CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
BAB 55


__ADS_3

Rico merasa menyesal setelah mengambil cuti 1 minggu jika akhirnya akan seperti ini. Dia tidak menyangka rencana Nana yang ingin menggantikannya menjadi bumerang untuknya sendiri. Tumpukan laporan yang satu minggu lalu tidak sebanyak di depan meja sekarang bahkan 10 kali tumpukan  terakhir dia bekerja. Rico tahu pasti ini terjadi karena atasanya yang malah bermanja-manja dengan nana. Hal itu membuat Nana sulit mengerjakan pekerjaannya dan Alex juga melentarkan pekerjaannya.


"Kamu tidak usah protes Rico, beruntung aku tidak menghukumu ke afrika karena sudah meminta istriku sebagai penggantimu." ucap Alex sebelum asistennya protes denga pekerjaan atasannya.


"Maaf Rico selama satu minggu Alex sangat menyebalkan." ucap nana yang sadar dengan kesalahannya.


"Kamu tidak usah meminta maaf pada asisten seperti Rico." ucap Alex yang sekarang menarik nana ke pangkuannya. Tanpa sadar Rico menggigit bibirnya karena tidak bisa menahan kesal.


Padahal dia baru saja merasakan rasanya hidup selama satu minggu.Sekarang dia merasa seperti akan mati hari ini. Ditambah kedua orang yang seperti tidak memerasa bersalah karena sudah membuatnya stress hanya melihat tumpukan laporan dan pemandangan di depannya.


"Setidaknya kalian tidak mengobral adegan romantis di depanku. Tumpukan laporan saja sudah membuatku seperti akan mati hari ini." ucap Rico yang berjalan ke meja kerja nana dan membawa tumpukan laporan itu ke ruangannya. Dia sudah tidak kuat dengan kedua pasangan di depannya.


"Lihatkan kamu malah membuat rico marah." protes nana, dia berdiri dari pangkuan suaminya dan berjalan ke sofa di seberang suaminya. Dia menatap tajam pada pria di depannya.


"Kenapa sayang? kamu kalau lihatin aku begitu bisa jatuh cinta loh." goda Alex tapi semua itu terpantul saja. Tidak ada rona merah dan tersipu malu saat nana mendengarnya.


"Sekarang pergi ke mejamu dan kerjakan semua tugasmu. Jika kamu semakin menyusahkan Rico aku pastikan malam ini kamu tidur di kamar tamu. " ancam nana yang membuat Alex langsung pergi ke meja kerjanya dan mengerjakan laporan yang sudah terbengkalay beberapa hari ini. Karena Alex malah asik menggoda istrinya selama menjadi asistennya.


"Baiklah istriku."


"Aku akan pulang karena sudah ada janji sama mom." ucap nana membuat Alex berhenti membaca laporannya.


"Sayang tidak bisakan nanti saja setelah pekerjaanku selesai. "


"Tidak, aku hanya ingin bersama mom saja. sudah kamu fokus cari uang karena aku akan menghabiskan uangmu hari ini. bye sayang." sebuah kecupan di pipi kanan Alex sebelum wanita itu pergi.


"sayang uangku tidak akan habis meski kamu berniat membeli satu mall."

__ADS_1


"Cih jangan sombong, sudah sana kerja." ucap nana sebelum menutup pintunya.


Nana langsung turun dan di depan kantor Alex sudah terparkir mobil. Kaca mobil di bagian penumpang terbuka dan menunjukkan mom Alex yang sudah menunggu menantunya. Keduanya sudah membuat janji hari ini untuk mencari pelengkapan untuk anaknya. Walaupun anaknya masih lama lahir tapi mom tidak bisa menunggu untuk membelikan beberapa potong pakaian untuk calon cucunya.


walaupun nana sebenarnya malas untuk pergi ke mall. Tapi ajakan ibu mertuanya lebih baik dibandingkan harus seharian menemani sang suami bekerja. Karena dia tahu dirinya hanya akan mengganggu kosentrasi Alex. Pada akhirnya alex akan membawanya ke kamar dan melakukan olahraga bersama. Tentu saja dia tidak suka melakukan itu jika  harus mengikuti keinginan alex yang sudah berlebih menurutnya. Tubuhnya juga butuh istirahat biarlah nanti malam suami tampannya mendapatkan jatah karena sudah bekerja keras hari ini.


"Pada akhirnya Alex mengizinkan kamu untuk ikut bersama mom."


"Tentu saja dengan sebuah ancaman, selama 1 minggu ini alex malah bermanja-manja denganku mom. Tugasnya jadi menumpuk dan Rico yang harus bekerja lebih keras karena ulah Alex."


"Ya anak itu memang terlalu kejam untuk asistennya. mom juga sudah sering memperingati alex untuk tidak menyiksa Rico. kasihan rico tidak memiliki waktu untuk mencari jodohnya kalau harus bermalam dengan kertas tiap malam."


"Benar mom, nana juga berpikir seperti itu. apalagi alex suka menunjukkan kemesraan di depan rico. Nana jadi ingin mencarikan jodoh untuk Rico"


"Boleh tuh dicoba tapi sepertinya Rico sama seperti Alex tidak suka kalau dijodohkan."


Kedua wanita itu berbincang terus menerus hingga mobil sampai di sebuah mall yang dimiliki oleh Alex. nana tidak menyangka kalau suaminya sekaya ini sampai memiliki mall terbesar di kota ini. Sungguh menikah dengan alex entah sebuah keberuntungan atau malapetaka kalau mengingat karakter menyebalkan suaminya itu.


"kamu sepertinya baru tahu kalau suamimu memiliki mall bukan?" tanya mom saat melihat reaksi menantunya. Terkadang mom aneh dengan wanita di sampingnya karena dia selama ini tinggal dimana hingga tidak tahu Alex. Padahal anaknya itu sering bulak-balik di tv, majalah, berita di internet mengenai kekayaan atau gaya hidupnya yang mewah.


"nana baru tahu, nana pikir Alex hanya seorang CEO dari sebuah pabrik atau beberapa usaha kecil saja." jelas nana yang membuat wanita di sampingnya terkejut dengan pikiran menantunya.


"kamu semestinya sering-sering habisin uang suamimu dari pada berjamur di atm karena uangnya terlalu banyak dan tidak pernah terpakai." ucap mom yang hanya dijawab anggukan kepala.


"karena itu hari ini mom akan ajarkan kamu buat menghabiskan uang alex."


Mom mengajak nana berkeliling di mall yang tidak pernah nana terpikir akan bisa masuk ke tempat ini. Karena mall terkenal untuk kalangan menengah atas yang banyak uang. Untuk dia yang hanya pegawai biasa dengan uang serba pas-pasan dulu mana mungkin berani masuk. Walaupun hanya untuk berjalan-jalan sepertinya dia lebih baik tidur di rumah membaca novel saja.

__ADS_1


Mom beberapa kali masuk ke dalam toko barang mewah yang sangat terkenal di dunia. Bahkan merek itu sering dilihat nana dipakai oleh artis mancan negara seperti  taylor, atau selena. Rasanya menyentuhnya saja dia tidak membayangkan. Beberapa kali mom memintanya untuk mencoba pakain dari merek-merek mewah.


"Sepertinya apapun yang kamu pakai cocok walaupun kamu sedang hamil ya sayang." ucap mom sambil meminta pelayan untuk membungkusnya dan mengirimkan ke rumah nana.


"ma bukankah kita sudah belanja terlalu banyak." ucap nana saat keluar dari toko ke 5 yang mereka kunjungi. Setiap toko yang dikunjungi oleh mom pasti ada saja barang yang dibelinya. nana saja sudah pusing melihat harga yang terpajang. Sepertinya gaji setahunya saja tidak bisa membeli satu barang di sana.


"kamu tenang saja, alex tidak akan masalah kalau kamu berniat membeli semua isi di mall ini." ucapan mom sama percis dengan yang dikatakan suaminya sebelum pergi.


mom memang benar tapi jiwa miskinku berteriak melihat nominal harganya. Melihat angka nol yang berderet di berakang saja sudah membuat jiwa miskinku berteriak terus menerus meminta untuk di selamatkan.


Sebuah deringan dari hp nana menyadarkan lamunan wanita itu. sedangkan momnya sedang asik memilih tas. Nana yang sudah lelah hanya duduk dan sesekali melihat kegiatan mertuannya. Pesan yang masuk ternyata berasal dari sang suaminya.


Suami mesum


[ bagaimana sayang? kamu menemukan barang yang kamu suka. kamu jangan segan untuk membelinya jika seluruh mall kamu suka beli saja ya.]


Nana terdiam melihat pesan gila yang dikirimkan oleh suaminya. Rasanya dia belum siap mengikuti gaya hidup sang suami yang jauh dari kata normal untuk jiwa miskinnya. Bisa-bisanya suaminya membeli satu mall.


Istri tersayang


[sayang aku tidak kuat kalau harus belanja terus, jiwa miskinku meronta-ronta minta di selamatkan]


Pesan yang dikirimkan oleh nana membuat Alex tertawa mendengarnya. Dia sadar kalau istrinya bukan seperti para wanita sosialita atau mom yang akan senang dengan menghamburkan uang suaminya. Nana adalah istri yang sederhana dan sangat jauh dari kehidupan bergelimang harta. Selama menikah dengan nana saja istrinya lebih sering mengajaknya makan di tempat kaki lima bukan di restaurant mewah. Walaupun terkadang sekali-kali Alex memaksa istrinya untuk makan di restaurant mewah dengan akhirnya nana akan cemberut dan berkomentar sepanjang makan.


Suami mesum


[ nikmati saja, uangku sudah banyak di bank kasihan kalau berjamur. Bukankah sebaiknya kamu gunakan untuk sedikit menyenangkanmu dan mom.]

__ADS_1


Pada akhirnya nana hanya bisa mengikuti permintaan sang suami. Dia sadar seharian ini bukan untuk menyenangkan hatinya tapi untuk memberikan kebahagian pada wanita tua yang berharga untuk suaminya itu. Tentu dia tidak masalah dengan hal itu. Mom juga adalah ibunya walaupun dia tidak melahirkannya.


__ADS_2