Catatan Andra

Catatan Andra
Mukjizat


__ADS_3

"Halo, selamat ulang tahun yang ke 26 Andra. Semoga kamu sehat selalu di mana pun kamu berada. Semoga tahun ini cita-cita ku tercapai untuk bertemu kembali dengan mu. I really miss you." pesan itu dikirimkan oleh Bening pada nomor lama Andra. Sudah tujuh tahun lamanya dia rutin mengirimkan pesan pada nomor itu. Setiap hari. Dia menceritakan semua hal yang dia rasakan di sana. Dalam ilusi Bening, Andra membacanya dan membalasnya sesuai dengan yang dia mau. Inilah penyangkalan yang kadang membuat dia terlihat aneh. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Andra tidak berhubungan lagi dengannya.


Hari ini dia mengundang teman-teman dekatnya untuk merayakan ulang tahun Andra. Ini memang tidak masuk akal, tapi teman-temannya malah sudah terbiasa dengan Bening yang demikian. Pernah sekali salah satu teman Bening menanyakan kenapa Bening merayakan ulang tahun tapi orangnya tidak ada malah berujung Bening tidak mau ngomong lagi sama dia. Semenjak saat itu tak ada yang protes, mereka pasti datang dan menikmati kue ulang tahun Andra.


Hari ini sepulang dari rumah sakit Bening segera berdandan cantik. Rambutnya sudah memanjang hingga sepinggang. Dia mengenakan gaun warna merah. Malam ini dia akan merayakan ulang tahun Andra bersama Reno. Kalo ini dia tidak akan mengajak teman-temannya.


Reno menjemputnya saat jam menunjukkan pukul tujuh malam. Mereka memasuki restoran outdoor yang lumayan rame. Reno sudah memesan kue ulangtahun. Jika begini situasinya Bening pasti akan lengket dengan Reno.


Mereka berdua meniup lilin untuk Andra.


"Yeyyy," Bening tepuk tangan. Reno hanya tersenyum.


"Apa hadiah kamu untuk Andra tahun ini?" tanya Bening.


"Hmm, aku mengiriminya sebuah jam edisi terbatas." jawab Reno.


"Wah. Apa dia menjawab pesan mu lagi?"


Reno menggaguk. "Yah, dia menanyakan mu. Aku hanya bilang kalo kamu baik-baik saja."


"Yahhh," Bening kecewa. "Ren, apa Andra sudah jadi astronot?"


Reno menggaguk. "Dia pasti melihat kita sekarang dari atas sana."


"Bisakah kita menemuinya?"


"Tentu saja. Tapi kita tak tau kapan jelasnya." jawab Reno sambil memotong kue itu. Dia menyuapi Bening. Mereka terlihat mesra. Persis seperti pasangan yang saling mencintai.


"Aku sudah mencoba mempelajari astronomi. Katanya, kalo umur seseorang akan melambat jika pergi ke luar angkasa. Kebayang ga sih kalo nanti aku umur 50 tahun dan Andra kembali dengan umur 30 tahun. Itu menggelikan bukan?" Bening tertawa memikirkannya.


"Yah, dan sudah lebih tepat kamu menikah denganku ketimbang dengan dia. Nanti kamu dicap pedofil kalo masih sama dia."


"Bodoh amat aku mah. Yang penting aku bisa bersamanya." kata Bening.

__ADS_1


"Yah yah, kamu pasti sudah gila." Reno menggeleng. "Btw, bukan depan aku akan ke Indonesia. Aku ada urusan bisnis di sana. Sekalian aku ingin menemui papa dan mamaku."


"Berapa lama kamu di sana?" tanya Bening sambil kembali memotong kue itu.


"Paling lama dua bulan." jawab Reno. "Apa ada titipan?"


"Nanti deh aku pikirin. Mungkin aku harus membelikan beberapa baju baru untuk ibuku." kata Bening.


"Baiklah. Sebaiknya kita makan sekarang."


***


Tiga hari sudah berlalu semenjak dia dan Reno merayakan ulang tahun Andra. Pagi ini dia mendapat sebuah keajaiban. Keajaiban yang membuat dia berteriak histeris hingga Stella yang masih tidur langsung berlari ke kamar Bening.


"Ada apa, Bening?" tanyanya khawatir.


"Stel... Stel.... ini mustahil...." ucapnya bergetar.


"Ini mustahil Stell..." ucapannya lagu sambil memberikan layar hapenya pada Stella. Gadis itu mengamati layar hape itu. Hanya pesan rutin yang dikirimkannya setiap pagi pada Andra. Stella baru menyadari saat satu pesan terakhir Bening dibaca oleh pemilik nomor itu.


"APAAAA???" Stella ikutan histeris.


"Stel, aku mau nangis..." Bening langsung masuk ke pelukan Stella dan menangis di sana. Stella menenangkan sahabatnya itu.


Beberapa menit kemudian orang di seberang menjawab. "Hmm, kenapa Bening?"


"SUDAH DIBALAS BENING!!!!" Stella berteriak lagi.


Bening duduk dengan bersila di atas karpet di bawah tempat tidur. Dia mengikat rambutnya yang panjang terlebih dahulu. Lalu dia menghapus air matanya yang membanjiri pipinya sejak tadi.


"Aku harus ngomong apa, Stella?" tanyanya sambil terisak.


"Maki aja orang itu! Kalo gak blokir aja sekalian!" Stella malah emosi. Dia demikian karena kasihan melihat Bening menunggu selama ini.

__ADS_1


"Apaan sih Stell!" Bening malah sebal.


"Yaudah, ikuti kata hati kamu aja."


"Baiklah." Akhirnya Bening mengetikkan pesan panjang lebar. Hampir dua jam dia mengarang kata-kata itu. Setelah itu dia meminta Stella membacanya terlebih dahulu sebelum mengirimkannya.


"Alamak! Ini panjang banget, aku aja malas membacanya!" protes Stella.


"Sudahlah, sepertinya tidak ada juga gunanya aku menyuruhmu membacanya. Pasti ada aja yang kamu protes." Bening langsung menarik hapenya lagi lalu mengirimkan pesan itu pada Andra. Ajaibnya pesan itu langsung dibaca oleh Andra.


Pesan itu berisi keresahan hati Bening selama ini. Semua hal yang dia lakukan dan semua hal yang sudah terjadi. Dia juga menceritakan semua pencapaiannya selama ini. Tidak lupa ia memberitahu bahwa dia lulus hanya lima tahun akademik dan sekarang sedang belajar untuk mengambil profesi. Semua hal dia beritahu.


Sepertinya orang di seberang sana membaca untaian kata-kata yang ditulis oleh Bening. Lumayan lama dia membalas. Tapi Bening dan Stella sabar menunggu balasannya.


"Apakah kamu tidak mau pulang untuk bertemu dengan ku?" sungguh balasan yang membuat keduanya merinding. Stella bahkan bergetar saat ini.


"Stell, sepertinya dia sedang di Indonesia sekarang... Aku harus pulang Stell.... aku harus menemuinya..." Bening menangis lagi.


Kali ini Stella tak punya alasan untuk melarang Bening. Bahkan dia juga merasa senang karena akhirnya penantian Bening berakhir. Penderitaannya selama tujuh tahun terakhir ini akan terbalaskan dengan menemukan obatnya. Andra akan menjadi obat paling mujarab untuk mengobati semua luka di dalam hati Bening.


"Aku akan memberi tahu Reno... Dia harus tau tentang semua ini..."


Stella mengerutkan keningnya. "Reno siapa?"


"Hmm, dia Gion. Sebenarnya nama asli Gion itu adalah Reno. Dia bukan pria yang seperti dipikiran kamu. Dia bukan manusia sempurna yang tiba-tiba saja tergila-gila padaku. Sebenarnya dia sahabat dekatnya Andra..." selama ini Bening menyembunyikan semua ini dari Stella. Dia tidak pernah bercerita apapun tentang Reno. Dia hanya memberitahu bahwa nama Reno adalah Gion yang berasal dari negeri ginseng.


"APAAA!" Stella tampaknya kecewa mendengar itu.


"Maaf ya menyembunyikan semua ini darimu."


"Tidak apa-apa sih, tetap saja aku pendukung Reno." ucapnya berbohong.


"Aku harap kamu bisa berhenti menjodohkan ku dengannya. Karena aku akan segera kembali kepada orang yang mencintaiku. Dan pada orang yang kucintai."

__ADS_1


__ADS_2