
Setelah kejadian pengiriman teror dari orang yang tidak dikenal. Alex meningkatkan keamanan di kediamannya. Pada akhirnya nana harus mengalah untuk pindah ke rumah mereka yang dulu. Katanya karena di sana lebih banyak orang bisa mengawasi nana.
Pada akhirnya ibu hamil itu hanya mengikuti permintaan sang suaminya. Sebenarnya dia sama sekali tidak dengan teror yang dikirim kepadanya. Rasanya hal itu tidak aneh berhubung dia memiliki suami yang tampan dan kaya raya. Pasti di luar sana banyak yang tertarik pada alex dan tidak terima jika dirinya menjadi istri Alex.
Tapi berbeda nana yang terliha santai dan tidak terlalu memikirkannya. Alex merasakan ketakutan jika hal buruk akan terjadi sang istrinya. Pria itu jadis lebih banyak bekerja dari rumah. Akhirnya Rico harus mengalah dengan sahabatnya. Bagaimanapun dia harus memaklumi sikap overprotektif sang sahabat pada istri dan calon anaknnya.
Mike dan kevin juga terus mencari pelaku peneroran pada nana. Tapi ada satu nama yang dicurigai oleh mereka. Siapa lagi kalau bukan wanita yang mengaku-ngaku menjadi adik mike. Hanya wanita gila itu yang berani membuat seorang alex mengamuk dengan menculik nana.
Masalahnya apakah wanita gila itu masih menggunakan wajah angel atau sudah mengganti dengan korban lain untuk melaksanakan rencannya. Wanita itu memang sangat berbahaya kalau dibiarkan saja. Tapi sekarang mereka benar-benar tidak memiliki petunjuk. Wanita gila itu tidak memiliki identitas yang pasti karena dia sudah menggantikan orang lain.
“Jadi kamu akan seperti ini terus hingga anak kita lahir?” tanya nana sedang berdiri di depan pintu ruang kerja Alex. Alex yang saat itu sedang fokus dengan beberapa laporan yang baru saja di bawa rico langsung teralihkan dengan suara sang istri.
“Kamu duduk di situ ajah. Jangan dekat-dekat nanti kerjaanya gak selesai-selesai kasihan rico kalau harus selainkan semua pekerjaan kamu. Dia bisa cepat tua sebelum bisa menemukan wanitanya.” Ucap nana yang duduk di sofa.
Walaupun nana sudah memberikan peringatan pada sang suami. Alex tetap memindahkan pekerjaannya ke dekat sang istri. Sekarang dia duduk di samping nana sambil membaca laporan.
“Aku gak masalah kalau kamu pergi kerja kaya biasannya. Sudah 2 minggu sejak kejadian itu. Tidak ada lagi paket yang datang dan semua baik-baik saja.” Ucap nana.
__ADS_1
Sebenarnya nana tidak ingin membuat alex terlalu memikirkan tentang kejadian itu. Setidaknya saat dia sibuk bekerja di perusahaanya pikirannya dapat teralihkan. Selain itu alex tidak usah bekerja hingga larut malam karena lebih banyak menemani nana.
“Kita sudah bicarakan ini lebih dari tiga kali dan kamu tahu jawabannya sayang.” Ucap alex yang matanya tetap fokus pada isi laporan tentang kondisi keuangan perusahaan.
Beruntungnya akhir-akhir ini perusahaanya dalam keadaan baik-baik saja tanpa adanya masalah di kantor pusat maupun dikantor cabangnya. Sehingga Rico maupun Alex bisa sedikit lebih santai. Sekarang pekerjaan Alex hanya menandatangani laporan dan beberapa rapat mengenai kondisi proyek yang sedang dijalankan oleh perusahaan.
“Alex, aku tahu hanya khawatir padaku anak-anak kita. Tapi keadaan aku sudah baik-baik saja. Mungkin saat itu aku hanya sedikit syok tapi hal itu wajar. Aku bukan wanita yang lemah jadi percayalah aku pasti bisa melindungi diriku sendiri maupun anak-anak kita.” Jelas nana.
Alex meletakkan laporan di meja. Dia menghadap sang istrinya yang sekarang sedang hamil dua anaknya yang baru usia 6 bulan lebih. Alex sangat tahu kalau kondisi nana tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Perut nana sudah lebih besar dari ibu hamil biasanya. Selain itu nana akan lebih cepat lelah tidak lupa kakinya sering bengkak karena menopang beban kedua anaknnya.
Alex tidak mungkin meninggalkan istrinya hanya untuk masalah pekerjaan yang masih bisa diurus oleh rico maupun temannya. Seluruh sahabatnya sudah memahami kondisi alex saat ini. Mereka juga menyarankan untuk selalu berada di sekitar nana.
“nana, kamu tidak mungkin bisa melindungi diri kamu sendiri. Lihatlah anak kecil sudah tidak sekecil kacang polong. Perutmu sudah besar bahkan untuk berjalan saja kamu sering merasakan kelelahan dan sesak. Jadi jangan bicarakan hal ini lagi. Rico maupun jonathan selalu siap membantuku dalam mengurus perusahaan. Mereka juga yang menyarankan aku untuk selalu di sampingmu.” Jelas Alex dengan diakhiri sebuah kecupan hangat di dahi sang istri.
“Baiklah, tapi aku tidak ingin kamu terbebani olehku ataupun terkekang karena kondisiku yang seperti ini.”
“Aku sama sekali tidak terbebani dengan kondisi kamu maupun anak kita. Kamu dan kedua anak kita adalah tanggung jawab aku sebagai kepala keluarga. Kita belum tahu pelaku peneroran dan maksud dari pengiriman boneka itu pada kamu sayang. Jadi sekarang kamu nikmati saja menempel suamimu.” Ucap Alex sambil mengelus perut nana.
__ADS_1
Saat itu juga tangan alex merasa seperti ditendang dengan sangat kencang. Nana sedikit meringis saat merasakan pergerakan sang anak di dalam perut. Padahal anaknya masih berusia 6 bulan tapi mereka seperti tahu kalau sang ayah sedang mengelus mereka. Alex tersenyum senang saat merasakan pergerakan anaknya.
“jagoan ayah sedang menyapa ayah ya.” Ucap alex.
“ ya ayah, semangat bekerjanya ya,” ucap nana menirukan suara anak kecil.
Setelah itu keduanya saling tertawa. Alex memeluk tubuh sang istri. Nana juga membalas pelukan alex. Saat itu anak nana kembali menendang yang membuat nana sedikit meringis. Mereka sangat aktif terlihat dari pergerakan di perut nanan.
Alex mengelus perut nana agar kedua jagoannya bisa berhenti menendangi perut sang istri. Dia sedikit sedih dan senang karena nana merintih sakit saat pergerakan kedua anaknya. Tapi dia senang dapat merasakan keaktifan sang anak yang menandakan kondisi kedua anaknya dalam keadaan baik.
“anak ayah jangan sakitin bundanya. Kasihan kalian harusnya jadi jagoan yang melindungi bunda seperti ayah.” Ucap Alex pada kedua anaknya yang berada di dalam perut. Tidak lupa tangannya mengelus perut nana.
Nana yang melihat interaksi Alex dan kedua anak kembarnya sangat bahagia. Dia sampai tidak sadar menitikan air mata saking senang. Nana berharap nanti alex dan kedua anaknya bisa menjadi ayah dan anak yang sangat kompak dan akur.
“Kenapa kamu menangis sayang? Apakah ada yang sakit?” tanya Alex yang dijawab gelengan kepala nana. Dia memang merasakan sedikit sakit saat kedua anaknya seperti menendang bersamaan tapi bukan itu yang membuatnya menangis.
“Aku senang melihat interaksi kalian. Kamu akan menjadi ayah yang baik alex.”
__ADS_1
“kamu juga akan menjadi ibu yang baik. Kedua anak kita akan melindungi kamu bersama aku di masa depan.” Ucap Alex.
Setelah itu Alex kembali fokus dengan pekerjaannya. Sesekali tangannya mengelus perut sang istri. Sedangkan nana hanya menemani alex sambil bermain hp sang suami.