CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
Bab 50


__ADS_3

Setelah pembicaraan Alex dan Nana mengenai rahasia alex yang sudah dipendahmnya. Nana selalu mengikuti sang suami kemanapun pria itu pergi. Bahkan beberapa kali nana ikut rapat dan itu membuat alex cemburu karena banyak karyawan pria yang terpesona oleh bahkan beberapa pria tertangkap sedang memperhatikan nana. Hal itu yang membuat alex uring-uringan sedangkan penyebab semua kekesalan alex tidak menyadarinya. Bahkan beberapa kali nana dengan santai ikut serta dalam pembicaraan saat rapat. Hal ini menambah pria di ruang rapat semakin terpesona. Sebenarnya alex sangat senang sang istri selalu ingin di dekatnya tapi dirinya juga tidak lera kalau banyak pria yang memperhatikan sang istri. Apalagi menurut alex setelah nana hamil auran wanita itu semakin meningkat kadang dirinya takut kalau sang istri terpikat dengan pria lain.


Namun pagi bumil itu tidak ingin ikut dengan alex. Bahkan sang istri memintanya menjauh dari nana. Semua itu semakin membuat alex uring-uringan setelah sampai kantor.


"Saya tidak mau tahu  setelah jam makan laporan i sudah harus ada di meja saja atau kamu saya pecat. Sekarang kamu pergi" ucap alex sambil melempar laporan itu ke lantai. Sedang karyawan itu segera pergi setelah mengambil laporan dilantai.


"Hey ada apa dengan tuan alex ini. " Ucap seorang pria dari pintu alex. Pria itu menatap rico untuk meminta jawab tapi pria itu hanya menghembuskan nafas. Pria itu seakan tahu masalah temannya.


"Sabarlah alex mungkin nana begitu karena bawaan bayi lagi pula bukannya kamu kesal karena istrimu ikut rapat sekarang dia ada di rumah marah juga." ucap pria itu yang tak lain jonathan sahabat alex.


"Masalahnya dia tidak ingin berdekatan denganku bahkan dia bilang aroma badanku tidak enak kaya ikan asin." ucapan  alex membuat rico dan jonathan tertawa keras. Tentu hal itu membuat alex kesal bukan main apalagi mengingat dirinya baru membuka aib.


"KAsian sekali tuan alex ditolak oleh nyonya. Hati-hati nanti anakmu milikin ibunya." ucap jonathan sontak alex menatap jonathan.


"Brak. alex." seorang pria mendorong pintu dengan keras. Terlihat wajahnya tidak dalam baik-baik saja.


"Ada apa mike? bisa kah kamu santai membuka pintu itu." tanya rico.


"Alex ini penting , kamu tidak buka handphone kah dan rico kamu juga." ucapan mike membuat kedua orang pria itu penasaran tentang informasi yang ada handphone keduannya. Segera kedua orang itu menyalakan handphone yang tadi dalam keadaan mati.


"Nana kecelakaan alex." ucapan mike membuat alex terkejut. Sekujur tubuhnya bergetar. Dirinya tidak percaya mengenai informasi itu.

__ADS_1


"Apa maksudmu mike" tanya jonathan yang tidak tahu apa-apa karena handphonennya  baru saja hancur saat dirinya akan membuka pesan dipagi hari.


"Tadi kata pak tito kalau nona tergelincir dari tangga dan sekarang sedang di bawa ke rumah sakit keluargamu alex." Setelah mendengarkan itu alex langsung berlari keluar disusul dengan rico tapi tidak dengan mike dan jonathan yang saling menatap.


" Kamu menyembunyikan sesuatukan mike? aku tahu itu karena baru saja tadi aku bertemu dengan nana." ucap jonathan.


" hahaha, kamu tidak tahu kalau hari ini alex ulang tahu dan sebenarnya rico juga sudah mengetahui informasi itu." ucap mike.


"**** aku lupa tentang itu, tapi apakah nana masuk rumah sakit?" tanya jonathan


"ya gaklah , nana hanya check up biasa ke rumah sakit dan berencana memberikan kejutan pada alex di rumah sakit." ucap mike


"dasar gila, ini benar-benar tidak lucu pasti alex akan marah sama nana." ucap jonathan


Sedangkan alex dan rico sedang di dalam mobil dengan rico yang memegang kemudi.


"apakah kamu tidak bisa mengemudi rico." ucap alex.


"Diamlah lex aku juga sudah maksimal dan tenangkan dirimu." ucap rico.


"Bagaimana aku bisa tenang kalau istriku yang sedang hamil bisa jatuh dari tangga. Bahkan aku tidak tahu keadaannya saat ini." ucap alex yang tanpa sadar air mata jatuh pada pipinya. Sedangkan rico tidak menyangkan bos mafia yang paling ditakuti di dunia sekarang sedang menangis bahkan tergambar kekhawatirannya.

__ADS_1


" Maaf lex aku membohongimu tapi ini permintaan bumil." ucap rico dalam hati.


Beberapa menit mengemudi dari kantor alex menuju rumah sakit keluargannya tidak membutuhkan waktu yang lama. Setelah rico memberhentikan mobil. Segera alex keluar dan berlalri menuju kamar rawat keluarganya.


"Aku mohon baby bertahanlah jangan tinggalkan aku kembali." gumam alex saat menunggu lift bergerak menuju lantai 5 yang merupakan lantai khusus untuk keluarganya. Setelah pintu lift terbuka segera alex lari menuju kamar yang ada paling ujung kanan lantai ini.


"Nana."


"Suprise sayang." teriak nana saat alex membuka pintu. Sontak itu membuat alex segera berlari menuju sang istri dan memeluk dengan erat sang istri yang sedang hamil itu.


"Kamu baik-baik sajakan baby?" tanya alex sambil memperhatikan nana dari bawah hingga bawah dengan diakhiri kecupan pada dahi nana. "Alhamdulilah kamu baik-baik saja baby." ucap alex yang kembali memeluk nana.


"ale lepas dulu." ucap nana yang dibalas dengan gelengan oleh sang suami.


" Please lex." yang pada akhirnya alex mengalah melepaskan pelukannya.


"Happy brithday dady." ucapan nana sontak membuat alex terkejut.


"Kamu tahu ulttah aku baby." tanya alex.


"Tentu dan aku punya hadiah buat kamu." nana memberikan sebuah kontak." Bukalah." ucap nana dan alex kaget saat melihat sebuah photo usg.

__ADS_1


"anak kita kembar alex." ucap nana dengan senyum manis yang muncul dari wanita muda itu.


__ADS_2