
Nana tidak merasa seperti liburan. Pada kenyataanya Alex hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar saja. Tentu kegiatan apa yang mereka lakukan pasti sudah tahu. Dia tidak melepaskan Nana dari pelukannya.
Jikapun pelukannya lepas, saat Alex mengambilkan makan untuknya atau Nana pergi ke kamar mandi. Hampir tiga hari yang dilakukannya dan alex seperti ini terus. Sunggu Nana tidak bertahan jika seperti ini terus.
“Kamu ingin kita seperti ini terus?” tanya Nana dengan nada sinis pada kekasihnya yang sedang mengenduk belahan dadanya. Sekarang tempat itu menjadi tempat favoritnya alex. Entah pria itu selalu melakukan apapun sesuka hatinya.
Nana saja sudah malas berdebat dengan tingkah Alex. Tapi hari ini dia tidak ingin lagi menghabiskan waktu di kamar saja. Dia sudah bosan dan merasa akan menjadi gila kalau harus menemani suaminya dengan hobinya itu.
“Sayang aku suka kalau kita seperti ini. Kalau kita kembali ke rumah. Aku tidak punya waktu untuk melakukan ini denganmu.” Ucap alex yang membuat nana menatap tajam suaminya. Tapi pria itu tidak peduli. Dia malah asik memainkan perutnya yang berada anaknya.
“anak papa juga sama dengan papakan. Kalian juga ingin di dalam kamar saja.” Ucap Alex pada anaknya yang di dalam perutnya. Lihat suaminya menjawab sendiri. Dasar pria itu sedang menggunakan anaknya untuk kesenangan sendiri.
“tentu saja papa kami suka kalau bersama dengan papa seperti saat ini.” Ucap Alex yang menirui suara anak kecil. Pria itu menatap polos pada Nana seakan tidak melakukan kesalahan apapun. Sungguh menyebalkan pria di depannya. Beruntungnya dia adalah suaminya. Kalau bukan sudah dirinya habisi karena membuat Nana kesal.
“Alex kalau kamu ingin kita menghabiskan waktu di kamar saja. Lebih baik kita pulang saja sekarang. Aku lebih suka rumah kita dibandingkan tempat ini.” Ucap Nana pada Alex yang membuat suaminya menatap tidak suka padanya. Tentu saja nana tahu alasannya. Karena suaminya tidak akan bisa melakukan hal ini sepanjang hari di kediamannya.
Karena kelima sahabatnya pasti tidak akan membiarkannya. Apalagi Rico pasti akan menarik Alex untuk bekerja. Tapi Nana lebih suka itu dibandingka harus meuruti nafsu gila suaminya. Dia tidak sadar kalau nana sudah lelah melakukan hal itu tiga hari berturut-turut. Beruntungnya anak-anaknya kuat jadi tidak melakukan itu tidak membuat khawatir Nana.
“Kamu tahukan sayang, kalau kita kembali. Si rico itu pasti mendatangiku dengan setumpuk pekerjaan.” Ucap alex pada istrinya. Bukan mendapat dukungan tapi dia malah mendapatkan tatapan malas dari Nana. Bagaimana tidak semua hal itu terjadi karena Alex sanga malas bekerja setelah nana kembali. Tentu saja pekerjaan menjadi menumpuk dan Nana harus membujuk suaminya untuk mengerjakan pekerjaanya.
__ADS_1
“Kamu tahu sendiri siapa yang menyebabkan pekerjaanmu menumpuk. SAYANG.” Ucap Nana yang menekan kata sayang. Alex sekarang tersenyum dengan gigi. Dia sepertinya sadar dengan sindiran istrinya.
Sebenarnya alex juga tidak berniat untuk menunda pekerjaanya yang membuat Rico uring-uringan terus. Tapi dia melakukannya karena akhir-akhir ini ada orang yang mengincar istrinya. Alex takut meninggalkan istrinya sendiri. Apalagi kedua orang tuanya sedang tidak ada di indonesia.
Jadi dia tidak bisa menitipkan Nana pada kedua orang tuanya. Sedangkan kedua mertuanya berada di kota yang berbeda. Jadi akhirnya Alex lebih memilih mengerjakan pekerjaanya saat malam. Ketika istrinya sudah tidur, dia baru mengerjakan pekerjaanya di kamar.
Alex tidak akan meninggalkan istrinya. Jika dia harus meninggalka karena rapat. Dia pasti meminta sahabat istrinya untuk datang dan sahabatnya menjaga di sekitar istrinya.
“Baiklah hari ini kita akan keluar dari kamar. Kamu sepertinya tidak ingin menghabiskan waktu berdua denganku saja.” Ucap Alex yang berdiri dari posisi duduknya. Dia berjalan menuju kamar mandi.
Alex memang belum membersihkan badan sejak pagi. Sedangkan nana sudah melakukannya walaupun harus berdebat dulu dengan suami bucinnya itu. Nana berjalan menuju balkon yang terhubungan dengan kamarnya dan Alex.
Alex sudah menjelaskan kalau rumah ini sudah dibuat pembatas dengan hutan bebasnya. Hal itu yang membuat alex tidak terlalu khawatir. Tempat ini memang cocok untuk menenangkan diri dan menikmati suasana alam.
Tiba-tiba sebuah tangan muncul dari belakang badan Nana. Dia sudah menyadari tangan siapa yang sedang memeluk badannya dari belakang itu. Siapa lagi kalau bukan suaminya. Dia bisa mencium aroma sabun yang digunakan suaminya. Aromanya yang Nana suka saat ini adalah bunga lavender. Karena bunga itu memiliki aroma terapi untuk menenagkan bagi orang yang menghirupnya.
“Kamu menyukainya sayang.” Ucap Alex dengan kepala di letakkan di bahu kanan istrinya.
“Suka, tempat ini ternyata indah dan menenangkan. Kamu sering pergi ke sini alex?” tanya Nana pada sang suaminya.
__ADS_1
“Villa ini sebenarnya punya almahum kakekku, dia membawaku ke sini untuk melatihku. Sebenarnya dulu aku tidak suka tempat ini karena banyak kenangan buruk yang aku terima. Tapi aku sekarang suka kalau perginya bersama denganmu. Tempat ini cocok untuk babymoon bukan?” ucap Alex yang membuat nana memutar matanya dengan jengah. Dia tahu maksud dari ucapan suami mesumnya itu. Apakah tidak bisa satu detik saja pikirannya tidak kearah sana.
Tapi Nana sadar bukan alex kalau tidak seperti itu. Ternyata pikiran itu selalu saja muncul di waktu mereka sedang berdua. Sekarang saja pria itu sudah mulai melakukan eskpasikan tangannya di badan Nana.
“Bisakah kamu menghentikan itu. Sudah cukup tadi pagi aku merasakan pegal-pegal Alex. Kamu jangan menyiksaku Alex.”protes pada suaminya.
“Kamu selalu saja seperti ini. Padahal kalau sudah dibawah kamu paling semangat.” Ucap Alex yang membuat wajah Clara langsung memerah.
“ALEX.”
“Apa sayang? Aku tidak salahkan. Kamukan memang selalu berteriak paling keras.Aku saja takut kalau suara kamu terdengar meskipun kamar kita kedap suara.” Ucap Alex yang akhirnya mendapatkan cubitan pada perutnya.
“Sakit sayang.” Protes Alex dengan wajah cemberutnya. Nana langsung mendorong badan suaminya menuju ruang ganti.
“pakai bajumu alex, aku akan marah kalau rencana jalan-jalan kita gagal.” Peringatan Nana yang membuat pria itu tidak bisa lagi menolak keinginan istrinya. Dia tidak ingin membuat istrinya marah. Apalagi mengingat dia sedang mengandung anaknya. Tentu saja dia harus menjaga mood istrinya.
“Lelahnya.” Ucap Nana dalam hati.
“Ayo kita jalan-jalan. Aku akan tunjukkan tempat yang menarik di tempat ini.” Ucap Alex yang sudah keluar dengan celana pendek dan kaos polo. Sekarang Alex terlihat tampan dengan penampilan santainya. Sedangkan Nana menggunakan dress warna biru muda selutut. Keduanya memiliki warna baju yang sama. Terlihat seperti menggunakan baju couple.
__ADS_1