Catatan Andra

Catatan Andra
Andra...


__ADS_3

"Aku dengar Tante menjadi penulis yang terkenal sekarang. Apa itu benar?"


"Kata siapa?" tanya Leoni sambil berjalan melewati gerbang belakang.


"Kata Nina. Katanya dia menjadi editor Tante."


"Hahaha." Leoni tertawa singkat. "Kadang kita memang harus menuliskan rasa sakit yang kita alami. Karena rasa sakit akan terobati saat kita menuliskannya."


"Rasa sakit apa yang Tante maksud?"


"Nanti kamu akan tahu sendiri." kata Leoni sambil memasuki pemakaman umum. Bening baru tau kalo dibelakang rumah itu adalah pemakaman. Persis di belakang gerbang. Dari lantai dua pasti barisan kuburan itu terlihat. Ih seram banget.


"Kenapa Tante pindah ke sini? Bukankah rumah yang lama lebih baik? Aku dengar Tante menjual rumah yang lama,"


"Sebenarnya biar dekat sama Andra aja sih," kata Leoni.


"Hah? Maksudnya?"


Leoni tersenyum. Dia mengamati wajah Bening dengan seksama. "Kita petik bunga dulu. Andra suka mawar berwarna merah." sambil tangan wanita itu mengambil bunga mawar yang tumbuh subur di dekat gerbang. Sepertinya bunga itu di petik setiap hari hingga sebagian besar kembangnya sudah menghilang.


Bening masih belum mengerti dengan semua ini. Bunga berwarna merah? Sebenarnya apa maksud dari semua ini??


"Tante..."


"Sttt, kita udah sampai." Leoni memberitahu. Bening membatu. Mereka tengah berhenti di sebuah makam yang indah. Bening tidak yakin akan firasatnya yang buruk.


"Maksudnya apa Tante? Andra mana? Sampai di mana maksudnya??" gadis itu mulai tidak sabar.


Leoni berjalan makam yang dikelilingi bunga-bunga itu. Dia meletakkan dua kuntum bunga mawar merah di atas makam itu.


"Bening... Ini Andra..." ucap Leoni sambil mengusap baru nisan berwarna hitam itu.


"Tante jangan becanda, ini gak lucu!" Bening kembali menyangkal.

__ADS_1


"Ini ga becanda sayang, ini Andra..."


"Engga! Engga! Andra gak mungkin... Andra gak mungkin...." suara Bening mulai menghilang. Dia menatap batu nisan itu. Seketika dia nanap membacanya. Andra Michael, meninggal pada tanggal yang sama saat keberangkatannya tujuh tahun yang lalu.


"Tidak mungkin!" emosi Bening berubah drastis.


"Sayang..."


"ENGGA!!! ENGGA MUNGKIN ANDRA MENINGGALKAN KU!" teriak bening. Tiba-tiba penglihatannya menghitam. Dia merasa tidak bisa seimbang lagi. Sedetik kemudian dia jatuh membentur makam itu.


***


Hari ini Bening benar-benar bertemu dengan Andra di dunia ilusi. Cowok dengan baju berwarna putih datang mendekatinya. Sesosok Andra itu tersenyum padanya.


"Masa semua orang berbohong padaku tentang mu," Bening menangis pada ilusi Andra.


"Bening, kamu tidak bisa menyangkal lagi sekarang. Kamu sudah tau kebenarannya." Andra tersenyum padanya.


"Tidak! Aku tidak terima! Kamu masih ada, buktinya aku melihat mu sekarang!"


"Aku tidak akan memaafkan mu!"


Cowok tampan itu mendekatinya. "Jika saja aku bertemu denganmu lebih awal, mungkin aku tidak perlu berdiri di sini sebagai orang yang gagal. Tapi aku yakin, kamu bisa melewati semua ini."


"Andra, apakah kamu tau aku menunggumu selama tujuh tahun? Aku selalu duduk di dekat danau sambil mengirimkan pesan padamu. Aku bilang aku ada di sana, berharap kamu tiba-tiba datang dari belakang. Tapi..."


"Aku tau, Bening. Maka dari itu aku meminta maaf sebesar-besarnya. Mulai sekarang, kamu sudah bisa melanjutkan hidupmu. Sekarang kamu bisa mencari orang lain sebagai pengganti ku."


"Tidak!"


"Maaf Bening, tapi ini sudah waktunya. Sepertinya aku harus pergi." Andra tersenyum sekali lagi lalu samar-samar mulai menghilang. Sayup-sayup terdengar suara seseorang memanggil nama Bening.


Bening membuka matanya. Dia berada di sebuah kamar dan sedang dikelilingi oleh empat orang. Tampaknya wajah mereka memancarkan kekhawatiran.

__ADS_1


"Bening sayang..." Tante Leoni menyentuh pipinya.


Bening menggeleng. Dia sedang berada di ranah kenyataan yang ingin dia sangkal. Dia tidak pernah menyangka penantiannya selama tujuh tahun akan berakhir setragis ini. Bisa-bisanya semua orang menyembunyikannya dengan sempurna. Dan anehnya semua orang berusaha meyakinkan dia bahwa Andra memang masih ada. Dia sedang pergi ke Kanada untuk mengejar impiannya. Dia sudah menjadi astronot. Ternyata setiap ucapan tentang Andra hanyalah kebohongan belaka.


Faktanya cowok itu telah lama menghilang dari bumi ini.


Bening tidak ingin bangun. Dia ingin tidur untuk selama-lamanya. Atau dia ingin hidup di dunia ilusi saja. Dia ingin bersama Andra sepanjang waktu.


Tapi keadaan memaksa dia untuk bangkit. Ke empat manusia yang menungguinya menantinya bicara. Sepertinya mereka sudah siap disalahkan.


"Aku mau pulang," ucap Bening dengan mata yang kembali basah.


"Jangan dipaksa, sayang... kamu istirahat dulu."


Bening menatap Leoni. Akhirnya dia tau alasan mengapa wanita ini berubah drastis. Pasti alasan foto-foto Andra dipajang di seluruh ruangan untuk mengingatkan mereka pada Andra. Ada berjuta pertanyaan yang ingin dia tanyakan, tetapi saat ini mulutnya terasa kaku.


Bening mencoba menenangkan pikirannya. Sekarang dia sudah bisa mengontrol diri. Memang, menerima kenyataan adalah hal yang sulit, tapi dia harus menerimanya. Sebagai dokter yang mengerti tentang otak dia mencoba menghapus beberapa ingatan yang menyakitinya. Lalu keadaannya kembali baik-baik saja.


Mungkin inilah alasan mengapa Andra menyembunyikan semua ini sampai tujuh tahun lamanya. Mungkin pria itu tau bahwa di kondisi sekarang Bening sudah bisa belajar menerima. Bukan lagi menangis tiada henti lalu berniat bunuh diri. Yah, mungkin dia akan melakukan itu apabila dia tau semua ini dari awal.


Bening menatap Reno. Pria itu yang paling berperan membohonginya. Dia yang memberitahukan semua bualan hingga Bening yakin bahwa Andra memang belajar keras untuk mencapai ambisinya. Dan bodohnya, Bening percaya selama ini.


Dia tau, Reno melakukan semua itu pasti atas permintaan Andra. Tapi dia tidak menyangka akan sejauh ini. Bahkan pria itu mengikuti kegilaan Bening dengan ikut merayakan ulang tahun Andra selama ini. Dia menutupi semuanya dengan rapat.


"Bening, Tante tau kamu kecewa, tapi kita semua punya alasan tersendiri mengapa melakukan ini." Leoni mencoba menenangkan Bening yang memberikan sorot mata aneh pada Reno.


"Baiklah, aku akan mendengarkan." kata Bening sambil menahan rasa sakit yang menusuk.


"Andra sangat mencintaimu. Dia tidak ingin kamu memikirkan tentang dia. Dia tidak ingin kamu khawatir. Makanya dia meminta agar membiarkan kami membuatmu merasakan kalo dia masih hidup. Tidak tau kenapa, bahkan di akhir hidupnya dia masih bisa menitipkan salam manis untukmu."


"Andra pernah bilang, dia ingin hidup lebih lama untuk menemani mu." Leoni terhenti karena tak kuasa menahan tangisnya. Ingatan tentang hari itu kembali tergambar jelas. Itu hari yang paling buruk yang pernah dia jalani seumur hidupnya.


"Bilang apa Tante?"

__ADS_1


"Dia bilang akan memberikan pengganti yang lebih darinya untukmu."


__ADS_2