai ke tangan mu, ku pastikan Iyo lah yang akan memberikannya padamu. Dan ku pastikan juga dia tidak akan membacanya. Adik kecilku itu bisa ku andalkan.
Bening, aku belum sempat minta maaf padamu. Jika surat ditangan mu, maka ini adalah pertemuan kita setelah berpisah begitu lama. Aku tak tau kapan kita akan terakhir bertemu sebelum Yang Kuasa menaungiku. Aku harap bukan di hari ulang tahun mu ini. Mungkin jika surat ini telah kamu baca, maka artinya inilah pertemuan terakhir kita. Dan tak akan pernah bertemu lagi.
Aku mau minta maaf terlebih dahulu karena menyembunyikan semuanya darimu. Aku minta maaf karena membuatmu masuk dalam kehidupan ku. Aku juga minta maaf atas segala hal yang terjadi. Aku meminta maaf karena memberikanmu luka yang begitu dalam. Aku minta maaf karena harus pergi meninggalkan mu.
Bening, aku juga mau berterimakasih. Segala hal yang kamu berikan begitu indah. Aku merasa merasa bahagia walau hanya sejenak. Mungkin rasa terima kasih ku tidak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata. Atau mungkin Reno akan menuliskan surat untukmu yang beratas namakan diriku. Yah, aku tau dia pasti melakukannya. Tapi meskipun dia yang menulisnya, ketahuilah bahwa itu pasti untaian yang bisa dia deskripsikan. Pada akhirnya kamu akan tau aku yang menyuruhnya.
__ADS_1
Bening, ada satu kebenaran yang mungkin belum kamu ketahui sampai sekarang. Aku tidak yakin si pecundang itu berani mengatakannya secara langsung padamu. Sekarang, aku akan memberitahumu.
Sebenarnya, Reno menyukaimu. Dan itu sudah lama. Di pertemuan pertama, saat kita bertabrakan hari itu, sebenarnya dia sudah jatuh hati padamu. Kelak kamu akan tau bahwa cintanya ke Anastasya hanyalah omong kosong. Saat itu, saat kamu berhasil membuatku tertawa, dia mendeklarasikan bahwa dia akan mengejarmu. Tapi sayang, aku malah ikutan tertarik padamu. Dan akhirnya dia merelakan mu untukku. Dia sangat teramat baik.
Reno, teman terbaikku itu bukan tanpa alasan bersemangat menjemput mu setiap pagi jika aku tidak ada. Bukan tanpa alasan dia sebaik dan sepeduli itu padamu. Semua itu karena dia juga memiliki rasa yang sama sepertiku. Dia sangat menyukai senyuman mu, dia juga sangat menyukai matamu. Saat itu kami selalu berbagi cerita tentang apa yang lihat dari seorang Bening.
Kami menyukai gadis yang sama. Anehnya, aku tidak keberatan dengan semua itu. Aku bahkan tak masalah saat dia bilang ingin memelukmu. Ingin mencium bibirmu yang mungil itu. Karena pada akhirnya aku tau dia lah yang akan menjadi pemenangnya.
Bening, rasanya perasaan dia lebih dalam dariku. Aku bisa merasakannya saat dia mengatakan sepertinya kamu sedang berada dalam bahaya. Dan entah kenapa firasatnya selalu benar. Dia tau semua hal tentangmu. Saat itu aku merasa bukan siapa-siapa dihadapan mu.
Untungnya, sakit yang kuderita ini memberikan sedikit benefit untuknya. Aku memang tidak bisa memastikan tapi yang pasti kamu akan bersama dia di masa depan. Dan jika itu benar, alangkah bahagianya aku sebab sahabat dan pacar ku akhirnya menemukan kebahagiaan. Aku akan bahagia kalau kalian bahagia.
Anak yang baik seperti Reno tentu akan mendapatkan yang baik juga. Aku yakin akan hal itu. Dia tidak akan berakhir dengan Anastasya yang kelam tapi dengan Bening yang cerah.
Bening, mungkin ini akan menjadi permintaan terakhir ku. Aku mohon kabulkan. Reno adalah orang yang paling kupercaya di kehidupan ini, dia juga orang yang paling bisa diandalkan. Jika kamu bersama dia maka aku akan merasa bersamamu. Tolong Bening, jika kamu masih mencintai ku, maka tolong cintai dia. Hentikan cintamu padaku dan menoleh lah pada Reno. Dia kandidat terbaik yang aku pilih untuk mu. Kamu tidak akan pernah kecewa, kamu tidak akan pernah ditinggalkan dan kamu akan selalu merasa bahagia. Karena seperti itulah Reno.
Semua mimpimu akan terkabulkan jika bersamanya. Punya banyak anak, hidup di USA, jalan-jalan kemanapun yang kamu mau, merawat banyak kucing. Hanya Reno lah yang bisa mewujudkannya.
Tolong bersamanya Bening. Aku hanya yakin pada dia. Aku percaya kamu bisa bahagia hanya kalau bersama dia. Plis, kabulkan permintaan terakhir ku ini.
Reno adalah malaikat kehidupan. Dia menjadi manusia yang paling kurugikan sepanjang sejarah hidup ku. Maka aku ingin memberikannya sebuah hadiah yang bisa menembus semua kebaikan dia selama ini. Dan hanya kamu yang bisa kuberikan padanya. Meskipun, aku tidak tau kamu mau atau tidak.
Aku selalu bilang padanya, aku baik-baik saja, kini aku menyesalinya. Di surat ini aku hanya bisa minta tolong padamu. Tolong berikan secercah cahaya padanya. Dia menunggumu sampai saat ini. Dan aku yakin, manusia yang sangat berperasaan sepertinya tidak akan menghilangkan perasaannya begitu saja. Aku yakin dia sabar menunggu sampai suatu ketika kamu memberikan celah agar dia bisa masuk.
Jika nanti akhirnya kalian bersatu, ketahuilah aku tersenyum dari atas. Aku pasti menangis bahagia. Maka tolong ya Bening...
Aku akan selalu mencintaimu
Andra
__ADS_1