
Nana sedang membantu Alex menggunakan dasi. Sedangkan Alex asik dengan mengelus perut sang istri yang sudah tidak lagi rata. Dia masih tidak menyangka akan menjadi ayah untuk dua anak sekaligus. Sungguh sangat bersyukur bisa memiliki istri sebaik nana. Walaupun sang istri dingin melebihinya terkadang.
Tapi menurut alex hal itu yang membuatnya tertarik pada istrinya. Karena hanya nana yang tidak terpesona padanya saat pertama kali bertemu. Bahkan dia masih ingat saat istrinya menyelamatkannya dari obat perangsang. Tanpa sadar Alex tertawa saat ingat tindakan gila sang istrinya.
"Kenapa kamu tertawa?" tanya nana yang baru saja menyelesaikan ikatan dasi suaminya.
"Aku hanya ingat saat kamu membuatku harus berendam air dingin untuk menatralisir obat perangsang." ucap Alex sambil mengelus rambut istrinya.
"Kenapa kamu tertawa. Aku malah saat itu sedikit takut kalau kamu tiba-tiba menerkamku. Rasanya sesal pas sadar kamu ternyata terkena obat perangsang." jelas Nana yang membuat sang suami cemberut karena tahu perasaan istrinya saat itu.
"Tapi kalau kamu tidak menyelamatkanku. Kita bisa seperti saat ini." ucap Alex.
"Kamu benar, sudah pergi sekarang nanti kamu tela. Nanti asisten pengganti akan datang jam 9. Jangan jatuh cinta ya. Awas." peringatan nana pada sang suami.
"Tenang saja aku tidak tertarik dengan wanita selain kamu baby. Kamu tidak akan ikut ?" tanya Alex dengan sedih. Karena alex pasti akan merindukan sang istri padahal hanya berpisah beberapa jam saja.
"Iya, badan aku harus diistirahatkan. Sudah sana." ucap nana setelah itu kecupan di pipi sang suami.
"Kok cuman di situ sih. di sini dong." ucap alex sambil menunjuk bibir merah mudanya.
"gak.." ucapan nana terpotong saat bibir Alex bersentuhan dengan nana.
"nah seperti ini. jadi aku semangat kerjanya. Sudah ya hati-hati di rumah sayang." ucap alex.
"hati-hati sayang." ucap nana saat Alex pergi meninggalkannya.
Setelah memastikan kalau alex sudah meninggalkan rumah. Segera nana menggantikan pakainnya. Dia harus pergi secepat mungkin. Kalian pasti menebak apa yang akan dilakukan oleh nana. Dia berniat menjadi asisten pengganti Alex walaupun belum bilang pada sang suami. Tapi dia sudah mendapatkan arahan dari Rico. Jadi semua rencana sudah dipersiapkan dengan sangat baik.
Setelah rapih dan berdandan sedikit. Rambut digulung menambah kecantikan nana dengan penampilan seperti seorang ceo wanita. Dia memiliki pakaian ini setelah meminta rico kemarin memberikannya beberapa dan meminta menitipkannya pada kepala pelayan.
__ADS_1
"ayo kita laksanakan rencana kita."
Nana keluar dari rumah sudah ada mobil yang disiapkan oleh pak tito. Setelah itu mobil nana melaju dengan kecepatan sedang membelah kemacetan ibukota. Nana menatap keluar kaca selama perjalanan. Tak membutuhkan waktu yang lama mobil yang ditumpangi oleh nana memasuki pekarangan perusahaan sang suami.
Nana turun dari mobil. Karyawan suaminya memberikan sapaan dan salam padanya. Tak berapa pria terpesona dengan penampilan istri atasan mereka. Tapi nana tidak memperdulikannya. Dia langsung naik dengan lift khusus CEO. Beberapa saat kemudian lift sampai di lantai kantor sang suami. Dia berjalan ke depan pintu ruangan Alex. Mengetuknya dan langsung mendapat jawaban dari sang suami.
"Masuk." ucap Alex sama sekali tidak menatap siapa yang masuk. Dia masih fokus dengan beberapa laporan yang akan digunakan untuk rapat siang ini.
"Kamu bisa masuk ke ruang samping saya. Disana adalah ruang kerja kamu. Kerjakan laporan yang sudah diberikan note oleh asisten saya." ucap Alex sama sekali tidak berniat melihat orang yang di depannya.
"Tuan tidak berniat melihat saya."
Alex sangat mengenal suara wanita ini. Suara yang selalu membuatnya ingin bermanja dengan sang pemilik suara. Alex terkejut dengan wanita yang sedang berdiri di depannya. Apalagi penampilannya yang tanpa sadar membuat pria itu menelan ludahnya sendiri.
"baby, kamu ngapain ke kantor. Penampilan kamu begini?" tanya Alex yang berjalan menuju sang istri.
"APA? TIDAK KAMU TIDAK BOLEH MENJADI ASISTEN. KAMU SEDANG HAMIL LOH." ucap Alex yang tanpa sadar menggunakan nada tinggi.
"Kenapa? karena aku sudah tidak terlihat cantik lagi ya.hikks." ucap nana yang diakhiri tangisan. Hal itu membuat Alex merasa bersalah pada istrinya.
"baby, aku hanya takut dengan kondisi kamu kalau jadi asisten aku. Pasti melelahkan apalagi harus bulak-balik." ucap alex.
"kamu lebih milih wanita lain dibandingkan aku jadi asisten kamu." ucap nana.
"Aku lebih rico gak libur." ucap alex yang langsung mengambil hpnya di saku celananya. Tapi hal itu membuat sang ibu hamil semakin menangis.
"kamu jahat masa lebih milih rico dibandingkan aku. hikks. baby ayah kamu lebih suka rico dibandingkan mamimu." ucap nana pada sang anak sambil air menangis. Hal itu membuat alex merasa bersalah.
__ADS_1
rico aku pastikan setelah liburan kamu mendapatkan hukuman. karena sudah membuat istriku menjadi asistenku.
"haachm. pasti ada orang yang ngomongin aku." ucap Rico yang sedang berjalan-jalan di tengah kota. Rasanya sudah sangat lama dirinya punya waktu senggang. Dia berjanji akan membalas kebaikan istri sahabatnya itu.Sayangnya dia tidak tahu kalau atasanya sedang uring-uringan karena sang istri ingin menggantikan rico menjadi asisten.
"baiklah kamu boleh, tapi kalau lelah bilang padaku. Selain itu kamu bekerja di meja itu saja." tunjuk meja yang dulu pernah dipakai oleh nana saat menjadi asisten pribadi sang suami.
"ya sayang." ucap nana yang akhirnya memberikan kecupan pada bibir sang suami yang membuat pria itu tersenyum.
"kamu jangan goda aku dong. nanti aku pengen makan kamu di sini." ucap Alex yang akhirnya mendapatkan cubitan.
"aw sakit baby. "
"Makanya jangan mesum sudah kamu kerjakan. Aku akan membawa laporan ke sini." ucap nana.
"Tidak biar aku yang ambilkan." ucap Alex yang keluar dari ruangannya dan berjalan menuju ruangan rico sebelum itu dirinya mengirimkan pesan pada asistennya.
"Tunggu hukumanmu RICO." isi pesan yang dikirim pada rico. Saat itu Rico belum membuka pesan dari atasannya.
Rico sedang asik berjalan-jalan hingga dia tidak sengaja menabrak seorang gadis. Gadis itu sedang berlari dan tidak sengaja menabrak tubuh Rico tapi malah dia yang memarahi rico.
"Pak kalau jalan lihat -lihat dong." ucap gadis itu yang membuat Rico kesal karena di tuduh.
"Kamu yang lihat-lihat makanya jangan lari-lari. " protes rico sebelum meninggalkan anak sma itu. Tapi tiba-tiba tubuhnya di tarik oleh anak sma itu. Gadis itu bersembunyi di balik tubuh Rico.
"Kamu tidak punya sopan santun ya."
"Atuh pak di minta tolong dikit ajah marah."
"Kamu gak minta tolong. tapi langsung narik saya."
__ADS_1
"Ya sudah sekarang aku bilang pak saya minta tolong. Selesaikan." ucap gadis itu sebelum meninggalkan Rico yang menatap tidak percaya.
"Dasar gila, masih kecil sudah aneh." umpat Rico sebelum meninggalkan taman itu karena moodnya sudah rusak. Padahal dirinya berniat mencari wanita di tempat itu. Kalau beruntungkan bisa punya pacar biar gak ngenes saat melihat keromantisan atasannya itu.