CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
Bab 24


__ADS_3

Nana masih asik  melihat kesibukan di luar cafe hingga wanita itu tidak sadar sudah ada seorang pria yang duduk di hadapannya. Pria itu sedang memperhatikan wanita di depannya. keduanya asik dengan kegiatan masing-masing hingga seorang pelayan menghampiri meja itu.


"Permisi tuan nona." ucap pelayan wanita itu menyadarkan keduannya. Nana terkejut saat melihat jonathan yang telah duduk di depannya.


"kamu terlalu asik dengan duniamu sendiri bahkan aku saja tak kamu sadari." ucap pria itu memberikan buku menu pada nana setelah pria itu melihat isi dalam buku itu.


"maaf, kenapa kamu tidak memanggilku saja?" tanya nana sambil memberikan buku menu pada pelayan itu." saya pesan kopi susu dan cupcake coklat." ucap nana pada pelayan.


"esspreso satu." ucap pria di depan nana .


"aku tidak ingin kehilangan saat menantap ciptaan tuhan yang begitu indah di depanku." jawab jonathan kepada nana yang membuat wanita itu tersipu malu karena dipuji.


"berhentilah menggobal ada yang ingin aku ucapkan padamu than." ucap nana serius pada teman pria yang baru dia kenal.


"apa itu? apakah kamu mau menjadi pacarku?" tanya jonathan dengan senyum yang manis pada nana namun tidak membuat sang wanita ikut tersenyum. Nana merasa tidak enak dengan pria di depannya. Wanita itu memberikan undangan yang telah dia siapkan untuk pria itu. Sedangkan pria itu tidak ada respon terhadap tindakan nana yang memberikan undangan pernikahannya.


" maaf than aku tidak bisa menjadi pacarmu karena aku akan menikah dengan alex." ucap nana dengan tegas. Tiba-tiba pria itu tertawa mendengar ucapan nana yang membuat wanita itu terkejut dan semakin merasa bersalah.


"apa yang diberikan oleh alex hingga kamu menerima pernikahan itu? aku bisa memberikannya. Aku tidak kalah kaya dengan pria brengsek itu bahkan dia terlalu dingin untukmu na. Aku bisa memberikan semua yang kamu inginkan." ucap jonathan sedikit lebih tinggi hingga orang-orang di dalam ruangan itu mulai melihat ke meja keduannya.


"Tenang jonathan, aku tidak membutuhkan semua itu karena bukan itu alasanku menerima pernikahan ini."ucap nana dengan santai.


"lalu apa?" tanya jonathan. Pria itu masih belum terima kalau wanita di depannya harus jatuh di tangan pria brengsek itu. Dia tidak relal menurutnya nana hanya cocok denganny tidak dengan pria lain.


Pelayan datang kembali dan memberikan pesanan yang dipesan oleh keduannya. Nana meminum kopi untuk menenangkan hatinya dan menguatkan hatinya.


"aku sudah jatuh cinta pada alex, jonathan. Aku merasa nyaman dengannya dan aku merasa dia memang pria yang tepat untuk aku jadikan teman hidup. Bukan tentang harta dan tahta yang dia milikinya ataupun ketampanannya. " ucap nana pada jonathan yang membuat pria itu terkejut. Dia menyangka untuk kedua kalinya dia ditolak wanita yang disukai karena alex.


"lalu kalau bukan dengan itu karena apa kamu mencintainya.?" tanya jonathan yang mencoba menghilangkan wajah kecewanya pada wanita di depannya.


"karena dia mencintaiku." ucap nana

__ADS_1


"aku juga mencintaimu bahkan melebihi kepada diriku sendiri." ucap jonathan sambil mencoba memegang tanya nana namun segera di tepis oleh wanita itu.


"maaf jonathan aku tidak bisa menerima cintamu." ucap nana pada jonathan.


"kenapa ? kamu bisa menerima perasaan alex kenapa tidak dengan perasaanku." ucap jonathan


"karena orang yang membuatku jatuh hati adalah alex. Pria itu menerima diriku yang belum bisa memberikan hatiku padanya. Dia selalu berusahaan dengan keras untuk membuatku bisa jatuh hati padanya. Dia pria baik jonathan walaupun aku tahu karakternya yang sedikit menyebalkan tapi itu juga yang membuatku selalu merindukannya." ucap nana kepada jonathan.


Pria itu merasakan sakit untuk kedua kalinya. Dia tidak menyangka wanita yang membuatnya jatuh hati sejak pertemuan di taman akan begitu mudah memberikan hatinya pada alex. Dia ingin marah tapi melihat wajah cerah pada nana membuatnya tidak bisa melaksanakn rencannya. Dia tidak siap menghilangkan senyum indah dan kebahagian wanit itu. Dia tidak akan pernah siap akan semua itu.


"Huh, baiklah aku mengaku kalah pada alex. Aku harap kamu selalu bahagia dengannya na." ucap jonathan pada nana dengan senyum. Dia tidak ingin memperlihatkan kelemahannya pada nana.


"aku harap kamu dapat menemukan yang lebih baik dari aku than. Kamu pria baik dan akan mendapatkan wanita baik juga." ucap nana kepada jonathan .


"dan wanita baik itu kamu na." ucap jonthan dalam hati sambil mempekuat hatinya kalau semua yang dia pilih saat ini adalah jalan terbaik untuknya maupun wanita di depannya.


"Na aku ada janji jadi aku harus pergi sekarang. " ucap jonathan. Dia tidak kuat berlama-lama bersama dengan wanita di depannya. Dia takut akan berubah pikir bila terus bersama wanita di depannya itu.


Pria itu berjalan keluar dari cafe dan menghembuskan nafas berat yang dia tahan sejak mendengarkan perasaan wanita itu. Pria itu mengambil telepon di sakunya lalu memanggil seseorang.


"batalkan rencana." ucap jonathan pada seseornag yang dia telepon.


"baik tuan ." ucap lawan bicara pria itu.


Jonathan berjalan menuju parkiran mobilnya dan meninggalkan nana yang ada di dalam cafe itu. Hatinya hancur tapi dia juga sadar mungkin nana tidak akan seperti saat jika bersamanya. Dia hanya berharap nana bisa selalu bahagia.


Sedangkan nana masih duduk di cafe sebelah kantor kerja. Wanita itu baru saja mengirim pesan pada seseorang.


"kamu jadi bertemu denganku kan?" tanya nana pada seseorang yang dia kirim pesan.


"tunggu aku sedang menuju kesana." ucap teman nana dari pesan

__ADS_1


"baiklah." jawab nana untuk pesan temannya.


Wanita itu asik lagi dengan orang-orang yang sedang berlalu lang di depan cafe ini.


"Padat sekali hari ini." ucap nana pelan. Sebuah pesan masuk kedalam hp nana yang membuatnya sadar dari lamunannya.


"Maaf na aku tidak bisa bertemu denganmu, atasanku memintaku untuk menyelesaikan tugas setelah jam makan siang jadi aku tidak bisa bertemu dengan mu hari ini." pesan temannya pada nana.


Setelah tahu temannya tidak bisa datang nana berjalan menuju meja kasir.


"Aku pesan 2 sandwich ,1 esspreso,dan 2 slice red velvet cake.take a way." ucap nana pada seseorang di kasir.


"baiklah silahkan anda bisa duduk dulu nona." ucap pelayan itu.


"terima kasih " ucap nana pada wanita itu.


Nana duduk di kursi dekat kasir itu dan mengambil hpnya untuk mengirimkan pesan kepada seseorang yang sejak tadi mengiriminya tanpa henti tapi selalu dia diamkan tanpa ada niatan membalas.


"aku bentar lagi kembali tunggulah. Aku sedang menunggu makan siangmu. Tuan manja" pesan nana pada alex


"cepatlah kembali aku merindukanmu baby." pesan alex yang membuat nan tersenyum membaca jawaban pesannya.


"Pesanan atas nama nana." ucap pelayan yang ada di kasir.


"Totalnya 150 rb ." ucap pelayan itu. nana memberikan uang pas pada pelayan itu.


"terima kasih nona datang lagi." ucap pelayan itu pada nana yang dibalas dengan senyuman wanita itu.


Nana berjalan keluar dari cafe. Saat dia berjalan menuju kantor yang hanya beda satu blok dari cafe itu. Sebuah mobil berhenti di sebelahnya tapi wanita tidak memperdulikannya tetap berjalan hingga seseorang dari belakang nana membekap wajahnya dengan sebeuah kain yang membuat nana merasa pusing dan tak sadarkan diri.


"segera masuk ." ucap seseorang pria dari mobil saat melihat pengawal nana yang mulai mendekat ke mobil itu.

__ADS_1


"lepaskan nona nana ucap seorang pria yang lebih dekat dengan nana." terjadi baku hantam antara pengawal nana denga sekelompok orang dari mobil itu. Hingga peluru muncul dari dalam mobil yang membuat pengawal nana berjatuhan karena tertembak.  Nana dibawa kedalam mobil dan mobil itu meninggalkan daerah itu.


__ADS_2