
Ruang dingin dan gelap di sebuah tempat yang jauh dari daerah perkampungan. Terdapat seorang pria yang tangan dan kakinya sedang terikat pada kursi. Pria itu baru sadar dari pingsannya. Saat pria itu menatap ruangan gelap disekitarnya, dia sadar kalau hidupnya benar-benar akan berakhir. Rasa takut muncul dari dalam dirinya mengingat hal yang akan terjadi pada dirinya setelah ini. Tapi tidak ada penyesalan dengan apa yang dia lakukakan walaupun rencana itu gagal.
Duuuuuuk
Seorang pria masuk dengan menendang pintu ruangan itu. Terlukis kemarahan pada wajah pria yang baru saja masuk. Pria itu mendekat menuju seseorang yang sedang terikat di kursi. Pria itu adalah alex. Alex datang tidak sendiri rico , jonathan, dan kevin menemani kedatangan pria itu. Ketiga sahabatnya khawatir dengan kondisi alex saat ini. Mereka takut alex akan membunuh sahabatnya walaupun mereka sadar kesalahan sahabatnya tidak bisa ditolerir lagi. Tapi Mike tetap sahabatnya dan mereka tahu sahabatnya hanya diperalat oleh seseorang.
"Aku tidak menyangka kamu tega mengecewakanku mike." ucap alex sambil mencekram rahang pria itu
"hahhahaha, bagaimana kondisi wanita jalang itu teman." ucap mike pada alex. Sebenarnya dia tidak berani melawan sahabatnya ini tapi alex sudah mengecewakannya lebih dulu.
"Kau."Bugh bugh . Alex langsung meninju mike yang sedang terikat. Dia mengingat kondisi nana saat ini terjadi karena sahabat di depannya.
"Kenapa kamu melakukan itu ?" ucap alex sambil menarik kerah baju pria itu yang masih terikat pada kursi.
"hahahha, kamu pikirkan sendiri alex. apa yang telah kau buat di masa lalu pada angle." ucap mike dengan nada yang lebih tinggi dari alex.
Angle adalah adik perempuan mike. wanita itu sangat menyukai alex sejak kakaknya membawa alex dan teman-temannya ke rumah untuk main saat kakaknya masih kuliah. Angle selalu mencari perhatian alex tapi pria itu tidak sama sekali memperdulikan angle. Segela cara dia lakukan untuk mendapatkan perhatian alex tapi tak pernah dipedulikan. Hingga angle mengetahui alex sedang berpacaran dengan teman satu kampusnya. Angle marah besar , wanita itu membuat rencana untuk menjebak alex menjadi miliknya. sayangnya rencana itu tetap tidak berhasil. Mike yang tidak oernah tahu rencana sang adik itu mengira temannya mencoba menyakiti adiknya. Sejak saat itu mike berpura-pura baik dengan alex dan mencoba mencari celah untuk menyakiti alex.
Alex yang sudah mengetahui rencana adik sahabatnya tidak pernah berencana memberi tahu mike karena dia tidak ingin sahabatnya memiliki hubungan yang tidak baik dengan sang adik. Rahasia itu diketahui oleh semua sahabat alex kecuali mike. Hal itu yang membuat kevin tidak pernah mendukung rencana sang sahabat. Dia hanya menjadi pendengar dan mata-mata untuk alex. Walaupun dia tidak pernah memberi tahu kepada alex.
Kevin yang merasa geram dengan tingkat sang sahabat akhirnya mengeluarkan suaranya."itu bukan salah alex mike." ucap kevin sambil mendekati kedua orang itu.
"kamu pikir saya percaya dengan ucapanmu.Kalian semua cuman boneka pria b****** ini." ucap mike berteriak. alex yang sudah tidak bisa menahan emosi saat mendengar ucapan sahabatnya kembali memberikan pukulan pada wajah tampan sahabatnya. Hingga sebuah dering telepon menyadarkan alex. Pria itu pergi meninggalkan ruangan itu saat tahu siapa yang meneleponnya.
"Aku serahkan dia pada kalian." ucap alex meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
"bagaimana dengan kondisi nana?" ucap alex yang baru saja datang. tidak ada seorangpun yang menjawab pertanyaan pria itu.
"jawab" teriak alex pada teman nana.
"tadi detak jatung nana berhenti." ucap teman nana
"apa ?" alex berjalan mendekati nana yang belum sadarkan diri.
"baby kapan kamu akan sadar? bukankah kamu mencintaiku tapi kenapa kamu masih belum membuka mata indahmu itu." ucap alex sambil mengelus tangan nana.
" apakah kamu sangat tidak ingin menikah denganku hingga harus seperti ini?" ucap alex pada nana. Tanpa pria itu sadari air mata mulai berjatuh membasahi wajahnya.
"Kumohon sadarlah, aku sangat merindukan dirimu. aku rindu dengan omelanmu dan dimanja olehmu." ucap alex.Air mata yang mengalir semakin banyak. Pria itu mengecup tangan wanitanya. Saat bersamaan tangan wanita itu bergerak secara perlahan.
"Nana ." ucap alex setelah sadar wanitanya memberikan respon.
"Alex." panggil nana dengan rilih. Alex yang mendengar suara wanita pujannya segera membawa nana kedalam pelukannya.
"Akhirnya kamu sadar juga." ucap alex pada nana
"Maaf alex." ucap nana pada alex
"berhenti mengucapkan itu. Aku yang lebih pantas mengucapkan itu baby. Aku tidak bisa melindungimu." ucap alex sambil memeluk nana.
"aku senang kamu baik-baik saja ." ucap nana pada alex
__ADS_1
"jangan kamu lakukan itu lagi." ucap alex sambil menatap nana
"aku akan tetap melakukan itu untuk melindungimu karena aku mencintaimu ." ucap nana dengan senyum pada wajahnya yang terbit.
"aku juga mencintaimu." ucap alex.
"aheeem." deheman seseorang menyadarkan keduanya. Nana langsung mendorong tubuh nana. Wajahnya memerah saat mengingat dia memeluk nana sedangkan alex tersenyum mengingat kejadian tadi.
"saya akan periksa nona nathalia." ucap sang dokter
"kondisi anda sudah membaik hanya harus istirahat dan jangan bekerja terlalu keras karena lukannya belum sepenuhnya kering." ucap sang dokter.
"kapan saya bisa keluar dari sini?" tanya nana pada sang dokter karena nana tidak menyukai dengan bau obat.
"kamu tidak akan keluar jika belum sembuh total " ucap alex pada nana yang membuat wanita itu sebal.
"ayolah lex aku bisa beristirahat di apartementku." ucap nana pada alex
"tidak ada bantahan ." ucap alex
"bagaimana dengan acara pernikahan kita ?" tanya nana saat mengingat rencana pernikahannya minggu ini.
"Kita bisa menundanya sampai kamu sehat ." ucap alex
"tap....."
__ADS_1
"gak tapi-tapian. untuk kali ini kumohon ikutin permintaanku na. Aku tidak ingin melihatmu seperti ini lagi." ucap alex sambil mengelus jemari nana yang membuat sang wanita tak bisa membantah sang tunangan. Wanita mengangguk kepalanya.
"baiklah." ucap nana