CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
Bab 33


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu, sekarang nana sudah beraktivitas seperti sedia kala. Pagi nana bangun lebih awal dibandingkan pria di sampingnya. Setiap pagi saat nana bangun dari tidur pasti alex sedang menatap wajah nana. Padahal itu masih cukup pagi untuk bangun. Terkadang nana berpikir suami tidak tidur karena dia tidak pernah melihat suaminya bangun lebih siang darinya. Tapi hari ini sang suami masih terlalap dengan kedua tangannya memeluk erat pinggang nana. Setelah kegiatan malam yang membuat nana kelelahan dan sekarang yang pelaku dengan santai tidur nyenyak.


"kamu begitu tampan alex." ucap nana sambil mengelus wajah sang suami. Elusan nana membuat pria itu semakin lelap dalam tidurnya. Seakan elusan tangan sang istri memiliki mantra yang membuat alex tidak ingin membuka mata.


Mata melepaskan kedua tangan alex dengan perlahan berharap sang pemiliknya tidak akan terbangun dan benar saja pria itu masih tetap tidur dengan pulas.


"sepertinya kamu sangat lelah kemarin." ucap nana lirih melihat sang suami.


Nana berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dia merasa seluruh tubuhnya lengket dengan keringat hasil olahraga semalam dengan sang suami. Setelah menyelesaikan ritual mandinya. Nana mengambil sweeter yang lumayan besar untuk tubuhnya yang cukup berisi dan celana pendek. Nana memang menyukai pakaian yang longgar dan alex tidak pernah melarang gaya berpakaian nana kecuali penggunaan celana pendek dan rok pendek saat di luar.


"sudah lama aku tidak memasak, alex terlalu banyak melarangku." ucap nana sambil berjalan menuju dapur. Sebenarnya rumah ini terdapat beberapa pelayan dan pembantu yang selalu mengurusi rumah dan makanan untuk nana dan alex. Karena rumah ini lumayan besar bahkan bisa dibilang seperti istana. Apalagi alex melarang nana melakukan pekerjaan rumah tangga.


Flashback


Nana dan alex sedang duduk di sofa yang ada di ruang tamu rumah ini. Walaupun disini terdapat banyak pekerja tapi alex sudah memberi aturan kepada pekerjaannya untuk tidak berkeliaran saat alex sedang bersama nana. Seperti saat ini mereka hanya berdua dengan nana yang sedang asik menonton TV sedangkan alex asik memainkan rambut sang istri dengan sesekali mengelus perut sang istri yang ditutupi oleh sweeter besar miliknya.


"alex." ucap nana yang mengalihkan fokusnya dari TV karena sedang iklan saat itu.


"ya baby ?" tanya alex yang masih asik memainkan rambut nana.

__ADS_1


"sebenarnya rumah ini terlalu besar untuk kita berdua. Aku hanya ingin rumah minimalis yang berisi kita berdua. Aku ingin menjadi seorang istri sebenarnya yang mengurus rumah tangga kita." ucap nana yang menatap wajah sang suami.


"aku tidak suka melihatmu kelelahan\, kamu adalah ratu dihidupku dan tidak mungkin aku membiarkanmu mengerjakan pekerjaan rumah yang melelahkan itu. Selain itu rumah ini akan tidak besar ketika versi dirimu dan diriku hadir sayang." ucap alex dengan diakhiri kecupan di bibir yang selalu membuat alex gemas untuk m******nya.


"alex berhenti menciumku saat kita sedang berbicara, tapi aku merasa bosan kalau hanya berdiam diri seperti ini terus." ucap nana dengan wajah sedikit cemberut dan itu membuat alex gemas melihat tingkah sang istri.


"kamu bisa mengikuti baby." ucap alex sambil mengelus kepala nana.


"sama saja, lalu kamu mau apa ? aku tidak akan pernah mengizinkamu membersih rumah atau kegiatan yang membuatmu lelah cukup kamu merawatku saja dan kegiatan malam kita yang membuatmu lelah baby." ucap alex sambil mengedipkan matanya.


"kamu sangat genit alex, apakah aku boleh sesekali memasak? " tanya nana tak lupa wajahnya yang memelas berharap sang suami akan luruh dengan ekspresinya.


"baik kapten" ucap nana sambil meragakan pasukan yang memberikan hormat pada atasannya.


Flashback end


Nana sedang memasak hingga sebuah tangan mengusik kegiatan nana. Wanita itu tahu kedua tangan siapa yang sedang melingkar di perutnya.


"duduklah alex, aku sedang memasak." ucap nana sambil melepaskan tangan suaminya.

__ADS_1


"aku tidak ingin melepaskan pelukan ini, apakah kamu tidak ingin memberikan semangat untuk pagiku." ucap alex dengan suara yang sedikit merajuk.


"hahhaha, alex kalau orang lain melihatmu seperti saat ini pasti mereka tidak akan percaya seorang alex CEO dingin kaya es batu merajuk seperti anak kecil. hahhahha" ucap nana yang tertawa lepas, sedangkan alex yang melihat sang istrinya tertawa merasa tidak masalah kalau itu bisa membuat istrinya bahagia.


"aku hanya seperti padamu baby." ucap alex


"karena pagi ini kamu sangat manis tuan alex maka saya akan berikan hadiah untukmu." ucap nana dengan ciuman di kedua pipi alex. Tindakan itu membuat alex terdiam untuk sesaat karena ini suatu hal yang langka. Istrinya menciumnya dengan senang hati. Alex terpaku seperti batu dengan senyuman yang muncul di wajah tampannya itu.


"kamu sangat manis baby aku ingin membawamu ke kamar tapi kamu belum makan ." ucap alex dengan diakhiri sebuah ciuman yang mendarat di bibir ranum sang istri.


"ini hadiah untuk sang istri yang menggemaskan milik tuan alex." ucap alex dengan senyum dan kebanggaan bisa membuat istrinya tersipu malu.


"sudah kamu duduk, makanannya sudah jadi. Bukakankah kamu hari ini ada rapat pentingkan ?" ucap nana mendorong tubuh sang suami ke meja makan.


"ya kamu benar tapi tanpa aku maka rapat itu tidak dimulai jadi itu tidak masalah lagi pula aku seorang boss." ucap alex enteng


"karena kamu boss makanya harus memberikan contoh yang baik untuk bawahanmu dengan jangan bolos kerja." ucap nana sambil menyimpan satu piring nasi goreng di depan alex.


"aku masih ingin bersamamu sayang." ucap alex

__ADS_1


"aku akan datang nanti siang jadi sekarang kamu harus pergi kerja." ucapan nana membuat alex langsung bersemangat mendengar sang istri akan berkunjung ke kantornya. Alex selalu bersyukur dapat memiliki nana sebagai istri. Walaupun di awal nana cuek dan susah untuk diraih tapi berbeda saat sudah menjadi istrinya. Wanita menjadi sangat peduli pada alex dan patuh pada alex.


__ADS_2