CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
Bab 32


__ADS_3

Tiga hari setelah akad nikah, nana diizinkan untuk keluar dari rumah sakit. Walaupun sudah keluar dari rumah sakit, nana belum boleh banyak beraktivitas. Karena itu alex hanya mengizinkan nana untuk beristirahat  di kamar mereka. Bahkan alex tidak pernah meninggalkan istrinya setelah nana keluar dari rumah sakit.


" apakah kamu tidak akan pergi ke kantor? mas" tanya nana dengan mata tetap menatap ke layar kotak yang menampilkan idola nana.


"baby, kalau kau sedang berbicara dengan seseorang tatapan wajahnya. Berhentilah melihat pria itu. Apakah kamu tidak bosa ? lihatlah suamimu lebih tampan dari pria itu." ucap alex dengan kesal. Dia tidak pernah menyangka istrinya lebih tertarik melihat pria yang sedang menari dibandingkan dirinya. Alex tidak pernah merasakan seperti ini. Selama hidupnya, dia selalu menjadi tontonan kaum hawa. Siapa yang tidak tertarik padanya tapi sepertinya pesonanya tidak berpengaruh pada istrinya.


"ayolah mas, D.O lebih tampan dan imut dibandingkan wajah macomu itu." ucap nana masih menatap kelayar kaca.


"apa kamu bilang ?" tanya alex dengan sedikit meninggikan suaranya. Dia tidak menyangka ucapan istrinya. Pria itu lebih tampan dibandingkannya. Apakah mata istrinya bermasalah hingga tidak bisa memeredakan pria tampan dan pria cantik.


"berhentilah merajuk, aku akui kamu lebih tampan dari pria itu." ucap nana setelah mematikan TV dan memfokuskan matanya pada suaminya yang sedang dilanda cemburu hanya karena ucapannya saja.


"aku memang tampan dan kamu harus bersyukur dapat memilikiku sebagai suamimu." ucap alex dengan bangga.


"Aku sangat bersyukur, bahkan terkadang aku masih belum percaya bisa menikah dengan pria yang paling diinginkan oleh wanita di seluruh dunia. " ucap nana


"berhenti mengucapkan itu , seharusnya aku yang berkata itu. Entah apa yang terjadi jika aku tidak pernah bertemu denganmu na. Kamu membuat aku bisa merasakan cinta dan sadar tidak setiap wanita terpesona dengan wajah dan kekayaanku." ucap alex sambil mengelus rambut nana dengan lembut.


"aku yakin masih banyak wanita seperti aku di luar sana tapi semoga aku akan menjadi satu-satunya wanita yang menjadi pendampingmu." ucap nana lirih


"apa maksudmu baby? kamu akan tetap menjadi wanita yang menemaniku melukis cerita hingga sang pencipta memanggilku." ucap alex, dia mengecup kening wanitanya. Nana merasapi perasaan alex. Dia sangat berterima kasih pada sang pencipta yang telah mengirimkan alex sebagai suaminya.


"kamu juga akan selalu menjadi pria satu-satunya yang menemaniku hingga maut menjemput." ucap nana yang membuat alex tersenyum saat mendengar kata-kata indah itu.

__ADS_1


"baby, bagaimana kalau akhir pekan kita bulan madu?" ucap alex sambil mendekap wanitanya dan menempatkan kepala nana di dada bidangnya.


"bernakah ? aku mau bulan madu. " ucap nana dengan bersemangat.


"kamu ingin kita bulan madu kemana sayang.?" ucap alex sambil menghirup aroma wanitanya dalam dekapannya. Dia selalu menyukai aroma nana. Satu-satunya aroma wanita yang sangat dia sukai.


"aku ikut kamu saja asal bersama kamu."  ucap nana sambil tersipu malu.


"sejak kapan kamu menjadi jago berucap manis? kemana perginya ucapmu yang pedas baby?" goda alex yang membuat nana tersipu malu. nana menyembunyikan wajahnya ke dada suaminya.


"hahhaha, kamu sangat imut sayang." ucap alex melihat istrinya tersipu malu.


Malam ini keduanya menghabiskan waktunya dengan bercekraman hingga keduanya terlelap dan tenggelam dalam lautan mimpi yang indah.


"Aku tidak akan pernah melepaskamu alex, walaupun aku tahu kamu tidak akan pernah bisa memaafkanku." ucap wanita itu sambil menatap dirinya di kaca. Sebuah senyum tipis muncul di wajah indahnya.


Alex bangun lebih dulu dari nana tapi dia tidak pernah berniat untuk meninggalkan posisinya. Dia menatap wanita punjaanya yang sekarang sudah menjadi istrinya. Sedangkan nana masih asik tidur dengan merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami. Alex masih belum percaya wanita yang dulu paling anti berdekatannya bisa menjadi istrinya. Walaupun dia tahu berbagai usaha yang telah dia lakukan untuk dapat meluruhkan sang istri.


"apa yang sedang kamu pikirkan mas? " suara nana menyadarkan alex dari lamunannya.


"apakah aku mengganggu tidurmu baby?" tanya alex sambil mengelus rambut sang istri.


"tidak, ini memang waktu aku untuk bangun. Mas belum jawab pertanyaanku sebelumnya." ucap nana. dia masih memposisikan kepalanya pada dada alex. Nana tidak pernah meyangka senyaman itu bersandar di dada alex.

__ADS_1


"aku masih tidak menyangka kamu nerima aku baby, mengingat dulu kamu paling anti dekat-dekat denganku dan sekarang lihatlah. Kamu bahkan tidak mau berpindah seinchi dari dadaku.hahahha" ucap alex di akhiri dengan tertawa lembut.


"benar juga mas, tapi dulu aku lakukan itu untuk menjaga diriku. Bagaimanapun aku seorang wanita dewasa lajang yang sudah semestinya membatasi diri dengan seorang pria. Apalagi aku tidak mengenalmu mas? bagaimana kalau kamu punya niat buruk padaku? jadi wajar aku membuat benteng tinggi. Tapi siapa yang menyangka seorang alex, pria yang paling dikagumi wanita di dunia malah mengejar aku yang hanya wanita biasa dengan penuh kekurangan. " ucap nana sambil menatap wajah alex.


"menurut aku tidak ada yang kurang darimu. Semua terasa pas untuk diriku. Kamu mengajarkanku bahwa tidak setiap wanita melihat dari apa yang aku punya baby. Kamu wanita pertama yang membuatku tidak percaya diri dengan diriku sendiri. Aku merasa tidak pantas untuk mendapatkan berlian sepertimu." ucap alex sambil mengecup dahi sang istri.


"sudah berhenti, setiap pagi selalu seperti ini hahahhaa." ucap nana sambil tertawa yang membuat sang suami ikut tertawa mengingat kegiatan pagi keduannya selama 3 hari setelah akad nikah.


"kamu benar juga, tapi aku tidak pernah bosan karena itu mengingatkan setiap perjuanganku mendapatkanmu." ucap alex


"kamu benar hehehe, apakah hari ini mas tidak ada niatan untuk masuk kantor. Sudah lama kamu menghabiskan waktu menemaniku." ucap nana


"tenanglah walaupun aku tidak masuk ke kantor aku masih dapat membiaya keturunan kita bahkan hingga tujuh turunan." ucap alex membanggakan dirinya


"yayaya terserah kamu ajah mas, apakah setelah aku sembuh total aku bisa bekerja kembali? " tanya nana sambil mengelus wajah sang suami.


"kalau aku tidak mengizinkamu bekerja, apakah kamu akan marah padaku?" tanya alex


"aku tidak marah, sudah kewajiban aku menuruti perintah mas. Lagian aku memang gak ada niatan lanjut kerja kantoran. Tapi bolehkah aku membuat toko kue aku janji tidak akan lupa waktu." ucap nana


"aku tidak pernah melarangmu walaupun aku lebih suka kamu berdiam diri atau mengikutiku kemanapun." ucap alex sambil mencubit pipi cubby sang istri.


"sepertinya menarik menjadi pengikutmu ." ucap nana yang membuat keduannya tertawa.

__ADS_1


__ADS_2