
Pernikahan nana dan alex hanya tinggal hitungan hari. Semua persiapan untuk acarapun sudah selesai. Setelah berbagai pertimbangan dan emosi yang terkuras oleh nana karena wanita itu ingin pernikahannya berupa pesta kebun sedangkan alex menginginkan wanita mendapatkan pesta yang lebih megah. Hingga ancaman nana terhadap alex membuat pria itu tidak menolak permintaan nana. Tapi bukan alex kalau dia tidak bisa lebih licik dari lawannya. Walaupun acara pernikahannya diadakan dengan tema pesta kebun seperti permintaan punjaannya tapi pesta itu akan menjadi pesta termegah untuk abad ini. Alex merasa pernikahannya dengan wanitanya harus dilayakan dengan super mewah karena itu hanya terjadi sekali dalam hidup keduanya berbeda dengan nana yang pada dasarnya tidak begitu menyenangi kemawahan. Wanita itu hanya ingin merasakan acara pernikahan dengan kehangatan kekeluarga dan teman terdekat. Kemewahan hanya membuat orang sekitarnya iri bukan hal yang diinginkan wanita itu.
Walaupun semua persiapan telah selesai keduanya tetap bekerja seperti biasa. Acara pingit ditolak mentah-mentah oleh alex dan nana. Entah apa yang membuat wanita itu memilih bekerja dari pada di pingit menuju hari pernikahan. Nana hanya tidak ingin bosan menunggu di rumah. Sedangkan alex menolak karena dia tidak ingin jauh-jauh dari tunangannnya. Dia takut tunangannya di bawa kabur kalau tidak ada di sekitarnya.
Keduanya sedang fokus dengan tugasnya masing-masing. Sesekali alex memperhatikan wanitanya sedangkan nana yang diperhatikan tidak memperdulikannya. Dia sudah terbiasa dengan semua tingkah atasannya sekaligus tunangannya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Tapi hingga saat hatinya masih belum ingin memberikannya kepada alex. Entah kenapa hatinya sulit untuk bisa percaya pada pria yang sudah mengejarnya hampir 2 minggu ini.
Seseorang membuka pintu tanpa di ketuk. Nana yang sadar akan kehadiran seorang yang tak dikenal langsung melihat wanita yang masuk tanpa permisi. Wanita itu berjalan menuju meja alex. Nana hanya melihat menatap remeh.
"Sudah kuduga adega ini akan terjadi, beruntung hatimu belum kau berikan na." ucap nana dalam hati dengan santai. Alex yang melihat respon nana sedikit kesal. Dia merasa masih belum bisa mendapatkan hati tunangannya padahal pernikahannya hanya tinggal hitung hari.
"Sayang, kamu kok gak jemput aku." ucap wanita itu sambil mendekati alex. Wanita itu mendudukan badannya di atas meja alex sambil merangkul leher alex. Nana yang melihat itu sangat terkejut tapi dia masih bisa mengontrol ekspresinya. Dia melirik jam tangannya. Ternyata sudah menunjukkan waktu makan siang. Segera nana berdiri dari posisi duduknya dan menundukkan kepala kepada atasnya sekaligus tunangannya untuk keluar dari ruangan itu tanpa sepata kata. Alex yang melihat itu kaget dan tersenyum . Dia berpikir nana sedang cemburu padanya.
Nana berjalan keluar dari ruangan alex dan nana. Saat keluar dari ruangan itu nana berpapasan dengan rico sekretaris alex. Pria itu memberikan senyum pada nana.
"Nona, mau kemana ? apa perlu saya antar?" tanya rico pada nana. Pria itu sedikit bingung saat melihat nonanya keluar tidak bersama tuan prossesif itu.
"saya hanya ingin ke kantin untuk memberikan makan. kalau kamu mencari atasanmu dia ada di dalam bersama pacarnya." ucap nana santai. Sedangkan rico yang mendengar itu terkejut. Pria itu berpikir wanita yang ada di dalam adalah manta atasannya yang harus dia jaga agar tidak kembali ke negara ini.
"Kenapa nona membiarkan tuan dengan wanita lain?" tanya rico penasaran melihat wanita atasannya yang begitu mudah meninggalkan tunangannya bersama wanita lain.
"kamu tahu rico aku belum bisa mencintai dia, jika ternyata ada wanita yang bisa memberikan cinta untuknya maka aku akan mempersilahkan wanita itu. Sepertinyapun tuan sudah lelah mengejarku hingga memiliki pacar baru. Kalau kamu mau masuk kedalam. Aku titip salam pada tuanmu. aku tidak cemburu tapi usahamu akan semakin jauh dengan kedatangan wanita itu." ucap nana santai dan meninggalkan rico yang terkejut mendangar tunangan tuan marah dengan ini.
"Tuan bukannya kamu melihat nona nana cemburu tapi malah membuatnya semakin enggan memberikan hatinya untukmu." ucap rico dalam hati.
__ADS_1
Rico segera berjalan masuk untuk membawa wanita sialan itu dari ruangan atasannya. Saat dia membuka ternyata dugaannya salah. Wanita itu bukan mantan tuan alex melainkan adik sepupu tuan alex.
"Tuan , ini berbahaya." ucap rico mengingat peringatan tunangan atasannya itu.
"ada apa rico? kamu lihat tidak tadi nana cemburu hingga dia keluar dari ruangan ini." ucap alex bahagia saat mengingat kalau tunangannya cemburu dengan kehadiran adik sepupunya. Tapi sayangnya pria itu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada tunangannya.
"Tuan, nona nana tidak cemburu padamu. Dia kecewa padamu. Bahkan tadi dia memberikan pesan pada saya kalau usaha anda akan gugur karena kedatanga nona gita." ucap rico membuat alex dan gita terkejut.
"APA?APA MAKSUDMU RICO?" tanya alex dengan suara yang naik ta oktaf karena terkejut mendengar informasi bawahannya itu.
"tadi nona bilang dia tidak cemburu dan usaha tuan selama ini akan semakin jauh setelah kedatangan nona gita hari ini. Bahkan nona bilang dia akan membiarkan nona gita memiliki tuan jika memang nona gita bisa memberikan cinta dan kebahagian buat tuan." ucap rico dengan sedikit gemetaran saat melihat tatapan atasannya.
"hahahhahahhaha, sepupu rencanamu malah menjadi bomerang untukmu sendiri." ucap gita saat mendengar ucapan teman sepupunya itu.
"tadi nona bilang ingin ke kanti tuan." ucap rico. Alex yang mendengar segera berjalan keluar ruangan itu sebelum itu dia meminta sepupunya untuk tetap tinggal di ruangannya.
"kamu bisa meminta rico jika kamu ingin sesuatu tapi kamu harus bantu aku untuk mengklarifikasi dengan wanita ku."ucap alex sebelum meninggal gita dan rico di ruangannya.
Nana sedang asik menikmatik makan siangnya hingga seorang pria datang dan duduk di kursi depannya. wanita yang masih fokus makan tanpa melihat seseorang yang ada di depannya. Wanita itu masih asik dengan makana dan pikirannya sendiri saat tanpa sadar dia mengingat alex dan seorang wanita di ruangan itu.
"kamu tidak ingin menyapaku setelah hampir seminggu tak pernah membalas pesanku nona." ucap pria itu membuat nana secara langsung mengalihkan fokusnya ke pria di depannya.
"than?" tanya nana memastika seseorang yang di depan adalah teman baru yang dia kenal saat di taman kota.
__ADS_1
"iya, kemana saja kamu? aku mengirim pesan kepadamu tak pernah kamu balas." gerutuan jonathan kesal dengan wajah sok imut. Wajah itu dibuat seakan seperti anak kecil yang sedang ngambek.
"hahhaha. muka kamu tidak cocok jika ngambek kaya gitu than. Lihatlah rambut yang tumbuh di mukamu membuat semua ekspresimu aneh." ucap nana sambil sesekali tertawa dengan ekspresi pria di depannya. Jonathan yang melihat nana sedang tertawa merasa terposana dengan kecantikan wanita incarannya. Dia tidak akan melepaskannya walaupun harus melawan pria wanita ini.
(ekspresi nana ya kalau pakaiannya gak kaya gitu kok hehhehe)
"Berhentilah tertawa dan lanjutkan makanmu itu." ucap jonathan sebal karena wanita itu tetap tertawa.
"tersenyumlah kamu than dan aku akan lanjut makan kembali." ucap nana dan saat itu senyum jonathan terbit diwajah rupawan yang tidak kalah dengan alex. walaupun nana merasa tetap tampanan tunangan menyebalkannya itu.
Alex yang saat itu menyusul tunangannya ke kantin kantornya. Pria itu melihat tunangannya sedang tertawa dengan seorang pria. Alex yang melihat itu merasa cemburu dan marah pada dirinya. pria itu tidak bisa menyalahkan nana karena wanita itu tidak akan selingkuh tapi wanita itu terlalu ramah untuk sekitar. Dia sadar kalau rencanannya tidak terjadi maka nana tidak mungkin tersenyum dengan pria lain. Pasti tunangannya akan tersenyum padanya seperti acara makan yang mereka selalu lakukan saat makan siang atau makan malam sesekali. Alex semakin emosi saat melihat pria itu membersihkan sisa makanan yang tertinggal di wajah nana. Alex segera berjalan menuju nana dan langsung menarik tangan nana meninggalkan jonathan. Jonathan yang tidak terima melihat perlakuan alex kepada nana segera mengejar pasangan itu dan melepaskan pegangan tangan alex.
"kamu tidak semestinya memperlakukan wanita seperti itu lex." ucap jonathan marah.
"diamlah, kamu tidak tahu apa-apa." ucap alex kembali menarik tangan nana dengan pelan. Sedangkan nana tidak marah ataupun kesal dia tetap terlihat santai dengan perlakuan alex padanya. Menurut wanita itu memang diapun salah. Dia berbicara dengan pria lain padahal dia sudah memiliki tunangan dan dia juga meninggalkan alex bersama wanita lain karena sebal dengan alex.
"kamu tidak bisa seperti itu pada bawahanmu alex." ucap jonathan marah dengan tindakan alex. Pria itu belum tahu kalau nana dan alex sudah bertunangan.
"apa aku salah jika aku membawa tunanganku dari pria lain." ucap alex lantang dan itu membuat jonathan terkejut saat tahu wanita yang selama ini dia kejar ternyata sudah bertunangan dengan teman baiknya. Hatinya terasah patah di saat itu. Apalagi melihat nana yang sama sekali tidak marah dengan perlakuan alex.
__ADS_1