
Nana bangun lebih awal dari alex. Dia menatap pria yang sedang terlelap disamping. Sebenarnya nana terkejut saat melihat kembali alex. Wajah suaminya berbeda dengan terlakhir dia lihat. Terlukis kondisinya yang tidak baik-baik saja. Wajahnya mulai ditumbuhi rambut-rambut halus yang entah membuat nana menganggap alex semakin tampan walaupun wajahnya lebih tirus dibandingkan sebelumnya. Nana merasa menyesal dengan tindakannya meninggalkan alex tanpa menunggu penjelesan sang suami. Kalau saja dirinya tidak terpancing oleh wanita itu, pasti dia dan alex sedang asik melalui proses kehamilannya bersama. Sangat sulit untuk nana bertahan dengan kehamilannya. Apalagi sesekali dia merindukan pelukan dan semua kasih sayang alex.
"kenapa kamu harus seperti ini alex? padahal kamu bisa bahagia tanpa aku." ucap nana lirih sambil mengelus wajah pria yang sudah merebut hatinya sejak awal pertemuan. Namun selalu dia tidak pedulikan perasaan itu. Karena nana terlalu takut memberikan perasaan pada alex. Pria yang terlalu sempurna.
"Terima kasih kamu masih mencintaiku sampai saat ini. Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi kalau kamu masih mengizinkan aku tinggal di hatimu." ucap nana yang di akhir kecupan pada dahi alex. Sedangkan pria itu sama sekali terganggu dengan perlakuan nana. Alex semakin nyenyak dengan tidurnya. Selama 2 bulan dia sulit untuk tidur bahkan harus dibantu obat tidur untuk dirinya bisa terlelap. Itupun dilakukan diam-diam oleh sang asistennya agar. Karena pria itu tidak ingin menghabiskan waktu hanya untuk beristirahat.
Nana melepaskan pelukan alex secara perlahan. Wanita itu berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar tidur nana. Pagi ini nana merasa sangat segar padahal sudah 2 bulan nana selalu mengalami morning sickness tapi keberadaan alex membuat dirinya tidak mengalami itu.
"mungkin kamu rindu ayah ya nak." ucap nana di depan cermin sambil mengelus perutnya yang sedikit membucit.
Setelah membilas wajahnya dan melakukan runitas di pagi hari. Wanita itu berjalan keluar dari kamar tidur.
"sepertinya alex semakin kurus, aku harus membuat banyak makanan untuknya. " ucap nana.
Wanita itu berjalan menuju kulkas. Dia melihat bahan-bahan makan sudah abis.
"aku lupa bahan-bahan sudah abis,sebaiknya aku belanja terlebih dahulu deh." ucap nana yang mulai berjalan ke kamar untuk mengambil cardigan dan dompet.
"aku tinggal dulu ya." ucap nana pada alex yang sudah tertidur dengan di akhiri kecupan di wajah sang suami.
__ADS_1
Nana terkejut saat membuka pintu rumahnya. Dia tidak menyangka rico masih menunggu di depan rumahnya.
"apa alex lupa menyuruh rico pulang." gumam dalam hati
"mau kemana na?" tanya rico saat melihat nana yang akan pergi. Dia harus menjaga istri sahabatnya agar tidak kabur kembali atau dia akan menjaga makanan periharaan atasannya itu.
"aku mau beli bahan masakan ric." ucap nana
"mari saya temani." tawar rico pada nana
"apa tidak merepotkanmu ric, sebaiknya kamu menunggu alex saja takutnya nanti dia butuh kamu saat dia bangun." ucap nana
"gak na, malah kalau aku membiarkanmu pergi sendiri bisa-bisa suamimu menggal kepala aku. hahahha." ucap rico
"ah kamu aneh ajah mana iya alex menggal kepala kamu.becanda mulu. Ya udah ayo kita pergi keburu nanti beruang kutub bangun." ucap nana mengajak rico untuk berbelanja bahan makanan.
Alex terbangun dari tidurnya, pria itu meraba sampingnya. Dia membuka matanya dan melihat tidak ada sang istri di sampingnya. Pria mencari nana di dalam kamar tapi tidak ada.
"tidak kemarin bukan mimpikan." ucap alex. Tergambar ketakutan pada wajah alex. Dia takut nananya meninggalkannya kembali.
__ADS_1
"baby, kamu dimana ? ayolah jangan sembunyi seperti ini." ucap alex tapi tidak ada sahutan pun.
Pria itu berjalan keluar dari kamar mengecek setiap sudut rumah itu tapi tidak dia temukan nana. Alex mendudukan dirinya pada sofa diruangannya. Tanpa sadar air matanya mulai mengalir dari kedua matanya. Dia takut nana pergi kembali. Kepala pintarnya tidak bisa memikirkan sesuatu. Ketakutannya mendominasi seluruh pikirannya. Hingga suara yang dia kenal terdengar dari luar rumah. Segera pria itu berjalan menuju sumber suara itu.
"baby." panggil alex saat melihat wanitanya yang sedang memberikan sarapan untuk bawahannya. Sedangkan wanita yang dipanggil sedang menatap sang suami. Dia kaget melihat kondisi sang suaminya.
Alex segera berjalan menuju nana. Pria itu tidak memperdulikan bawahannya yang melihatnya menangis. Semua sifat arrogantnya hilang saat tahu nana tidak ada di sampingnya.
"kamu kemana baby? aku pikir kamu meninggalkan aku kembali." ucap alex dengan suara sedikit serak seperti seorang yang habis menangis.
Nana yang melihat alex menangis karena mengiranya pergi sangat terkejut. wanita itu mengelus punggu alex berharap dapat menenangkan sang suami.
"aku tidak akan pergi lagi alex kecuali kamu sudah tidak menginginkanku di samping mu lagi."ucap nana
"tidak, jangan berkata seperti itu, baby. Kamu harus ingat alexandre Nicolas Thomsons hanya milik Natalia Analica thomsons. dan Kamu hanya milik aku. Tidak ada wanita lain yang boleh menjadi nyonya alexandre kecuali kamu seorang." ucap alex diakhiri kecupan pada dahi nana. Wanita itu sudah tidak bisa menahan air mata kebahagian. Dia tidak menyangka akan menjadi wanita yang sangat istimewah dimata seorang alex.
"Terima kasih kamu tetap mencintai aku." ucap nana
"tidak perlu terima kasih. Karena hanya kamu wanita yang bisa meluruhkanku nana. Hanya kamu wanita yang membuat aku bingung harus melakukan apa tanpamu." ucapan alex membuat orang-orang yang berada disekitar pasangan itu iri. Bahkan pengawal alex kaget melihat bosnya. Seorang mafia yang sangat disegani bahkan ditakuti akan begitu luruh hanya oleh nyonya alex. Setidaknya mereka bersyukur atasannya memiliki tempat untuk berlabuh dan beristirahat.
__ADS_1