CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
BAB 11


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat bergulir. Pengecakan di cabang perusahaan alex berjalan dengan baik tidak ada ditemukannya kesalahan. Kebiasan alex yang suka melakukan pengecekan di setiap cabang perusahaan dilakukan oleh dirinya karena menerutnya bila ini diberikan kepada pegawai berkemungkinan terjadi korupsi. Hal ini yang membuat setiap cabang perusahaan tidak berani melakukan korupsi selain alex yang suka berkunjung untuk melakukan pengecekan sendiri. Hukum yang akan diberikan bagi orang yang melakukan kesalahan di perusahaan alex tidak ringan dari dimasukkin penjala hingga penyiksaan yang masih sampai saat ini tidak ada yang tahu akan semua kegiatan itu. Selain menjadi pengusaha terkenal alex juga seorang mafia yang begitu di hormati dan ditakutin. semua saingannya sadar jika bermain api dengan seorang alex hanya mendatangkan petaka. walaupun setelah pertemuannya dengan nana membuat kegiatannya di dunia kegelapan mulai berkurang. Alex sadar kalau nana tahu pasti wanita itu tidak akan bisa menerimanya selain itu dia ingin keluarganya nanti tidak dibayangi oleh kegiatannya di usaha gelap itu. Bagaimanapun resikonya begitu besar jika itu terus dilakukan. sekarang dia hanya ingin membuat kekuasaannya semakin besar agar saat keluar dari dunia gelappun tidak ada satu orang pun yang berani mengganggunya.


"Tuan." suara seorang wanita disampingnya menghentikan lamunannya sesaat.


"Sekarang masih jam 3 sore dan acaraku sekitar jam 8 malam bagaimana kalau kita kembali dulu ajah. agar tuan bisa beristirahat sepertinya anda terlihat letih." Ucapan nana membuat hati seorang alex bahagia. dia tidak menyangka akhirnya wanitanya yang begitu cuek padanya bisa sangat peduli. walaupun dia tahu nana memang seorang wanita yang baik hati dan mudah mengkhawatirkan orang terdekatnya.


"baiklah , apakah tidak ada yang ingin kamu beli sebelum kembali?" ucap alex membuat nana sedikit berpikir sesaat. alex yang sedang menyetir sesekali melihat wajah wanita di sebelahnya yang sedang berpikir. dia berpikir nana selalu cantik walaupun sedang marah dan sangat lucu kalau dia sedang berpikir seperti saat ini.


"Tuan bawa baju santai kan ?" tanya nana.


"saya hanya membawa beberapa setel jas dan kemeja. kenapa kamu bertanya seperti itu?" alex agak bingung dengan pertanyaan nana. dia berpikir acara malam ini seperti acara yang sering dia datangi. acara formal dengan orang-orang yang datang berpakai jas dan dress. Padahal kemaren nana baru saja bilang acara yang akan dia datangin bukan acara formal. namun alex waktu itu tidak begitu mendengarkan ucapan nana.


" kalau begitu kita mampir ke mall dulu untuk memberi beberapa baju untukmu tuan." ucap nana. alex terkejut dan senang dia merasa wanita itu mengajaknya date padahal nana tidak pernah berpikir seperti itu.


"Baiklah, tapi aku tidak terbiasa menggunakan pakaian murah. aku sudah mempunyai desainer langgananan." ucap alex sombong.


"Huh, tuan anda datang ke acara saya tidak ada yang peduli tuan pakai baju apa. tuan pake sendal jepit kaos oblong dan celana pendekpun kita gak peduli tuan. jangan samakan acaraku dengan acaramu yang harus menggunakan pakaian dari desainer terkenal agar tidak malu bertemu dengan kolega mu." ucap nana kesal. dia tidak suka dengan orang yang menyombongkan ke kayaannya walaupun dia tahu atasannya tidak pernah berniat untuk menyombongkan semua itu kepadanya.


"Terserah kamu saja dan berhenti memanggilku "TUAN"  aku masih muda." ucap alex kesal. dia merasa tidak nyaman ketika nana memangginya dengan embel-embel tuan. Dia merasa itu panggilan yang tidak akrab.


"tapi tuan saya..."


"Saya tidak suka dibantah nana." ucapan alex menghentikan keadaan di dalam mobil itu.

__ADS_1


Tak terasa mobil yang dikendarain alex sudah sampai di salah satu mall elite di kota ini. Walaupun nana tidak begitu nyaman datang ke tempat ini. Memang dia asli dari kota ini tapi menurutnya datang ke mall elite ini hanya membuat uangnya habis dengan cepat. Lagipula dia terasa malu jika datang ke tempat ini. dia bukan pertama kali ke tempat ini karena beberapa teman wanitannya sering datang ke tempat ini. Nana yang sudah siap keluar mobil tanpa sadar melihat ke alex. Dia merasa sedikit risih melihat penampilan alex yang masih menggunakan jas dan dasi. dia tidak bisa mengelak kalau pria disampingnya begitu menawan tapi rasanya aneh saja orang datang ke tempat ini dengan setelan seperti atasannya ini.


"Tuan" ucapan nana pada alex di balas dengan tatapan tajam . alex sebal wanita di sebelahnya tidak memanggilnya dengan nama.


"Alex."


"Apa?" ucap alex dengan sedikit senyum tipis yang hadir karena panggilan nana terhadapnya. Senyum itu menambah ketampanan yang dimiliki alex membuat nana terdiam untuk sesaat hingga alex yang mendekat menuju teringannya.


"Air liurmu menetes." ucap alex membuat nana tersadar dari lamunannya akibat pesona sang pria itu. segera nana menghapus air liur namun tidak menemukannya.


"Hey kamu berbohong." ucap nana sambil memukul badan alex karena sebal telah ditipu oleh pria di sampingnya. suara tawa alexpun muncul membuat nana semakin terpesona namun untuk saat dia bisa sadar sebelum pria itu menipunya kembali.


"Alex sebaiknya kamu lepas jasmu ." ucap nana membuat alex terkejut.


"Ih apa sih ? kalau kamu pakai jas dan dasimu di mall rasanya aneh ajah. sudah lepas." ucap nana sambil membantu alex membuka jas dan dasi. senyum alexpun seketika merekah karena perlakuan wanita di sampingnya saat ini. Nana membantu membuka kancing atas dan menggulung kedua lengan kemeja alex. Hal itu membuat ketampanan alex bertambah lagi namun saat ini nana tidak begitu terpesona. dia tidak ingin alex mengetahui itu.


"nah kalau ginikan cocok , ayo" ucap nana mengajak alex untuk turun dari mobil. nana yang pada saat itu jalan lebih dulu dengan alex yang jalan di belakang. sebenarnya nana merasa malu saja kalau harus berjalan beriringan secara atasannya itu punya tampang yang kaya artis-artis eropa. hingga seseorang memanggilnya membuatnya berhenti berjalan. alexpun mencari seseorang yang memanggil wanitanya itu.


"Nana." ucap seorang pria dengan badan yang lebih tinggi dari nana dan wajah yang lumayan menawan.


"Hey rio , apakabar?" ucap nana pada seorang pria yang baru saja menyapanya. Dilain sisi Alex yang melihat nana sedang asik berbicara dengan seorang pria membuatnya marah. apalagi dia merasa tidak dianggap pada saat itu. Alexpun berjalan mendekati nana dan langsung merangkul nana. Hal itu pun membuat nana dan temannya terkejut namu keterkejutan nana masih bisa dikontrol olehnya.


"Sayang kok kamu ninggalin aku. dia siapa sayang ?" ucap alex yang sektika membuat nana kaget dan kesal melihat kelakuan atasannya yang semena-mena hingga bisikan seseorang membuatnya harus ikut dalam drama dadakan sore itu." kamu harus ikut drama aku gak ada bantahan ingat." bisik alex pada nana.

__ADS_1


"Dia Rio kating aku di kampus dulu, Rio kenalin ini alex."


"Hallo Rio , aku alex pacarnya nana." ucap alex dengan tangannya yang sedikit meremas pria yang bernama rio namun pria itupun tidak kalah meremas tangan alex juga.


"Hai , alex aku rio katingnya nana dulu." ucap rio sambil memperlihat senyum menawan yang tidak ingin kalah dari alex. Nana yang berada diantara pria itu merasa atmosfernya sudah berbeda dan dia harus membuat kondisi ini cepat pergi.


"Hmm, rio kamu sendiri ajah ?" ucap nana


"Iya , aku hanya beli beberapa barang untuk kebutuhan orang rumah." ucap rio sambil tersnyum pada nana seakan dia tidak takut dengan tatapan tajam alex.


"Sayang , bukannya kamu mau milihin aku baju ya ." ucap alex sambil mengelus rambut nana saat itu. semua tindakan alex tidak pernah lepas dari mata rio.


"Nana, aku duluan ya. nanti malam datang kan ? butuh jemputan gak?" ucap rio pada nana.


"Aku datang kok gak usah aku pergi sama alex. ya udah bye ketemu disana ya ." ucap nana  menghentikan pembicarannya dengan rio dan menarik tangan alex menjauhi rio.


"Hey tuan kok kamu ngaku-ngaku aku pacar kamu sih ." ucap nana sambil berjalan kesebuah toko pakaian pria.


"Kenapa ? suka-suka aku dong." Ucap alex sambil mencoba menggandeng tangan nana namun segera di tepis oleh wanita itu.


"Jangan sentuh-sentuh, aku risih ." ucap nana  dan meninggalkan alex yang sedang tersenyum melihat respon dari nana. dia tahu kalau nana sangat tidak suka bersentuhan dengan lawan jenis. hal itu yang membuat alex sangat bahagia saat mendengar informasi itu.


"bersabarlah alex hanya tinggal beberapa hari lagi dan kamu bisa memilikinya." ucap alex dalam hati sambil berjalan mengekori sang wanita pujaannya itu.

__ADS_1


__ADS_2