
"hari yang cerah ." ucap nana saat melihat cuaca dari dalam mobil. Setelah menikah alex melarang nana pergi sendirian dia harus diantar. sebenarnya nana ingin menolak permintaan alex namun berhubung karakter alex yang sedikit menyebalkan kalau dia tidak lakukan sesuai dengan keinginannya. Hal itu yang membuat nana harus menerima dengan lapang dada. Pikir nana tidak ada ruginya juga, diapun mungkin akan jarang beraktivitas di luar rumah selain ke kantor alex dan usahannya yang baru saja dia rintis.
"pak apakah perjalannya masih lama ?" tanya nana pada pak Tono
"tidak nona, bentar lagi juga sampai. Apakah nona ingin singgih dulu sebelum ke kantor tuan?" tanya tono yang masih fokus dengan jalan di depannya.
"beberapa toko sebelum kantor alex ada cafe melati apakah bapak tak apa kalau berhenti di situ dulu ?" ucap nana
"baik nona itu sudah tugas saya mengantar anda kemanapun bila tidak bersama tuan alex." ucap pak tono
Setelah pembicaraan singkat nana hanya memfokuskan dengan melihat kepadatan jalan hari ini dari jendela di sebelahnya.
Mobil yang ditumpangi nana berhenti di sebuah cafe. Nana turun dari mobil sebelum itu dia berjalan menuju pak tono.
"bapak mau nitip sesuatu ?" tanya nana
"tidak usah nona." ucap pak tono
"baik kalau begitu saja ke cafe dulu ya pak ." ucap nana
Nana berjalan menuju kasir sebelum itu dia mendengar seseorang memanggilnya.
" nana" ucap seorang pria yang memanggilnya
"siapa ya ?"tanya nana pada seorang pria yang tadi menyapanya.
"kamu gak ingat aku? nino teman SMP mu loh." ucap pria itu.
"maaf sepertinya saya sudah lupa ." ucap nana dengan santai. Saat melihat kedepan ternyata sudah bagiannya.
"saya pesan 2 esspresso, 1 kopi susu, 1 caramel machiato, 4 slice red velvet cake, dan 1 chese cake. untuk yang kopi susu dan 1 slice red velvet pisah ya mbak." ucap nana sambil menyerahkan kartu atmnya.
"na, kamu benar gak ingat aku ?"tanya pria bernama nino
"maaf aku sudah lupa teman smp tapi sepertinya memang aku punya teman bernama nino di kelas 2 smp." ucap nana sedikit jutek
"nah kamu inget, bagaimana kalau kita bertukar nomer hp saja ." ucap nino masih mencoba mengajak nana berbicara tapi sayangnya wanita yang dia ajak bicara seperti tidak ada minat.
__ADS_1
"maaf aku tidak bisa nino, aku seorang wanita yang telah menikah jadi tidak baik kalau masih berhubungan dengan seorang pria apalagi suamiku tidak mengenalmu." ucap nana mengambil pesanananya.
"terima kasih mbak , saya duluan." ucap nana meninggalkan nino yang terkejut dengan respon nana.
"kamu memang selalu menarik sejak dulu nana." gumam pelan pria itu
Nana masuk kedalam mobil dengan mood yang sangat buruk. Entah mengapa dia paling tidak suka orang yang SKSD dengannya.
"nona kenapa ?" tanya pak tono
"tidak apa- apa pak kita langsung ke kantor alex saja pak ." ucap nana
"baik nona." ucap pak tono
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk ke kantor alex dari cafe tadi karena hanya beda beberapa bangunan saja. Nana mengambil kantong makan siang untuk alex dan minuman yang tadi dia beli di cafe.
"pak ini buat bapak, sebaiknya bapak langsung pulang karena nana mau pulang bareng alex." ucap nana sambil memberikan katong kertas berlogo cafe melati. Nana segera berjalan menuju kantor sang suami. Banyak orang yang melihatnya dengan mencibir tapi dia tidak peduli dengan cibir mereka.
"bukankah itu sekretaris pribadinya tuan alex, kenapa dia baru datang hari ini. Di lihat dari pakaiannya saja tidak cocok untuk seorang sekretari tuan alex." ucap karyawan yang ada di lobi
"lihat pakaiannya itu."
Memang nana hari ini hanya menggunakan celana jeans dan sweeter kebesaran terlihat sangat cute pada tubuh wanita itu. Dia sadar memang aneh menggunakan pakaian santai ke kantor tapi dia ke sini untuk makan siang bersama suaminya bukan untuk bekerja.
Nana langsung memasukkin lift khusus CEO dia tidak peduli orang-orang memperhatikannya. Dia memilih lantai paling atas karena itu ruangan alex. Dia keluar dari lift tapi lantai itu terlihat sepi bahkan dia tidak melihat sobat suaminya yang menyebalkan itu.
"kenapa sepi banget ya ." gumam nana pelan.
Nana melangkahkan kaki menuju ruangan alex. Dia membuka pintu tanpa mengetuk. Nana melihat seorang wanita sedang menggelayut manja dengan sang suami. Tidak ada kemarahan pada wajah nana saat melihat itu sedangkan alex terkejut saat melihat sang istri langsung saja dia mendorong wanita itu dari pangkuannya.
"shit, nana akan marah ." umpat alex pada dirinya. Dia ingin membakar wanita yang dengan berani menggelayutinya.
"kenapa berhenti ?" ucap nana yang sudah duduk di sofa yang ada di ruangan alex dengan santai wanita itu menata makanan yang dia bawa ke meja.
__ADS_1
"na aku bisa jelaskan ." ucap alex mendekati sang istri
"mbak gak mepet lagi kamu ?" ucap nana menghadap sang wanita yang sedang terduduk di lantai karena akibat dorongan alex.
" kamu siapanya tuan alex? aku tuh calonnya tuan alex." ucap wanita itu yang sudah berdiri dan berjalan mendekati nana. Sedangkan alex yang melihat itu terlihat akan meledak karena ucapan wanita itu.
"siapa yang kamu sebut calon?" ucap alex dengan keras
"tuan alex kenapa kamu berteriak padaku ." ucap wanita itu sambil mengelus tangan alex namun langsung di tepis.
"aduh mbak kalau mau mepet jangan setengah-setengah dong sekalian ajah pepet sampai ke neraka sekalian ." ucap nana sambil berdiri mendekati wanita itu.
"apa maksudmu ? saya itu....."
PLAK
"berhenti berbicara omong kosong." ucap alex kesal
"hahhahaha, alex santailah." ucap nana sambil mengelus tangan alex dengan sedikit mencekram.
"nana benar-benar marah." ucap alex dalam hati. "kemana si curut itu pergi ." umpat alex kesal
"kau harus mbak kalau saya itu adalah istri sahnya pria yang kau sebut calon ." ucap nana santai "sudah alex ayo makan nanti keburu dingin makanannya." ucap nana sambil menarik alex dengan keras ke arah sofa. Di waktu bersamaan rico masuk kedalam ruangan alex dengan membawa beberapa berkas.
"rico bawa wanita itu dan pastikan dia tidak di terima di manapu lagi ." ucap alex dengan sorotan mematikan pada rico.
Rico yang tahu kesalahan yang telah dia perbuat segera menarik wanita itu dengan keras.
"dasar wanita jalang tidak tahu sudah masuk ke kandang singa ." umpat rico melihat wanita yang dia tarik.
"nana " panggil alex
"hhm." balas nana
"baby jangan marah ya , please itu tidak seperti yang kamu pikirkan." ucap alex
"emang apa yang aku pikirkan." ucap nana yang membuat alex terdiam " aku percaya sama kamu tidak akan mengecewakan aku. Kalau sampai itu terjadi aku akan dengan senang hati mundur dan pergi dari hidupmu." ucapanan seakan memohok hati alex. Dia tidak membayangkan nana meninggalkannya. Nana sudah menjadi candunya dan dia tidak mungkin hidup tanpa wanita itu.
__ADS_1