
Hari ini sepasang suami istri sejak pagi hanya menghabiskan waktu mereka di kamar. Bahkan Alex sama sekali tidak mengizinkan nana turun dari tempat tidur kecuali pergi ke kamar mandi. Nana tidak mempermasalahkan keinginan sang suami karena dia juga merasa sangat malas berkegiat. Sejak bangun keduanya hanya salling berpelukan dengan hiburan putaran tv yang menyala tapi keduanya tidak memperhatikan acara yang disiarkan.
"Apakah kita akan seharian seperti ini?" tanya nana.
"Apakah kamu ingin pergi ke suatu tempat sayang?" tanya Alex balik tanpa berniat menjawab pertanyaan nana sebelumnya.
"Aku sedang malas berpergian. Kemarin seharian sudah seluruh tenagaku di pakai untuk menemani mom." ucap nana .
Dia sangat ingat kemarin , hampir satu hari dirinya menemani sang mertua berbelanja. Bahkan niat awal membeli beberapa potong pakaian bayi. Semua itu malah tidak terlaksana. Sang mertua asik dengan berbelanja untuknya dan dirinya sendiri. Beruntungnya Alex saat itu datang dan menyelamatkan dari kegiatan yang membuat jiwa miskinnya tersiksa habis.
"apakah kamu sangat tidak suka kalau berbelanja dengan mom?" tanya Alex sambil memainkan rambut sang istri.
"Aku bukan tidak menyukainya. Hanya saja jiwa miskin aku tidak baik jika harus melihat kegilaan mom dalam berbelanja. Rasanya dulu untuk membeli beberapa potong baju saja aku suka berpikir ribuan kali untuk membelinya. Sedangkan mom tanpa memikirnya untuk kedua kali saja sudah langsung dia beli. Rasanya hati dan jiwaku tidak kuat melihatnya." jelas nana yang entah kenapa bumil itu menjadi banyak sekali berbicara. Sedangkan Alex sangat menikmati curhatan sang istri. Bahkan dia tertawa saat mendengarnya.
"hahhahahhaha."
"kenapa kamu tertawa sayang?" tanya nana pada alex. Pria itu tidak membalas pertanyaan. Alex malah mengucup bibir istrinya yang dari tadi tidak bisa berhenti berbicara atau memakan sesuatu.
"kamu sangat menggemaskan sayang." ucap Alex yang membuat ibu hamil itu tersipu mendengarnya.
__ADS_1
nana hanya akan memanggil Alex sayang kalau sedang berdua. padahal alex selalu meminta sang istrinya memanggil dengan panggilan itu. Tapi pada dasarnya nana keras kepala yang membuat alex hanya bisa mengalah dengan istrinya. Alex yang dulu terkenal dengan keras pala dan tidak suka mengalah. Tapi sekarang dia tidak seperti karena istrinya lebih keras dibandingkannya.
"kamu harus terbiasa dengan kehidupan kita sekarang sayang. Apa yang ibu lakukan itu karena uang dad sudah hampir berjamur kalau tidak digunakan untuk berbelanja. Kamu juga harus melakukan itu, kasihan uangku berjamur di atm karena hidupmu yang terlalu sederhana. "
"aku tahu cara menghabiskan uangmu lebih cepat." ucap nana dengan senyum misterius. Alex yang melihat itu malah tertawa. Dia merasa sangat gemas jika nana sudah berekpresi seperti ini.
"Kamu bisa menggunakan sesukamu asal tidak untuk berselingkuh." ucap Alex dengan tatapan tajam pada sang istri tapi hanya mendapatkan delekan mata.
"Ya kali aku selingkuh. Kamu gak lihat aku lagi bawa apa di perutku ini. Mana ada yang mau selingkuh denganku." ucap nana.
"kamu harus tahu saat wanita sedang hami, kecantikan bertambah beberapa kali dari biasanya. Karena itu aku tidak ingin kamu berjauhan. Bagaimana kalau aku menjenguk kedua anak kita." ucap Alex yang sudah berada di atas nana.
"Tidak baik sayang menolak keinginan suami." ucap Alex sebelum kedua bibir mereka bersentuhan dan mengalirkan rasa cinta mereka. Saat Alex sudah mulai meraba tubuh nana sebuah ketukan sangat keras membuat keduanya berhenti.
"siapa yang menggangguku. Padahal aku sudah bilang hari ini tidak ingin di ganggu." gerutu Alex yang mersakan kesenangannya diganggu. Sedangkan nana bernafas lega. Dia merasa tertolong dengan orang yang mengetuk pintu kamarnya. Walaupun sebentar orang itu akan mendapatkan amukan dari Alex karena telah mengganggu alex.
"sudah sana kamu buka dulu. Mungkin saja ada hal penting ." ucap nana yang sudah turun dari tempat tidur dan berjalan ke ruang ganti. Tentu saja dia tidak mungkin menggunakan kemeja alex terus menerus.
"siapa sih." ucap alex sambil membuka pintunya.
__ADS_1
Alex menatap kesal orang -orang yang tidak tahu malu karena telah mengganggu keasikannya. Padahal Alex sudah sangat senang hari ini tidak ada pekerjaan maupun kedua orang tuanya yang akan mengganggunya. Sepertinya dia lupa ada teman-teman laknatnya yang siap mengganggunya dan nana.
Sekarang di depan pintu kamar Alex berdiri Jonathan dan kawan-kawan kecuali rico yang terlihat tidak ada di sini. Alex melipat kedua tangnnya di dada dan menatap mereka dengan wajah yang siap untuk meledak. Beberapa saat kemudia nana keluar dengan pakaian yang lebih rapih dari sebelumnya.
"Ada siapa lex?" tanya nana.
"hanya ada beberapa hama yang tidak tahu waktu saat berkunjung ke rumah orang." sindir alex sayangnya pria-pria itu sama sekali tidak tersinggung.
"Hai nana, kita berkunjung karena belum sempat benar-benar menengokmu setelah kamu kembali. Jadi jonathan dan yang lain berniat mengadakan pelayan kecil-kecilan untuk melayakan kembalinya kamu." ucap nick.
"Wah boleh tuh ayo kita rayakan." ajak nana yang juga ikut semangat.
"Sayang,"panggil Alex dengan nada manjanya sayangnya bukan nana kalau tidak berpengaruh dengan berbagai rayuan maut pria yang berstatus suaminya itu.
"Sudahlah, kamukan sudah kenyang semalam. Hingga aku baru tidur beberapa jam . Sekarang biarkan anak kita senang karena pelayan yang diadakan mereka. "
"kamu sudah kembali 1 bulan. Selain itu kita juga sudah merayakan pas ulang tahun aku. Jadi mereka hanya membuat alasan untuk mengganggu waktu kita saja." protes alex. Sedangkan teman-teman alex sudah dari tadi kembali ke ruang keluarga.
"Sudahlah, hari minggu tuh kita sebaiknya bersenang senang bersama. Bukan berdiam di dalam kamar." ucap nana yang langsung meninggalkan alex yang sedang kesal karena istrinya. sebenarnya nana juga malas harus menghabiskan waktu dengan teman-teman Alex. tapi dibandingkan harus menghabiskan dengan na*su gila sang suami rasanya dia tidak akan kuat. Biarlah sesekali suaminya harus nahan kesukaannya itu.
__ADS_1