CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
BAB 23


__ADS_3

Nana sedang membereskan meja kerjanya sedangkan alex sejak awal memperhatikan tunangannya dengan muka sebal. Walaupun dia sudah mengijikan wanitanya untuk menemui sahabatnya tapi hati kecilnya tetap tidak rela. Sudah dari dari kemaren hatinya tidak enak mengingat niatan nana bertemu jonathan. Dia merasa akan terjadi suatu hal buruk kepada wanitanya jika berjauhan dengan dirinya.


"apakah aku tidak boleh ikut denganmu?" tanya alex mendekati meja nana pada ruangan itu.


"berhentilah merengek alex, aku hanya sebenatar bertemu jonathan. Selain itu tempatnya juga sebelah kantormu kamu. Jangan terlalu berpikir yang tidak -tidak." ucap nana. Setelah itu nana mengambil hp dan dompetnya.


"tapi aku merasa akan ada hal buruk padamu baby." ucap alex dengan wajah memohon untuk mengajaknya.


"tidak akan terjadi, tenanglah. Kalau kamu ikut aku yakin akan terjadi pelang dunia ketiga." ucap nana dengan tersenyum kepada alex. Wanita itu berharap pria itu bisa merasa tenang dengan dia tersenyum.


Sebenarnya nana sama seperti apa yang dia rasakan alex. Wanita itu merasa akan terjadi hal buruk padanya bila berjauhan tapi masalah jonathan dan dia harus segera diselesaikan. Dia tidak ingin alex dan jonathan bertengkar hanya karena dirinya. Apalagi hanya tinggal hitungan hari nana dan alex akan melaksanakan pernikahan.


"Apa kamu tidak ingin aku hanya fokus memikirkanmu saja setelah menikah?" pertanyaan nana membuat alex menatap dengan senyum terlukis di bibir sexynya.


"Tentu, kamu hanya diizinkan memikirkanku. tidak ada pria lain yang boleh singgah di hati dan pikiranmu." ucap alex tegas sambil menatap mata indah di depannya.


"kalau begitu biarkan aku menyelesaikan kesalahpahaman ini. Aku tidak ingin ada hati yang terluka disaat kita berbahagia nanti walaupun tidak menutup kemungkinan tetap ada hati yang tersakiti. Karena aku menikah dengan pria yang banyak diidam-idamkan oleh seluruh wanita." ucap nana menghibur tunangannya.


"baiklah , aku tidak akan ikut. Ingat jangan......."


"jangan bercengkraman lebih seperti berpegangan bahkan jangan tertawa bersama pria lain selainmu." potong nana melanjutkan perkataan alex. Pria itu tersenyum wanitanya mengingat segala peraturan yang dia keluarkan kemaren sore.


"kamu memang pintar membuatku tidak bisa marah atau mendominasi dirimu." ucap alex sambil menghembuskan nafasnya.


"karena itu kamu tidak akan pernah bisa melepaskanku bukan?" tanya nana yang di jawab anggukan kepala oleh alex.


"kamu memang wanita pertama yang bisa membuat aku selalu mengalah kepadamu." ucap alex

__ADS_1


"dan kamu lelaki pertama yang bisa buat aku selalu menerima paksaanmu itu." ucap nana sambil tersenyum saat mengingat beberapa kali dia harus menerima permintaan alex tanpa bisa mengutarakan ketidak sukaannya.


"tapi aku lebih banyak mengalah sepertinya baby." ucap alex tidak ingin membenarkan perkataan nana.


"untuk hal sepele tapi untuk hal besar seperti saat kamu memaksaku menikah dengan drama itu." ucap nana mengingatkan kejadian saat lamaran dadakan atasannya itu. Nana sudah tahu akan semua drama itu karena wanita itu memaksa alex untuk memberitahu kebenarannya. Tapi saat wanita itu mendengar tidak ada guratan marah di wajah imut wanita itu. Bahkan wanita itu hanya tersenyum mendengar segala rencana calon suaminya.


"baiklah jika terus-terus mengobrol aku tidak akan pernah pergi. kamu memang pintar mengalihkan perhatianku. Tuan manja. Aku akan kembali secepatnya tunggu aku ok." ucap nana sambil berjalan meninggalkan ruangan itu sedangkan alex menatap badan nana yang menghilang dengan wajah sendu. Firasat semakin membuatnya tidak nyaman.


Alex mengambil hpnya dan menelepon seseorang disaat bersamaan rico masuk kedalam ruangan alex.


"Jaga wanitaku jangan sampai aku melihatnya terluka saat kembali ke ruanganku. Ingat jangan sampai dia menyadarinya." ucap alex pada seseornag yang dia telepon dan alex langsung mematikan panggilan tanpa menunggu lawan bicaranya membalas perintahnya.


"Tuan ini berkas yang harus anda tanda tangani." ucap rico sambil memberikan beberapa berkas yang dia bawa." apa tuan baik-baik saja?" tanya rico saat melihat wajah atasannya yang tidak baik seperti biasanya.


"Aku hanya merasa akan terjadi hal buruk terhadap wanitaku."jawab alex sambil menandatangani berkas yang dibawa rico.


"Tenanglah tuan , anda telah menggerakkan anggota the king untuk menjaga nona nana." ucap rico yang berusaha menenangkan atasannya yang sedang dilanda kekhawatiran pada tunangannya.


"kamu tahu rico, dia bertemu dengan jonathan. Dia tidak jauh beda dengan saya. Bahkan dia bisa melakukan hal yang lebih berbahaya jika menginginkan sesuatu hal dan sekarang pria itu menginginkan wanitaku. Aku tidak mungkin bisa tenang." ucap alex mengingat sahabat yang akan ditemui oleh calon istrinya adalah pria yang cukup berbahaya.


"Tenang tuan , saya yakin tuan jonathan tidak akan berbuat buruk pada nona. Bagaimanapun nona saja bisa membuat anda tunduk apalagi tuan jonathan." ucap rico dengan santai.


"Apa maksudmu rico? kamu pikir aku anjing yang bisa ditundukkan." protes alex mendengar ucapan temannya itu.


"Ayolah , kita bukan baru mengenal satu tahun alex. Rasanya gimana juga sudah lama tidak memanggilmu alex. hahhahah."


"berhenti tertawa rico, aku tidak masalah kamu memanggilku dengan nama seperti dulu." ucap alex pada teman masa kecilnya itu .

__ADS_1


"tapi tetap saja kamu atasan sekaligus tuanku." ucap rico


"Tapi aku sudah menganggapmu saudara." ucap alex mengingat hubungan diantara keduannya itu.


"kita kembali membahas jonathan saja alex. Bagaimanapun kita sudah mengenal jo cukup lama. Dia tidak berbeda jauh denganmu makanya kalian bisa mencintai wanita yang sama walaupun akhirnya tetap kamu yang memangkan hati nona."ucap rico


"dia belum memberikan hatinya padaku rico ." ucap alex sambil menghembuskan nafas beratnya." oleh karena itu aku takut nana akan memilih jonathan yang lebih ramah dibandingkan aku." ucap alex.


"nona memang belum menyatakan perasaannya padamu lex tapi dilihat dari tindakannya. Nona sudah memiliki perasaan terhadapmu dengan tindakannya sekarang saja sudah menunjukkan kalau dia tidak ingin ada orang lain di dalam hubunganmu bersama nona." ucap rico


"kamu mengucapkan hal yang sama dengan nana ucapkan." ucap alex mengingat pembicaraanya dengan nana kemaren sore.


"sudahlah jangan banyak yang kamu pikirkan biarkan semua berjalan saja." ucap rico." saya undur diri tuan alex." ucap rico yang membuat alex merasa kesal mendengar panggilan sahabat terdekatnya itu.


Dilain tempat seorang pria dengan topeng di mukannyas sedang menatap keluar jendela kamarnya. pria itu memegang segelas anggur yang hanya tinggal sedikit. Dia tersenyum tipis mengingat rencannya akan segela terlaksana. Di tempat yang sama seorang pria duduk disalah satu kursi di ruang itu.


"apakah kamu gila ?" tanya pria itu dengan santai pada pria bertopeng.


"aku sungguh gila sampai aku ingin dia merasakan apa yang aku rasakan selama ini." ucap pria bertopeng masih dengan posisi yang sama.


"apa yang kamu lakukan akan sia- sia. kamu akan membangunkan malaikat maut untuk segera mencabut nyawamu secepatnya. Rencanamu akan menjadi bomerang untukmu sendiri." ucap pria itu santai sambil menyecap minuman yang ada di tangan kanannya.


"lihat saja dia akan mati ditanganku ." ucap pria bertopeng itu.


"hahhaha, kamu bukan apa-apa untuk alex. Dia tahu bagaimana menghancurkanmu menjadi debu."ucap pria itu pada temannya.


"aku cuman ingin mengingatkanmu saja, aku tidak akan iku dengan rencanamu." ucap pria itu berdiri dari duduknya lalu melangkah meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


"kamu pikir semua orang di sini akan bisa menahanku. Mereka berada di tanganku ." ucap pria itu meninggalkan rumah itu.


Seorang wanita sedang duduk dekan dengan jendela. Dia melihat orang -orang yang berlalu lalang hingga tidak sadar sedang ada pria yang memperhatikannya sejak tadi. Hingga pria itu duduk di depan nana.


__ADS_2