
Mobil alex sudah berhenti di depan rumah nana. Wanita itu langsung turun tanpa menunggu pria di sampingnya.
"Alex kamu tunggu di sini ya aku cuman ganti baju ajah kok ." Ucap nana sebelum menutup pintu mobil alex. Alex hanya membuang nafas kesal ketika wanita itu tidak mengajaknya masuk kedalam rumah itu.
Tok-tok
Seseorang mengetuk jendela mobil alex, segera alex menurunkan jendela itu.
"Temannya nana ya?" ucap seorang pria yang tidak muda lagi.
"Iya ,pak." ucap alex sedikit canggup bertemu ayah nana.
"Ayo masuk dulu ajah, memang nana orangnya cuek gitu. maafin ya ." ucap ayah nana kepada alex. alex hanya membalas dengan senyum bingung untuk menjawab ucapan pria itu. entah apa yang membuat seorang alex sekitar sulit untuk bertutur kata.
"Ayo duduk, anggap rumah sendiri ajah ." ucap ayah nana.
"Yah, ada siapa ? " ucap seorang wanita tua yang keluar dari rumah itu.
"Atasannya nana ya ?" ucap mama nana kepada alex.
"iya bu." ucap alex
"aduh maaf ya kelakuan nana yang tidak sopan ke tuan muda ini." ucap sang ibu ketika mengetahui kalau ternyata pria muda yang ada dihadapannya adalah atasan anaknya yang tadi pagi baru saja dijadikan bahan pembicaraan.
"Panggil saya alex saja om dan tante." ucap alex merasa tidak enak dipanggil tuan muda oleh calon mertuannya itu.
__ADS_1
"Aduh nak alex ibu jadi gak enak deh hahaha, panggil mama ajah biar kaya nana dan panggil ayah nana dengan papa." ucap ibu nana. Entah kenapa alex merasa sudah ada lampu hijau untuk hubungannya dengan nana.
"Sebenarnya saya ada yang ingin dibicarakan dengan mama dan papa." ucap alex sedikit gugup untuk menjelaskan niatnya besok hari. " jadi saya sudah suka sama anak mama dan papa sejak awal pertemuan dengan nana karena itu besok keluarga saya berniat untuk datang ke sini. Saya ingin melamar anak mama dan papa." Ucapan alex membuat wanita tua dan pria tua itu kaget sekaligus tersenyum.
"Kalau begitu kamu dan keluarga kamu bisa datang kerumah papa besok. kira-kira jam berapa? papa kalau pagi masih dagang di pasar." ucap papa alex
"Sepertinya sekitar jam 10-11 pak ."ucap alex dengan semangat ketika tahu calon ayah mertuannya memberikan respon baik.
"apakah kamu sudah bilang rencana ini kepada nana nak alex ?" ucap mama alex bertanya pada alex.
"Sebenarnya belum ma pa. Aku tahu kalau aku bilang ingin mengajaknya pacaran akan ditolak secara langsung. Tapi melamarnyapun tidak ada kemungkinan diterima juga." ucap alex sedikit pesimis mengingat watak nana yang dia tahu setelah menghabiskan waktu beberapa hari ini.
"Ya itu sudah pasti kalau pacaran tapi kalau dilamar kemungkinan diterimanya lebih besar hahhaha. kamu sudah tepat memilih langkah." ucap mama nana dengan senyum .
"Saya merasa nana adalah pasangan yang tepat untuk saya. Jujur saya tidak bisa menjanjikan kalau dia tidak akan mengasih saat bersamaku atau selalu bahagia denganku pa. Tapi aku akan selalu berusaha setiap air matanya adalah air mata kebahagian dan tak ada hal yang bisa membuatnya tak bahagia. Alex bisa berjanji hanya nana yang bertahtah di hati alex. karena hanya nana yang bisa buat nana seperti saat ini. Selalu senang melakukan hal yang disukai walaupun aku harus selalu mengalah dengan keras kepalanya." ucapan alex membuat mama nana menangis terseduh saat mendengar semua janji pria yang ingin meminang anaknya. " harapanmu menjadi kenyataan nak, tak sia-sia kamu tak ingin berpacaran." gumam mama nana dalam hati.
"Ayah bisa memberikan restu untukmu tapi untuk mendapatkan hati nana itu adalah usaha kamu. ayah hanya akan marah ketika suatu hari nana terluka karena kamu yang mengecewakannya. Tapi ayah akan selalu mendukungmu untuk membahagiakan anak ayah. Ayah titip anak perempuan ayah satu-satunya." ucap papa nana sambil menggengam tangan alex. Alex merasa bahagia semua usahanya hanya tinggal mendapatkan hati wanita itu.
Setelah pembicangan menegangkan kedua pria beda usia mengobrol banyak hal seperti hal ayah dan anak. Sedangkan mama nana sudah masuk kedalam rumah untuk membuat minuman dan membawa kudapan untuk calon menantunya. Dia tidak menyangka firasatnya selama ini benar terjadi. Dia merasa bahagia dan tenang melihat seorang pria seperti alex yang sangat gentle untuk melamar anaknya langsung ke orang tuannya.
Nana yang sudah selasai mengganti baju keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Dia melihat ibunya sedang membuat dua cangkir kopi.
"Ada siapa ma ?" ucap nana
"Kamu parah banget atasan gak diajak masuk kedalam ." ucap mamanya sambil menyubit anaknya.
__ADS_1
"maksud mama pak alex?" tanya nana yang terkejut.
"iya siapa lagi ? kamu tuh kebiasaan tamu gak diajak masuk dulu." ucap mama sambil memberikan baki yang berisi minuman dan makanan." ini antarin kasian dia nunggu kamu gak dikasih minum atau makanan."
Nanapun mengantarkan minuman dan makanan teras rumah yang terdapat sang papa dan bossnya itu. alex yang saat itu sedang melihat kearah datangnya nana merasa terpesona dengan kecantikan nana. Padahal saat itu nana hanya menggunakan celana jeans , kaos ,dan jaket. Bahkan hiasan yang dia pakai saat dikantor tidak ada hanya sebuah pewarna bibir pink muda yang menambah kesan natural dari nana. Rambutnya yang biasa dia catok hanya dia biarkan menunjukkan bentuk rambut lurusnya.
Walaupun penampilan nana telihat tomboy tapi kesan manis tetap terlihat. Alex merasa tidak rela membiarkan lelaki lain melihat nana seperti saat ini. Tapi apa daya dia hanya atasan nana.
"Sabar lex besok nana jadi milik kamu." gumam alex dalam hati.
"silahkan diminum na alex." ucap papa nana
"Iya pah, makasih." ucap alex yang mengejutkan nana saat mendengar atasannya memanggil papanya seperti dia memanggil pada orangtuannya.
"Pa dede sama alex pergi dulu ya." Nana langsung menarik tangan alex setelah pria itu selesai meminum minuman yang disuguhkan oleh nana.
"Na kasian nak alex baru juga minum sudah kamu tarik ajah." ucap ayahnya melihat kelakuan anak perempuannya.
"Sudahlah pa ini udah mau telat." Ucap nana melihat jamnya.
"ya sudah hati-hati nak alex papa nitip nana ya, kalau nakal marahin ajah ." ucap ayahnya.
"Apasih pah malu ih." ucap nana segera menarik alex keluar dari rumahnya. Sedangkan alex tersenyum dengan respon ayah mertuannya.
__ADS_1