
Nana terbangun dari tidurnya saat meraba sampingnya tidak ada alex. Sebenarnya nana sudah biasa tidak menemukan sang suami tertidur disampingnya. Dia sudah mengenal kebiasaan sang suami yang workholic. Terkadang alex hanya menemani hingga nana tidur setelah itu dia kembali keruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaan yang sengaja dia bawa ke rumah agar pulang tepat waktu. Sudah beberapa kali nana mengingatkan sang suami untuk tidak terlalu memporsir dalam bekerja dan nana memberi tahu bahwa dirinya tidak masalah kalau alex harus lembur. Setidaknya saat alex pulang lembur, dirinya bisa langsung mengistirahatkan tubuhnya.
"Padahal aku sudah memintanya beristirahat dan tidak meninggalkanku." ucap nana sambil bangun dari tepat tidur.
Wanita itu berjalan menuju ruang kerja alex yang ada di rumah barunya. Ruangan itu berada di lantai yang sama denga kamar tidurnya.
"TOK-TOK" nana tidak biasa masuk begitu saja walaupun alex selalu meminta masuk tanpa izin.
" alex apakah kamu di dalam." nana tidak mendengar balasan dari ruangan itu. Segera saja dia membuka pintu dan ternyata sang pemilik ruang sedang tidak ada di ruangannya.
" alex pergi kemana sih? Bukan kah baru jam 1 pagi tapi dia tidak ada di ruangannya maupun dikamar tidur calon anaknya. Alex sudah membuatkan kamar untuk anak mereka tepat disamping kamar nana dan alex.
__ADS_1
"Sayang kamu lapar ya ? tapi dady tidak ada jadi mama buat cemilan saja ya ." ucap nana pada sang janin yang ada diperutnya sambil mengelus perutnya secara perlahan. Nana menuruni tangga karena kamarnya berada di lantai 2 walaupun alex sudah meminta nana untuk pindah ke lantai 1 selama dirinya sedang hamil. Tapi nana merasa lebih baik di lantai 2 lagi pula ruang kerja alex dilantai 2. Dirinya tidak ingin membuat alex harus lelah naik turun tangga.
" sayang untuk makanan yang kamu mau tunggu sampai dady datang ya." ucap nana. Dirinya sedang memanaskan roti dan beberapa helai daging untuk isi sandwitch yang dia buat.
Sebenarnya nana sadar alex sering menghilang di malam hari selain ke ruang kerjanya. Tapi dirinya belum mau bertanya kesibukan yang dikerjakan sang suaminya di pagi hari buta. Nana berharap sang suami akan jujur padanya tanpa harus dia yang bertanya.
Suara deru mobil memasukkin rumah, nana tahu itu mobil alex. Segera nana berjalan menuju pintu rumah dan membuka pintu. Sontak alex dan rico yang sedang berbincang mengenai bisnis di dunia gelap alex terkejut. Alex pikir sang istrinya masih tidur nyenyak karena biasanya nana akan terbangun pada jam 3-4 pagi. Tapi prediksinya meleset nana bangun lebih awal. Sekarang dirinya takut nana mendengarkan pembicaraannya dengan rico.
" Rico kamu bisa menginap di kamar tamu. Sekarang pergi ke kamar dan jangan keluar sebelum sang pajar muncul. " ucap nana tegas yang membuat rico kaget dan ketakutan mendengar intonasi wanita atasannya. Tanpa banyak protes pria itu langsung mengikut perintah istri temannya.
"Dan kamu alex jangan mengalihkan topik, kamu harus ceritakan semua atau besok kamu tidak akan melihat aku di rumah ini lagi." ucap nana sambil meningalkan sang suami yang masih terkejut mendengar ucapan sang istri.
__ADS_1
" aduh bagaimana ini ? kalau nana tahu tentang bisnisku bisa -bisa ..ah jangan dipikirkan dulu." gumam alex sambil mengikuti sang istri masuk ke kamar.
"Sekarang cerita semua yang kamu rahasiakan. Aku tahu ada yang kamu sembunyikan selama ini padaku alex." ucap nana sedangkan alex masih diam tanpa mengeluarkan sepatah kata.
" Alex jawab ." ucap nana dengan nada sedikit tinggi. Dirinya kesal melihat alex yang hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya.
"Tapi kamu janji ya baby tidak akan meninggalkan aku walaupun kamu tahu ini." ucap alex sambil memegang kedua tangan sang istri.
" Aku tidak janji tergantung apa yang kamu sembunyikan." ucapan wanita hamil itu membuat diri alex gundah. Dirinya takut nana akan meninggalkannya bila tahu rahasiannya selama ini.
"Alex , ini kesempatan terakhir atau aku akan benar-benar pergi tanpa mendengarkan penjelasanmu." ucap nana.
__ADS_1
"Baiklah, sebenarnya aku seorang ketua mafia." ucapan alex membuat nana kaget. Dirinya tidak marah hanya kecewa dengan pekerjaan sang suami.