
Nana dibuat kesal dengan tingkah alex seharian ini. Pria itu berubah menjadi bayi besar yang tidak ingin berjauhan dengan nana walaupun saat wanita itu ingin ke kamar kecil. Alex selalu mengikutinya. Hal ini membuat nana kesal dan uring-uringan. Tapi orang yang menyebabkannya tidak mempedulikan ucapan nana. Seakan pendengarannya sekarang sedang bermasalah.
"ayolah lex aku tidak akan meninggalkanmu jadi jangan seperti ini. Lagipula bagaimana aku bisa kabur kalau bawahanmu sudah mengepung setiap daerah rumahku." ucap nana mencoba menyadarkan alex yang selalu menempel dengannya.
Setelah adega alex menangis tadi pagi. Pria itu menjadi sangat menempel dan tak ingin lepas dari nana.
"aku ingin selalu di sisimu baby, entah mengapa aku selalu rindu denganmu walaupun kita berjauhan dalam jarak 1 meter." ucap alex.
Pria itu selalu menempel bahkan alex tidak membiarkan istrinya turun dari pangkuannya.
"apakah kamu tidak lelah dengan posisi ini, aku sudah tidak seperti dulu. Lihat aku sedang membawa anakmu saat ini dan kamu tahu berat badanku akan 2 kali lipat dari dulu." ucap nana yang mengingatkan kondisinya yang saat ini sedang mengandung.
"baby, kamu sama sekali tidak berat bahkan sekarang lebih ringan dibandingkan 2 bulan lalu. Lihat wajahmu saat ini, kemana pipi cubbymu itu." ucap alex dengan wajah yang sedih saat mengelus wajah sang istri.
"apa yang kamu lakukan hingga badanmu kecil seperti ini padahal kamu sedang hamil anak kita." ucapan alex menyadarkan nana bahwa tubuhnya sempat mengalami penurunan yang drastis setelah meninggalkan alex. Dia tidak pernah memiliki nafsu makan selam 2 bulan terakhir yang mengakibatkan berat badannya lebih ringan dibandingkan dulu.
"entahlah, aku tidak memiliki nafsu makan alex. Bahkan es cream yang selalu aku senangi jadi sangat tidak menarik untuk dimakan." ucap nana
"maafkan aku yang tidak bisa menjaga perasaanmu." ucap alex. Pria itu sadar semua ini terjadi karenanya yang kurang hati-hati. Kalau nana tidak pergi dari rumah dia yakin wanitanya tidak akan seperti saat ini.
"apakah kamu bekerja terlalu keras?" tanya alex.
Pria itu sempat mendengar informasi dari Rico kalau nana bekerja salaman 2 bulan ini walaupun itu dilakukan dari rumah. Tapi menurutnya seorang wanita hamil harus tidak melakukan aktivitas yang bisa membuatnya stress.
"tidak, aku hanya melakukan pekerjaan freelance saja. itupun kalau aku ingin. Untungnya aku masih memiliki cukup uang hingga seorang pria mau menikahiku kembali. "ucapan nana sontak membuat alex kesal.
"tidak akan ada pria yang boleh menikahimu semasi aku hidup." ucap alex dengan intonasi yang sedikit tinggi.
"hahahhaha, kamu lucu lex. aku tidak pernah terpikirkan itu hanya ingin mengetesmu saja." ucap nana tapi alex tetap kesal mendengar ucapan istrinya. Seakan-akan wanita itu akan pergi dengan pria lain.
"sudah jangan marah, lihat perutku. Aku tidak mungkin memberikan ayah lain untuk anakku. " ucapan nana membuat alex tersenyum kembali.
__ADS_1
"hanya aku yang boleh menjadi ayah untuk anak kamu dan hanya kamu ibu untuk anakku." ucap alex yang diakhir dengan kecupan di dahi nana.
"semoga kita bisa selalu seperti ini." ucap nana dalam hati.
"sore kita pulang ya baby." ucap alex
"sebenarnya aku betah disini lex, disana terlalu mewah kadang aku juga takut mengingat rumah besarmu itu." ucapan nana sontak membuat alex tertawa gemas.
"kamu tahu wanita di luar sana sangat ingin memiliki rumah yang mewah dan besar." ucap alex
"ya tapi aku gak termasuk, rumahmu itu besar banget takut banyak hantunya walaupun jujur sih indah banget dah." ucap nana membuat alex tersenyum.
Pria itu tahu wanitanya berbeda dengan wanita diluar sana yang selama ini dekat dengannya. Nana tidak terlalu suka kemewahan tapi itu yang membuat alex jatuh cinta. Kesederhanaannya membuat alex selalu tertarik dari putaran kehidupan nana.
"tapi sekarang kamu sedang hamil,baby. Aku lebih tenang saat kita tinggal di mansion. Apalagi saat aku pergi kerja setidaknya ada pelayan yang menemanimu." ucap alex
"ayolah lex, aku ingin rumah yang sederhana untuk keluarga kecil kita." ucap nana "nanti malam aku kasih jatah deh, kan sudah lama tuh kamu gak rindu sama aku gitu sayang." sontak panggilan nana membuat alex bahagia.
"alex." ucap nana
"bukan itu tadi di akhir kamu manggil aku."
"apasih aku manggil kamu alex kok." nana mencoba menahan senyumnya, dia tahu dengan cara ini suaminya akan menuruti permintaanya.
"ayolah baby. ulang lagi panggilan tadi." ucap alex
"tapi kamu janji menuhin permintaanku tadi?" tanya nana dijawab anggukan kepala oleh alex.
"sayang." panggil nana
"lagi ."
__ADS_1
"sayang ."
"lagi aku belum dengar."ucap alex
"hey kamu sudah lama gak ketemu aku jadi punya gangguan pendengaran, tadi aku sudah panggil sayang tapi gak dengar ." ucap nana yang kesal dengan tingkah alex. Semenjak hamil emosi nana sulit untuk dikontrol tak jarang emosi membeledak seperti saat ini.
"aduh istriku ngambek, terima kasih baby sudah memanggilku sayang." ucap alex yang diakhiri oleh kecupan pada benda kenyal milik nana.
"cih dasar laki-laki." umpat nana pelan tapi masih terdengar alex. Pria itu tertawa mendengar umpatan nana.
"apakah kamu menjadi gila setelah ditinggalkanku?" tanya nana kesal melihat respon sang suami.
"ya aku gila karenamu. Entah duniaku seakan runtuh saat tidak ada kamu disampingku baby." ucap alex
"lebay, kamu paling juga suka jajan ." ucap nana
"tidak baby, aku gak mungkin jajan kalau cuman kamu yang bisa buat aku puas." diakhiri dengan seringai.
"ingat sudah mau punya anak masih mesum ajah." ucap nana yang sedikit jutek
"ya kan mesumnya sama istri sendiri. Baby aku belum bertemu dengan little nana dan little alex. bagaimana kalau kita jenguk anak kita didalam?" ucapan alex yang membuat nana bingung.
"kamu makin aneh, anak belum juga lahir sudah mau jenguk ajah.aaaaaaah." teriak nana saat alex sudah membawa nana menuju kamar tidurnya.
"apa yang mau kamu lakukan alex?" teriak nana
"aku ingin menjenguk anak kita baby." ucap alex
Setelah itu keduanya melepas rindu selama 2 bulan lamanya.
"Terima kasih baby kamu mau kembali denganku ." ucap alex yang diakhiri dengan kecupan didahi sang istri. Sedangkan nana sudah tidur karena kelelahan setelah olahraga dengan sang suami.
__ADS_1