
Nana merasa gelisah dan khawatir dengan alex. Dia merasa akan ada hal buruk dengan hubungan keduanya. Setelah pergulatan dengan pikirannya berjam-jam. Nana akhirnya berniat untuk menghubungi alex walaupun dia sadar hari ini sudah malam.
"aku harap semua ini hanya perasaanku saja, semoga kamu tidak mengecewakanku alex." ucap nana pada dirinya.
Sudah beberapa kali nana mencoba menelepon alex tapi tidak ada jawab. Hingga akhirnya panggilannya diangkat tapi semua harapannya luntur ketika suara seorang wanita yang menjawab.
"hallo. maaf alex sedang tidur. Dia terlalu lelah kalau boleh saya tahu anda siapa?" ucap wanita itu
"siapa kamu ? pasti kamu tahu siapa aku kan?" ucap nana dengan nada dingin.
"aku calon istri alex, dia baru saja melamarku. kamu siapa alex? jangan bilang kamu selingkuhan alex?" perkataan wanita itu membuat semua kepercayaannya kepada alex luntur.
"ternyata selama 4 hari kamu tidak menghubungiku karena kamu sudah memiliki yang lain dan apa calon istri." gumam nana dalam hati.
"aku tidak percaya dengan perkataanmu" ucap nana
"huh benar mungkin sulit untuk mempercayai kalau hanya dari perkataan. Aku akan lihatkan kalau begitu." ucap wanita itu yang mengganti dengan Videocall. Nana semakin kecewa saat melihat alex yang adalah suami sedang tidur dengan kondisi dada terlanjang dan wanita yang hanya pakaian dalam saja.
"baiklah aku percaya, sepertinya aku mengganggu istirahat. Maaf." ucap nana yang langsung mengakhiri panggilan.
Setelah itu nana menangisi nasibnya. Dia tidak menyangka pria itu selingkuh ketika dirinya sudah hamil anak pria itu. Ini terlalu menyakitkan untuk nana. Baru saja dia mendapat kabar baik mengenai anak dalam kandungannya.
"ternyata memang tidak seharusnya aku mempercayaimu lex, aku salah memberikan hatiku padamu." ucap nana yang telah mengelap air matanya. Wanita itu berjalan kesebuah ruangan yang ada dikamar itu. Nana mengemasi pakaiannya dan membawa beberapa barang yang menurutnya penting saat dia keluar dari rumah ini. Wanita menyimpan semua pemberian alex dari kartu kredit hingga handphonenya. Biarkan dia mengembalikan semua pada tempatnya dan meninggalkan kenangan manis yang pernah tercipta oleh mereka. Karena nana sudah bertekad setelah dia melangkah keluar dari gerbang mansion ini sudah tidak ada lagi alex dalam dirinya yang harus dia ingat kembali.
__ADS_1
Mansion alex yang sepi pada malam hari mempermudahnya untuk pergi dari rumah ini. Pak tito sudah dia minta untuk membelikannya sesuatu dan dia yakin pria itu baru kembali beberapa jam kemudian.
"maaf pak tito aku harus membohongi bapak." ucap nana yang melihat pria tua itu pergi dengan supir pribadinya. Sekarang nana berpikir bagaimana dia pergi tanpa diketahui oleh penjaga mansion ini. saat sedang berpikir nana ingat ada satu jalan yang bisa dia gunakan untuk keluar walaupun kemungkinan terlihat oleh pelayan mansion tapi dia merasa harus mencobanya. Nana membalikkan badannya melihat rumah yang baru dia tinggali selama 2 bulan Banyak hal indah yang telah terjadi di rumah itu.
"Aku memang telah mencintaimu lex tapi aku tidak bisa bertahan bersamamu lagi." ucap nana sambil melihat rumah itu dengan sedih."nak, maaf harus memisahkanmu dengan ayahmu tapi mama janji akan memberikan yang terbaik dan kita pasti bisa menjalaninya bersama. Hanya kamu kekuatan untuk mama menjalani hidup ini." ucap alex sambil mengelus perut yang masih rata.
Sedangkan ditempat lain alex terbangun dari tidurnya dengan kondisi bagian atasnya tak menggunakan apapun. Dia bingung apa yang terjadi tapi sebuah suara dari luar kamarnya menyadarkannya.
"alex bukan pintunya ada hal penting." ucap rico yang bertiak. Pria itu berwajah pucat, menurutnya akan terjadi hal buruk setelah sahabatnya sekaligus bosnya mengetahui berita ini.
"ada apa rico ?" tanya alex sambil membuka pintu kamarnya.
"alex kamu kemana saja? bahkan kamu meninggalkanku dari acara dan lihat kondisimu sekarang."ucapan rico membuat alex sedikit terkejut. Dirinya juga bingung kenapa ada di ruangan ini.
"jangan bilang kamu melakukan sesuatu dengan wani......" ucapan rico terpotong.
"tapi lihat sekarang dirimu kamu seperti orang yang barus saja melakukan itu." ucap rico
"sudahlah itu kita bicarakan itu nanti, bukankah kamu ingin memberi tahuku sesuatukan ?" ucap alex yang sudah berjalan menuju sofa di ruanga itu.
"sebelumnya kamu harus janji untuk tetap tenang." ucapan rico dibalas anggukan kepala oleh alex."sebenarnya aku baru saja mendapat informasi dari pak tito mengenai nana."ucapan rico terpotong oleh alex.
"apa yang terjadi dengan nana rico?" tanya alex dan terlihat wajah khawatir terlukis di wajah tampan alex.
__ADS_1
"ada berita baik dan buruk berhubungan nana, kamu ingin berita apa dulu?" tanya rico sedangkan alex yang sudah khawatir kesal mendengar perkataannya sang sahabat itu.
"baik dulu saja cepatlah aku khawatir dengan kondisi nana." ucap alex dengan yang sedikit meninggi.
"kabar baiknya sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah lex." ucapan rico sontak membuat alex terkejut dan bahagia mendengarnya.
"apa nana hamil ? aku akan menjadi seorang ayah."ucap alex yang masih tidak menyangka akan kabar itu.
"iya, tapi kamu tidak bisa bahagia dulu. Kabar buruknya nana pergi dari mansion." ucapan rico membuat alex terkejut bukan main. Baru saja dirinya mendapatkan kabar baik tapi kabar buruk.
"apa maksudmu nana pergi dari mansion?" ucap alex dengan nada yang menahan emosinya.
"tadi malam nana meminta pak tito membelikannya makanan karena nana sedang mengidam itu dan sialnya makanan itu berada jauh dari lokasi mansion. Sebenarnya pak tito sudah merasa curiga dengan nana karena wajah nana tidak terlihat dalam kondis baik. Menurut pak tito wajah nana seperti habis menangis dengan mata yang membengkak. Tapi pak tito tidka berani bertanya apa yang terjadi pada nana. Hingga pak tito kembali, nana sudah tidak ada dimana-manapun. Karena itu pak tito berinisiatif melihat cctv. Ternyata nana meninggalkan mansion dari pintu belakang mansion yang digunakan oleh pelayan untuk keluar masuk lex." ucapan rico membuat alex terkejut. Dirinya ingin marah dengan semua pekerja di rumahnya tapi mereka tidak ada salah apalagi saat melihat kondisi nana sebelum pergi.
"melihatmu dalam kondisi seperti ini aku pikir itu ada hubungannya denganmu lex. " ucapan rico membuat alex semakin terkejut. Pria itu berjalan menuju meja sebelah tempat tidurnya. Dia mengambil hpnya dan mengecek panggilan dan benar saja ada nama nana pada panggilan tadi malam. Bahkan lebih dari 10 kali panggilan.
"sebenarnya apa yang terjadi padaku rico aku tidak mengingat apapun setelah aku minum sebuah minuman di pesta itu." ucap alex
"sepertinya ada seseorang yang ingin memisahkanmu dengan nana. Orang itu membuat kalian salah paham. Apalagi kondisi nana yang sedang hamil. Itu membuatnya sulit untuk berpikir jernih karena emosi ibu hamil tak menentu." ucap rico
"aku tidak mau tahu, kamu harus menemukan nana secepatnya dan bawa pelaku ini semua kehadapanku secepatnya. Mereka salah memilih musuh." ucap alex dengan dingin. Sedangkan rico yang melihat alex sudah kembali pada dirinya yang sebelum bertemu nana.
"mereka telah membangunkan iblis yang sudah tertidur." ucap rico dalam hati.
__ADS_1
-Bersambung-
Terima kasih sudah baca cerita ini, jangan lupa ya like, vote dan tinggalkan jejak di kolom komentar biar author semakin semangat upadatenya.