
Alex tidak menyangka pria yang sedang berbincang dengan tunangan adalah sahabatnya sendiri. Dia dapat melihat dari tatapan temannya ketertarikan pada nana. Hal itu menambah kemarahannya pada sahabatnya. Setelah adegan di lobby kantor antara alex dan sahabatnya. Pria segera membawa tunangan ke ruangannya. Dia ingin meminta maaf karena tindakannya dengan sepupunya dan perlakuannya tadi di kantin yang cukup kasar dengan menarik wanita itu dengan keras. Bahkan dia tanpa sadar mencekram tangan tunangannya. Keduanya yang hanya berdiam saat masuk kedalam lift, Wanita di samping alex masih diam, sedangkan alex merasa ketakutan. Dia takut wanita di samping marah besar. Hingga suara wanita itu membuat keheningan itu hilang secara sesaat. Pria itu terkejut dengan apa yang diucapkan wanita di sampingnya.
"Maaf Alex." ucap nana yang membuat alex bingung dengan wanita di sampingnya. Dia bingung kenapa wanitanya malah meminta maaf padahal kesalahan berawal dari rencana alex. Harusnya dia yang meminta maaf bukan wanita di sampingnya.
"Kenapa kamu minta maaf baby? kamu tidak salah apa-apa." ucap alex. Nana masih dengan posisi awal menundukkan kepalanya ke lantai lift. Mereka berdua merasa lift bergerak sangat peran seakan ruangan itu mempersilahkan mereka untuk menyelesaikan masalah mereka di ruangan kotak besi itu.
" maaf aku tadi buat kamu marah, aku harusnya gak bisa dengan mudah berbincang dengan pria selain kamu. Bagaimanapun aku sudah bukan wanita single. Aku sudah tunangan dan semestinya aku menjaga hatimu walaupun kamu belum bertahta di hatiku." ucapan nana membuat alex semakin merasa bersalah mengingat rencana membuat nana cemburu. Dia tidak seharusnya membuat rencana itu. Alex merasa dirinya sangat bodoh dengan tindakannya, dia semestinya sadar walaupun wanita di sampingnya belum bisa memberikan hatinya tapi wanita itu selalu menjaga hati nana seperti menjaga hatinya. Alex masih diam dan asik dengan pikirannya yang merasa bersalah dengan semua tindakannya hari ini. Nana yang mendapat respon alex yang hanya diam, membuat wanita itu semakin merasa tidak enak.
"maaf juga tidak semestinya aku meninggalkan kamu tadi di ruanganmu dengan wanita itu. Aku memang tidak pantas menjadi tunanganmu. Walaupun aku belum memiliki perasaan sepertimu tapi hubungan kita tetap ada. Sekali lagi aku minta....."
"Berhentilah minta maaf baby, aku yang bersalah tidak semestinya sabar menunggu hati kamu untuk aku bukan dnegan membuat rencana seperti tadi untuk membuat kamu cemburu dan marah." potong alex yang merasa bersalah dengan tindakan yang dia pilih.
Ting.
Lift terbuka di lantai tempat keduanya bekerja. Nana berjalan terlebih dahulu namun alex segera menarik wanita itu ke sebuah ruangan kosong.
"kita harus menyelesaikan kesalah pahaman dulu baby." ucap alex sambil menarik di ruangan kosong.
"Alex aku sebenarnya tahu kalau wanita itu bukan pacarmu, dia adalah sepupumu. "ucap nana santai sambil menatap wajah tunangannya. Nana sudah tahu tentang wanita yang datang keruangan alex. Ibu alex pernah memperlihatkan photo sepupu alex saat terakhir dirinya berkunjung ke rumah alex. Jadi saat dia melihat drama tadi siang dia hanya merasa sebal dengan harapan pria itu untuk membuat nana cemburu.
"jadi kamu tahu gita adalah adik sepupuku.?" tanya alex pada nana. Dia merasa malu ternyata rancannya dari awal sudah gagal.
"Ya, kemaren mama memperlihatkan semua photo sepupu kamu. Jadi saat drama tadi pagi terjadi aku hanya merasa sebal karena usahamu membuatku cemburu." jawab nana sebal mengingat adegan menggelikan tadi saat waktu makan siang.
"OMG, aku sangat malu pada mu." ucap alex sambil menutup wajahnya. Nana yang melihat tanpa sadar membuat senyum wanita itu tampil. Alex yang melihat itupun terkesima sesaat.
"sudahlah, kalau dipikir-pikir lagi kamu gak salah dengan tindakanmu itu. Kamu hanya ingin melihat respon aku jadi sudah gak usah malu sama aku biasannya kamu juga malu -maluin hahahha." ucap nana tertawa saat mengingat alex yang suka bertindak malu-maluin kalau bersama nana.
"aku tidak seperti baby, itumah kamu baby." ucap alex kesal mendengar ucapan tunanganya.
"Hahaha iya itu mah aku tapi kamu juga suka kan ?" ucap nana sambil mengedipkan matanya pada alex.
__ADS_1
"aku selalu suka dengan semua yang ada dalam dirimu." ucap alex sambil memeluk badan wanita didepannya.
"hey jangan pegang-pegang tuan alex." ucap nana marah saat tunangan memeluknya.
"upps saya lupa, tunggu beberapa hari lagi kamu tidak akan bisa menolak sentuhanku baby." teriak alex saat melihat tunangannya meninggalkannya.
"maaf tuan usahamu harus lebih keras lagi karena hatiku belum punya kamu jadi jangan harap bisa nyentuh loh hahhahahha." teriak balik nana dengan di tutup oleh tawanya.
Teriakkan keduanya terdengar oleh gita dan rico yang saat itu baru saja keluar dari ruangan alex. Keduanya hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan pasangan itu.
"Pasangan unik tiada tara, yang pria sudah bagaikan kucing kalau ketemu wanitanya tapi bisa menjadi singa saat di luar. Sedangkan wanita itu sudah kaya es beku berjalan saja." gumam rico dalam hati.
Gita yang melihat pasangan itu merasa senang ternyata sepupunya itu mendapat wanita yang baik. Menurutnya alex memang pantas mendapat wanita seperti nana. Meskipun alex memiliki sifat yang menyebalkan dan menyeramkan jika sudah di luar sana. Tapi setidaknya sepupunya mendapatkan seorang yang bisa membuatnya rilex dan seperti manusia biasanya. Pria itu yang biasanya tidak santai bahkan tersenyumpun bisa dihitung jari selama ini tapi saat bersama nana alex selalu tersenyum tanpa terpaksa.
"Hai sepupu, apakah drama kalian sudah selesai." ucap nana menyapa gita saat melihat wanita yang tadi berperan sebagai pacar nana berada di depan pintu ruangan alex.
"hai kakak ipar, wah ternyata kamu tahu kalau kita sedang membuat drama untukmu." ucap gita terkejut saat tahu ternyata sejak awal rencana kakak sepupunya sudah gagal.
"yah, tahu gitu buat apa aku harus bergelayut manja pada pejaka tua itu." gerutu gita dengan kecewa rencannya gagal dan sebal mengingat tindakannya tadi.
"siapa yang kamu bilang pejaka tua? aku baru 29 tahun ." protes alex dibilang pejaka tua oleh sepupunya.
"kak ipar kenapa mau sama kucing ini?" tanya gita sambil membawa nana berjalan kedalam ruangan alex kembali. Sedangkan alex yang dipanggil kucing merasa sebal.
"karena kakak sepupu punya banyak sekali akal untuk menjebakku." ucap nana membuat alex tersenyum.
"ya baby aku memang punya banyak akal untuk bisa memilikimu." gombal alex dibalas muka sebal oleh nana dan gita.
"ih kakak kamu tidak cocok menggombal, gombalannya jelek banget lagi. Kasihan kakak ipar kalau nikah sama tua bangka ini." ucap gita sambil mengejek sepupunya yang adalah hobinya kalau bertemu.
"hahhahaha, memang dia tidak pernah sadar kalau gombalannya jelek banget ." ucap nana mendukung perkataan adik sepupu alex. Sedangkan alex memperlihat wajah sebal walaupun sebenarnya dia tersenyum bisa membuat wanita itu tersenyum.
__ADS_1
"Sudah berhenti wajah mesum tua bangka." ucap gita saat melihat ekspresi aneh kakak sepupunya itu.
Kedua wanita itupun asik berbincang berbagai hal sedangkan alex kembali fokus dengan pekerjaannya. Hingga nana ingat tunangannya belum makan siang. Diapun bangun dari duduknya dan berjalan menuju atasannya sekaligus tunangannya itu.
"kamu belum makankan? mau makan apa biar aku pesan saja." tanya nana pada alex. Pria itu segera berhenti membaca laporan perusahaan saat nana bertanya.
"entahlah, aku ingin makan masakanmu." ucap alex dengan wajah dibuat seakan imut tapi menggelikan untuk gita dan nana yang melihatnya.
"berhenti menggunakan wajah aneh kakak, mukamu tidak cocok seperti itu." ucap gita membuat alex sebal dengan adik sepupunya, ingin rasanya dia mengirim wanita itu ke antartika agar tidak menggangu dia dan nana.
"diamlah bocah kamu sebaiknya pulang saja jangan disini terus." usir alex pada anak bibinya itu.
"heh dasar sepupu tidak tahu diri." ucap gita sambil berdiri dan berjalan ke nana.
" aku balik dulu ya kakak, kalau tuh tua bangka aneh-aneh kasih hukuman ajah. Gita yakin dia akan jinak kaya kucing." ucap gita sambil memeluk nana dan pergi meninggalkan ruangan itu.
"Hey dasar adik sepupu durhaka ." teriak alex mendengar ucapan gita yang merendahkannya.
"sudahlah, ayo kita makan dulu. Bagaimana kalau makan di cafe sebrang kantor. "tawar nana pada atasannya itu.
"ayo, aku mah ikut kemana kamu pergi baby." ucap alex berjalan mengikuti tunangan itu.
"berhentilah aku sudah cape dengan gombalanmu." ucap nana setelah kembali mendengar gombalan pria itu.
"aku tidak akan lelah untuk mendepatkan hatimu baby." ucapan alex sambil memegang tangan nana.
"ya gimana kamu deh?" ucap nana sudah lelah dengan protesnya memang tak akan pernah menang kalau berbicara dengan tunangannya.
Tanpa nana sadari sudah ada benih cinta muncul dengan alex. Wanita itu sudah nyaman dengan tingkah alex yang menyebalkan, kepedulian yang pria itu kasih selama ini sudah membuahkan hasil. Tapi nana masih ingin menolak hingga hari berbahagiannya datang. Dia akan memberi tahu tentang hati saat pria itu benar -benar menjadi suaminya.
Sedangkan alex sudah tidak mempermasalahkan seberapa lama dia harus menanti hati wanita itu menjadi milik. Karena menurutnya semasih wanita itu selalu ada di sisinya itu bukan menjadi masalah. Apalagi setiap perlakuan nana membuatnya yakin hati wanita akan menjadi miliknya suatu hari walaupun butuh waktu yang lama.
__ADS_1