CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
Bab 35


__ADS_3

Nana memberikan makanan yang sudah dia siapkan untuk alex. Walaupun dirinya sedikit sebal melihat adegan tadi tapi dia tahu alex tidak akan mengecewakannya. Mungkin untuk saat ini belum entah nanti.


"sudah kita makan dulu ajah." ucap nana.


Disaat bersamaan rico masuk ke dalam ruangan alex. Terlihat pada wajahnya pucat mengingat akan ada yang mengamuk kepadanya karena hal tadi terjadi.


"rico ayo ikut makan. Aku juga bawa buat kamu." ucap nana. Rico dengan senang hati menerima makanan yang diberikan oleh istri sahabatnya.


"Terima kasih na, jadi ngerepotin deh . hehhehe" ucap rico, dia merasa hawa dingin mengelilinginya saat itu juga. Rico memberanikan menatap atasannya dan benar saja alex sedang menatap tajam seakan mengucapkan'kamu mengganggu waktu bersama istriku, pergilah.'. Tapi Rico tidak ingin menghiraukannya.


"biarlah kali ini aku mengganggumu sahabat ." ucapnya dalam hati


Tak terasa makanan ketiganya habis dengan waktu yang cukup cepat. Nana yang mengingat membeli makanan penutup untuk dia, alex dan rico.


"aku juga sudah membeli makanan penutup, karena dadakan aku gak punya persiapan buat makanan penutup nanti kalau aku senggang akan buatkan deh." ucap nana yang dibalas angguka kepala oleh alex.


"kamu sangat manis nana, aku iri sekali dengan alex. Kalau alex nyakitin kamu, aku siap jadi sandaran kamu na." ucapan rico sontak membuat alex kesal. Dia melempar majalah yang ada di meja dekat sofa.


"aduh sakit alex." ucap rico


"makannya itu bibir dijaga jangan asal ngomong. Nana akan selalu bersamaku. Dasar jomblo cari ajah cewek kamu sendiri." ucap alex kesal sedangkan nana yang melihat keduanya sudah menahan tertawa. Dia tidak habis pikir alex cowok dingin bin menyebalkan bisa sangat prossesive dengannya. nana sangat bersyukur.


"hahhaha, kalian lucu sekali. Apakah kamu butuh bantuanku untuk mencari wanita rico?" tanya nana


"bagaimana kalau kamu saja yang......Au" ucapan rico terhenti karena alex melempar kembali majalah ke rico.


"aish menyebalkan sekali, aku juga gak akan merebut nana darimu juga kali kecuali nana datang kepadaku." ucap rico sambil meninggalkan ruangan itu karena dia sadar sudah membangunkan seekor singa jantan yang sedang bucin.


"RICO"Teriak alex.


"hahhaha, beruntung kamu bisa bertemu dengan nana. lex." gumam rico yang sedang berjalan menuju ruangannya.

__ADS_1


Setelah rico pergi, alex langsung menempatkan nana di atas pangkuannya dengan pelukan yang cukup erat namun tidak menyakiti nana. Nana tahu suaminya sedang cemburu.


" lucu sekali kamu lex kalau sedang cemburu, seperti anak kecil yang permennya diambil " ucap nana dalam hati.


"aku tidak akan pernah melepaskanmu na, kamu hanya milikku dan aku hanya milikmu." ucapan alex membuat nana bahagia, senyuman muncul di wajah nana.


"aku tahu lex, kitakan sudah suami istri." ucap nana sambil memegang wajah alex dengan kedua tangannya.


"oh ya lex, tadi aku bertemu seorang pria di cafe. Dia mengaku teman smpku tapi aku tidak ingat." ucapan nana membuat alex penasaran dengan pria yang ditemui istrinya.


"kamu tidak boleh dek....." nana memotong ucapan alex. Alex yang mendengar perkataan nana menjadi sangat bahagia.


"aku tidak boleh dekat dengan pria lain karena sekarang hanya kamu yang jadi proritas aku. Selain itu aku tidak ingin dicap istri yang tidak baik karena masih dekat dengan pria lain." ucap nana


"terima kasih nana, kamu selalu mengerti aku." ucap alex


"kalau aku gak ngerti kamu baru nikah aku langsung minta cerai sama kamu. " ucapan nana membuat alex kaget.


"karena kamu pria yang nyebelin banget, mana ada pria yang masak kebangetan kaya kamu. "ucap nana


"hahhaha,tapi sekarang kamu sayangkan?" tanya alex


"ya sayanglah kan kamu suami nana kalau gak sayang ngapain aku nikah sama kamu." ucap nana


"makasih kamu sudah nerima aku yang penuh dengan kekurangan ini." ucap alex dan mencium pipi kanan nana.


"hahha ya kamu kurang dalam ahlak tapi kamu cukup sempurna untuk seorang nana yang biasa ajah bahkan kaya upik abu ini hehehe." ucap nana sambil mengelus kedua tangan alex yang ada di pinggangnya. Entah mengapa dia merasa nyaman kalau dekat dengan alex setelah menikah berbeda saat dulu.


"upik abu saat belum bertemu denganku baby sekarang kamu jadi cinderellanya pangeran alex. hahahaha." ucapan alex membuat keduanya tertawa.


"alex sebaiknya kamu lanjut kerja deh, pasti kerjaan kamu menumpukkan?" tanya nana

__ADS_1


"tidak kerjaan aku sudah beres, bagaimana kalau hari ini kita kencan?" tanya alex


"benar nih? boleh tapi aku yang nentuin tempatnya ya?" tanya nana


"ya, aku ikut kamu ajah. kan aku sekarang jadi supir pribadi nona nana." ucap alex dengan gaya menunduk sontak itu membuat nana tertawa melihat kelakuan suaminya.


"hahahaha kamu ada-ada saja. ya udah ayo kita pergi kencan." ucap nana


"ayo" ucap alex sambil menggemgam tangan nana dan berjalan keluar ruangan. Disaat bersamaan rico sedang berjalan menuju ruangan alex untuk memberika beberapa berkas.


"Rico segera tugasku aku serahkan padamu tidak ada bantahan." ucap alex dan meninggalkan rico yang terkejut bukan main.


"aduh nih anak makin hari jadi menyebalkan. apakah dia tidak tahu tugasku saja sudah banyak sekarang dia tambah. Untung gaji dari si singa memuaskan kalau tidak sudah ku jual perusahaan ini." umpat rico dalam hati.


"alex apakah tidak sebaiknya kita batalkan saja. aku tadi lihat berkas yang dibawa rico cukup banyak." ucap nana kepada alex, sedangkan pria yang diajak bicara sedang asik memainkan rambutnya.


"tidak apa nana dia digaji olehku untuk melakukan semua tugas yang aku berikan kepadanya. Bahkan jika aku suruh dia pergi ke afrika dia tidka akan bisa menolak." ucap alex


"kamu bos yang jahat alex." ucap nana


"ya kamu benar hahahaha tapi kamu tetap sayangkan baby." ucap alex


Diwaktu yang bersamaan pintu lift terbuka. Keduanya berjalan bersamaan dengan alex yang memegang tangan naa dengan erat. Sedang karyawan yang melihat itu terkejut apalagi kaum hawa mereka tidak menyangka idolanya sedang bergandengan dengan seorang wanita.


"saya membayar kalian bukan untuk menonton saya dan istri saya." ucapan alex menyadarkan karyawan yang ada di lobby, mereka segera meninggalkan atasannya karena tidak mau berbuat masalah dengan boss yang sangat diktaktor itu.


"Ayo baby" ucapan alex dengan lembut bahkan karyawannya yang tadi sudah kembali fokus terkejut dengan pelakuan atasannya pada wanita yang disebut istri oleh alex.


Di lain tempat seorang pria sedang mabuk dan kesal bahkan barang-barang yang ada di apartement sudah tidak pada tempatnya. Pria itu kesal saat tahu wanita yang dia cintai sejak masih remaja sekarang sudah dimilikin oleh pria lain. Dia tidak rela melepaskan wanita itu untuk pria lain.


"Nana kamu hanya milik aku, tak akan aku biarkan pria lain memilikimu walaupun sekarang kamu sudah dimilikinya. Aku akan merebutmu karena hanya aku pria yang boleh memilikimu."

__ADS_1


__ADS_2