CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
Bab 25


__ADS_3

Alex mencoba menyibukkan dengan membaca berkas-berkas tapi tetap saja pikirannya kepada sang tunangannya walaupun dia tadi sudah mendapat pesan dari wanita itu bahwa bentar lagi akan kembali.Sudah 30 menit dia menunggu tapi tidak ada kemunculan wanita itu. Dia melulai gelisah apalagi tidak ada kabar dari pengawal nana tentang wanita itu.


Seorang masuk kedalam ruangan dengan wajah pucat siapa lagi kalau bukan rico asistennya sekaligus sahabatnya. Pria itu mendekat ke meja alex dengan wajah yang khawatir. Alex yang sadar dengan ekspresi rico langsung mengerutkan dahi.


"apa yang telah terjadi pada nana?" tanya alex dengan berteriak pada rico. Sedangkan pria yang ditanya menelan ludahnya saat melihat kemarahan pria di depannya.


"nana diculik dan semua pengawal dalam keadaan sekarat." ucap rico dengan sedikit bergetar saat merasa suasanan yang mencekram.


"sialan , sudah aku duga. Firasatku tidak enak ." gumam alex dan duduk ke kursi kebesarannya.


"siapkan orang-orangku untuk membunuh siapa saja yang berani menculik nanaku. Kamu temani aku bertemu dengan jonathan itu ." ucap alex dengan sedikit geraman.


Dia tidak bisa mempercayai pria yang mencintai nana. Pria itu berpikir jonathan yang menculik nana karena tidak menerima nana menikah dengannya.


Sedangkan di lain tempat, jonathan sedang bersedih mengingat penolakan nana padanya.


"Sudah berhentilah bersedih, setidaknya wanita itu tidak memanfaatkanmu seperti wanita yang dulu."ucap seseorang dari ruangan itu.


"hatiku masih merasa tidak rela, nana terlalu baik untuk alex." ucap jonathan pada temannya.


"kamu lebih berbahaya dibandingkan alex. kamu harus tahu itu." ucap pria itu santai tanpa merasa bersalah pada temannya yang sedah bersedih itu.


"APA MAKSUDMU?" bentak jonathan pada temannya.


"Ayolah, kamu tidak ingat kalau kamu psikopat gila. kalau nana sama kamu nasib nana yang kurang baik hhahahha." ucap pria itu sambil tertawa keras di ruangan itu. Memang pria itu selalu mengutarakan pendapatnya tanpa melihat kondisi. Jonathan sebal mendengar ucapan temannya itu.


"kamu pikir alex tidak psikopat huh?" tanya jonathan pada temannya


"Alex lebih dari itu dia mesin pembunuh tapi lihatlah saat ini dia bahkan seperti sapi yang cucukkan hidungnya saat bersama nana. Bahkan dia mencoba untuk berhenti melakukan perdagang ilegal itu." ucap pria itu


"ya kamu benar, mungkin memang alex lebih membutuhkan nana dibandingkan aku. Pria itu membutuhkan pawang untuk membawanya kembali seperti manusia. Dia terlalu kejam untuk seorang manusia." ucap jonathan.


Jonathan yang baru saja selesai dari kesedihannya di ruangannya kerjanya, terkejut dengan kehadiran dua pria yang masuk ke dalam ruangannya tanpa permisi.


"Hey pintu itu untuk diketuk bukan ditendang dasar pria gila." ucap jonathan kesal melihat pintu ruangnya rusak akibat tendangan pria yang sejak tadi dia bicarakan.


"Apa peduliku, kamu bawa nana kemana? " ucap alex yang telah menarik kerah kemeja jonathan yang membuat pria itu terkejut dengan ucapan dan tindakan pria itu.


"Kenapa kamu tanya aku? kamu tunangannya semestinya kamu lebih tahu." jawab jonathan sambil mencoba lepas dari cengkraman alex tapi kekuatan pria itu lebih besar dibandingkannya.


"Kamu jangan pura-pura, kamu pikir saya bodoh bisa tertipu dengan omonganmu itu." ucap alex


"Aku tidak tahu apa-apa ? aku meninggalkan cafe lebih dulu dari nana." ucapan jonathan sebal kepada alex


"Jujurlah , kamu yang menculiknyakan ?" tanya alex pada jonathan semakin mengeratkan cekramannya pada leher pria itu.


"Apa? nana diculik ? " tanya jonathan pada alex. Alex sebal melihat ekspresi terkejut pria itu.

__ADS_1


"Alex lepaskan saja jonathan dia tidak bersalah sama sekali, bahkan dia habis ditolak oleh tunanganmu itu." ucap teman jonathan di ruangan itu.


"Nick, kamu jangan membelanya." ucap alex danĀ  menatap tajam pada pria bernama nick itu.


"ayolah aku mendukung hubunganmu dengan wanita itu jadi tidak mungkin aku membiarkan pria bodoh itu merencanakan hal buruk pada wanitamu."Ucap nick yang membuat alex melepaskan cengkramannya pada leher jonathan.


"Senang kamu ya mengumbar kesedihan temanmu itu." ucap jonathan pada nick


"hahhahahah, itu karena kebodohanmu dasar bocah nakal." ucap nick pada jonathan. "alex duduklah. kita bisa membicarakannya baik-baik." ucap nick pada alex


"sebaiknya kamu ceritakan kejadian penculikan nana rico." ucap jonathan yang sudah duduk di depan alex yang masih menatapnya tajam.


"Nona nana diculik saat menuju ke kantor dan semua pengawalnya ditemukan dengan luka tembak di bagian dada mereka." ucap rico pada jonathan dan nick


"lalu kamu berpikir aku menculik nana?" tanya jonathan pada teman yang ada di depannya itu.


"ya, aku tahu kamu merencanakan menculik nana ." ucap alex menatap tajam pada jonathan. Jonathan yang ketahuan akan niatnya untuk membawa kabur menjadi sedikit tidak enak.


"Ya aku memang merencanakannya tapi mendengar ucapan nana membuatku tidak bisa melaksanakan rencana itu." ucap jonathan pada alex sendu


"Cih, berhentilah mencintai wanitaku." ucap alex dengan pada sahabatnya itu. Diapun tidak habis pikir dengan pria di depannya bisa mencintai tunangannya.


"Aku sedang mencoba alex, sekarang kita pikirkan siapa yang menculik nana." ucap jonathan mengalihkan pembicaraan tentang perasaannya terhadap tunangan sahabatnya itu.


"Aku tidak tahu siapa lagi yang berani menatang seorang alex yang paling di hindari oleh setiap organisasi kegelapan karena akan berakhir kehancuran." ucap nick mengingat karakter alex yang paling benci diganggu itu.


Pria itu berjalan mendekat sofa yang ada alex ,jonathan ,nick , dan rico. Pria itu memberikan senyum pada sahabatnya itu.


"Siapa?" tanya alex tegas


"kamu tidak akan menyangka orangnya itu alex. Orang itu akan dengan mudah kamu hancurkan tapi juga sulit untukmu." ucap pria itu pada sahabatnya.


"langsung saja pada intinya kevin." ucap alex marah.


"Mike" ucap pria itu yang bernama kevin.


Alex terkejut mendengar nama yang disebutkan kevin. Dia tidak menyangka sahabatnya yang paling dekat setelah rico adalah yang menculik wanitanya. Dia tidak tahu alasan sahabatnya menculik wanitanya.


Di lain tempat nana sudah sadar dari efek obat tidur. Dia merasa sakit pada pergelangan tangan dan kaki yang diikat pada kursi yang wanita itu dudukin. Dia ingin menangis tapi itu tidak akan berguna. wanita itu memperhatikan ruangan itu berharap menemukan sesuatu yang bisa dia gunakan untuk kabur dari tempatnya. Tapi sayang ruangan itu sangat tertutup hanya ada satu pintu yang pasti di depan pintu itu ada penjaganya.


"kamu sudah sadar" ucap seseorang yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik nana.


"Kamu ternyata sedikit cantik, hal ini yang membuat seorang alex mengejarmu kah ?" tanya pria itu pada nana sambil memegang dagu nana.


"lepaskan aku." ucap nana pada pria di depannya.


"hahhahaha kamu tidak akan aku lepaskan karena kamu akan mati bersama tunanganmu itu." ucap pria bertopeng itu.

__ADS_1


"Apa salahku yang membuatmu menculikku?"Tanya nana sambil mencoba membuka tali di pergelangan tangannya tanpa pria itu sadari.


"satu kesalahanmu adalah menjadi tunangan seorang alex." ucap pria itu. Pria itu berjalan menuju pintu di ruangan itu.


"Tunggulah pertunjukkan utama saat tunangamu mati di depanmu. Setelah itu kamu selanjutnya cantik." ucap pria itu sebelum meninggalkan ruangan itu.


Nanan yang masih mencoba membuka tali pada pergelangan tangannya. Hingga seorang wanita masuk ke dalam ruangan itu dan di saat bersamaan tali pergelangannya dapat dia lepas tapi nana melilitnya jadi seakan tali itu masih mengikat tangan nana.


"Ternyata ini wanita milik alex, dasar jalang jelek. " ucap wanita itu di depan nana


"Kamu memanggil dirimu sendiri " ucap berani nana pada wanita itu.


Wanita yang di depan nana tidak terima dengan ucapan nana dan lalu menampar pipi nana. Sebuah warna merah muncul di pipi cubby nana dan membuat wanita itu senang.


"Apa yang akan terjadi jika wajahmu tidak mulus lagi? aku yakin alex akan meninggalkanmu." ucap wanita itu senang. Dia mengambil pisau lipat yang ada di saku celana pendeknya itu dan menggorekan pisau itu pada pipi nana.


"Wow indahnya cairan merah itu di wajahmu. hahhahhaa"ucap wanita itu


"kamu akan mendapatkan balasannya." ucap nana marah dengan perilaku wanita itu


"hahhahah, kamu bahkan akan mati di sini, tenanglah alex akan aku yang menjaganya jadi kamu bisa mati dengan tenang." ucap wanita itu pada nana.


"angel keluar dari ruangan itu." ucap pria tadi sudah berada di depan pintu.


"Aku sedang bermain dengan mainan baru ini." ucap angle pada pria itu.


"keluar kamu sekarang." ucap pria itu tegas yang membuat wanita itu sebal dan berjalan menuju pintu untuk keluar dari ruangan itu.


"Kita akan bertemu lagi ." ucap wanita itu sebelum menutup ruangan itu.


Nana segera mencoba melepaskan tali pada kakinya dengan sesekali rasanya nyeli dia rasakan pada luka di pipi kanan dan tamparan di pipi kiri.


"Aku harus segera keluar agar alex tidak datang ke tempat ini." ucap nana dalam hati.


Tali kakinya terbuka dia melihat ruangan ini tidak ada celah yang bisa buatnya kabur hingga dia melihat sebuah jendela pentilasi yang terbuka. Namun itu cukup tinggi untuknya. Wanita itu mencari sesuatu untuk membantunya mencapai pentilasi itu karena kursi saja tidak sampai.


Nana sudah menemukan box kayu yang bisa injak untuk mencapai pentilasi itu. Saat nana sudah keluar seseorang membuka pintu ruangan. Pria itu terkejut tidak melihat wanita alex di ruangan itu.


"Sialan, kalian semua cari wanita itu." teriak pria itu pada semua bawahannya.


Sedangkan nana mencoba lari dari bangunan tua yang berada di tengah hutan itu. Wanita itu masuk ke dalam hutan karena menurutnya itu lebih memudahkannya untuk menghilangkan jejak dibandingkan melewati jalan raya. Hutan yang lebat membuat luka pada sekujur tubuh nana. Hari itu sudah malam hanya cahaya bulan yang menerangi jalan nana untuk keluar dari hutan itu. Sebuah teriakan dan cahaya dari arah belakangnya membuat nana ketakutan. Wanita itu terus berlari walaupun badannya sudah sangat relah apalagi luka goresan dari ranting pada badannya menambah rasa sakit pada tubuhnya.


"Ku mohon alex tolong aku ." ucap nana dalam hati.


Tubuh wanita itu semakin melemah dan segelombolan orang itu semakin mendekat. Hingga sebuah tangan menarik dan membekap mulutnya. Nana mencoba melepas tapi kekuatan orang itu terlalu besar.


"Tenanglah baby, ini aku." ucap pria itu. nana yang mendengarkan suara yang dia kenal segera membalikkan badan dan melihat pria yang dia rindukan. Wanita itu segera memeluk pria di depannya dengan erat sedangkan pria yang dipeluk nana tersenyum senang karena ini kali pertama wanitanya berinisiatip bersentuhan dengannya.

__ADS_1


__ADS_2