CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
Bab 7


__ADS_3


Seseorang sudah melakukan aktivitasnya disaat sang sinar belum menyinari ruangan kecil itu. Dia sedang memasak sarapan setelah melakukan kegiatannya di pagi hari untuk sembahyang.Wajahnya tidak terlihat senyum walaupun kantuknya Sudah hilang.


“aku ingin tidur lagi dan gak mau pergi ke kantor.” Nana sambil menganduk sesuatu di peralatan masaknya.


Drrrrt


“aduh masih pagi siapa sih yang nelepon .” terlihat sebuah nomor asing pada handphone nana. Karena tidak mengenal nomor yang masuk dia tidak mengangkat. Tapi sudah berkali-kali nomor itu menelepon terus dan itu membuatnya emosi.


“hallo, kalau ini hadiah undian saya tidak pernah ikut. Jadi jangan neleponku di pagi hari orang asing.”


“hey , kamu tidak ada sopan santun pada atasanmu.” Disaat itu nana mulai memahami kondisi pagi ini.’aku merasa pernah mendengar suaranya tapi dimananya’ gumamnya nana dalam hati.”hey kamu masih disanakah .” nana baru sadar kalau ternyata suara pria dipagi hari yang sudah buat emosi adalah boss barunya.


“iya tuan , ada apa  ya di pagi hari anda menelepon saya?”


“apakah saya tidak boleh menelepon asisten pribadi saya?” suaranya sangat dingin tapi tidak membuat nana takut tapi kesal iya.


“boleh tuan, apa ada yang harus saya lakukan tuan ?”


“jangan telat ke kantor dan dandan jangan buat saya malu.” Ucap alex dengan tersenyum yang tidak bisa dilihat oleh lawan bicaranya.


“apaan sih kalau malu aku jadi asisten pribadi tinggal cari yang baru orang aku juga gak minat.” Ucap lirihnya tanpa sengaja keluar dari bibirnya. Semua perkataan yang nana lontarkan terdengan sangat jelas oleh alex. Pria itu mencoba menahan ketawaannya saat mendengar curhatan nana.


“dia memang beda dari yang lain.” Ucap alex dalam hati dan senyuman yang tak pernah hilang di wajah tampannya.


“apa masih ada yang ingin tuan sampaikan ?” ucap nana sambil mematikan kompor dan berjalan menuju kamarnya.


“nanti kamu tunggu di depan apartement.” Alex langsung mematikan sambungan dan pergi bersiap-siap. Dia tidak sabar dengan kegiatan hari ini.


“dasar bos nyebeli matiin seenaknya gitu.”


“wah Sudah jam 6 gak kerasa banget.” Nana langsung mengambil kemeja biru muda bergaris berbahan cotton dan celana bahan berwarna hitam.


“wah pas juga ternyata. Dandanya simple ajahlah.” Nana menggunaka cream siang dan bedak tabur pada wajah agar tidak terlihat sakit. Dia menambahkan perona pipi dan bibir yang membuat wajah imut sangat fresh.


“rambut aku apain ya?” gumamnya.akhirnya dia mengambil catokan untuk membuat rambut sedikit curry pada rambut hitam lulusnya. ‘tadi dia bilang harus berdandan cantikkan. Lihat ajah nih walaupun aku anak teknik aku juga bisa dandan sedikit mah. Hahha.” Setelah selesai mencatok dia lihat dirinya pada pantulan cermin di ruangannya.’ Lumayanlah.’ Gumamnya. Dia mengambil jepit rambut untuk menggulung rambutnya dan setelah itu melihat jam menunjukkan jam 7 pagi.

__ADS_1


Drrrrt


“hallo tuan .”


“tulun kebawah aku sudah sampai.”


“baik tuan .” segera nana mengambil highiels yang berwarna hitam.’ Sepatu ini bakal jadi alat tempur mulai sekarang. Aku rindu sepatu bootsku.’ Setelah dia memakainya diapun pergi keluar dengan satu kotak makan siang dan satu kotak susu ditangan satunya yang sedang dia minum. Tidak lupa tas jinjing yang dia sampaikan dibadankan. Terlihat aura yang berbeda pada nana di pagi ini. Saat nana berjalan menuju mobil alex. Pria yang sedang melihat wanita itu dari keluar lift membuat dia terkejut. ‘ nana kalau dandan beda banget , aku jadi gak iklas dia berdandan seperti itu selama kerja walaupun selalu disisiku tapi pasti klien yang aku temuipun akan melihatnya.’ Ucap alex yang sangat pelan tapi bisa terdengar oleh seorang pria yang duduk kursi supir. Rico yang mendengar ucapan tuanya mengalihkan pandangan pada wanita yang sedang dilihat tuannya sejak tadi.’ Wah ternyata wanita itu cantik juga’ ucap rico yang terdengar alex . pria itu memberikan tatapan membunuh pada bahawannya.


Tok-tok


Sebuah ketukan mengebalikan kesadaran dua pria itu. Segera alex meminta rico menurunkan kaca pintu mobil.


“naiklah .”


“baiklah tuan .” nana masih dengan santai meminum susunya dalam kotak tanpa memperdulikan tatapannya yang melihat kelakuan nana. Alex melihat kegiatan yang nana lakukan membuat dia gemas. ‘dia sama sekali tidak mejaga imej di depanku ‘ ucapnya dalam hati.


“hey apa kamu  masih anak kecil? Badan kamu sudah besar tapi masih suka minum susu.”


“biarlah tuan , lagi pula aku tidak mengganggumu dengan kegiatanku.”


“lah emang kenapa?” alex mendekatkan wajahnya menuju nana karena dia sebal mendapatkan bantahan dari wanita yang duduk disampingnya saat ini.’ Apa dia gak sadar kelakuannya membuat setiap pria ingin mencubit pipi cubbynya dan menerkamnya.’ Gumamnya dalam hati alex.


“kalau kamu tidak menuruti itu , kamu akan mendapatkan hukum.” Secara langsung wajah nana menekuk mendengarkan ucapan pria itu.’dasar suka ngatur banget sih’.


“ lepas jepitan rambutmu, kamu jangan lihatkan leher jenjangmu.” Ucap alex yang membuat nana segera melepas cempolan jebitan pada rambut.Tenyata itu memperparah alex dalam terpesona pada wanita disampingnya. ‘cantiknya’ gumamnya. Tanpa mereka sadari mobil sudah sampai Gedung group alexander. Nana yang sadar lebih awal segera membuka pintu untuk atasannya. Alexpun turun dan berjalan sendiri dahulu sedangkan nana membuat sampah kotak susu yang membuat jarak keduannya lumayan. Suara bisikan menggema lobby kantor yang membuat alex kesal seketika.


“wah wanita itu kayanya karyawati baru deh , cantik banget aku jadi pengen kenalan.”


“aku juga, apakah dia sudah punya pacar.”


“eh tapi dia keluar dari mobil boss. Mungkin dia sekertaris baru.”


“aku akan menjadikannya pacarku.” Bisik-bisikan yang terdengar oleh alex membuatnya emosi apalagi saat dia membalik orang yang sedang dibicarakan dengan santai berjalan santai menuju alex.


“kalian saya bayar untuk bekerja bukan untuk bergosip. Kembali bekerja kalian semua.” Ucap alex sambil berjalan menuju nana dan langsung memegang tangan nana. Dia menarik wanita itu kedalam lift pribadinya.


“kamu sengaja jalan pelan untuk menebar pesona di sini.” Ucap kesal alex kepada nana. Orang yang sedang diomelin hanya terkejut mendengar perkataan yang dilontarkan oleh atasannya.

__ADS_1


“saya baru saja membuang sampah tuan lagi pula mana mungkin mereka membicarakan saya.” Dengan santainya nana mejawab setiap perkataan alex tanpa tersurut emosi. Tapi hal itu membuat alex semakin mejadi marah. Dia merasa wanita disampingnya terlalu cuek dalam lingkungan sekitarnya dan itu membuatnya frustasi saat wanita yang sedang diincar juga banyak disukai oleha banyak laki-laki di luar sana.


Ting


Alex segera keluar dari lift ketika pintu terbuka. Pagi ini dia menyesali sudah menyuruh nana berdandan cantik. Apalagi melihat  banyak pria yang terpeseno pada nana semakin membuat emosinya memuncak hingga dia tanpa sadar menutup pintu dengan sangat keras.


“itu orang kenapa marah -marah sih. Padahal masih pagi dan seingetku tadi suasana hatinya masih baik deh pas di mobil. Apakah ada masalah di perusahaan .” ucap nana yang didengar oleh rico  dan pria itu sedang menahan tawanya melihat atasanya yang cemburu disaat wanita yang membuatnya cemburu sangat cuek bersamaan.’pasangan yang unik ‘ gumamnya dalam hati.


Nana yang tidak tahu ruangannya dimana segera masuk ke ruangan atasannya sebelum dia mengetuk dulu pinta hingga izin masuk dikeluarkan oleh pemilik ruangan itu.


“permisi tuan , saya bekerja di mana ya ?”


“kamu bekerja di meja itu.” Alex menunjuk sebuah meja yang berada di samping mejanya yang hanya berjalak sekitar  1 meter. Dia memang sengaja menyimpan wanita di ruangan yang sama . dia hanya ingin melihat setiap kegiatan wanita itu dan tak ingin berjauhan dari wanita itu. Nana segera berjalan ke meja yang dituju oleh alex. Dia meletakkan kantong dan kotak bekal. Alex yang memperhatikan barang -barang yang dibawa oleh nana sedikit penasaran dengan benda kontak yang dibawa oleh naana.


“kamu membawa bekal ?”


“iya tuan .” ucapnya sambil menganggukan. Selain itu alex merasa lapar seketika saat tahu itu adalah makanan. Mungkin itu karena dia tersurut emosi jadi perutnya sudah berteriak minta di isi.


“bawa bekalmu kemari.” Nanapun berjalan membawa bekalnya dan secara cepat alex merebutnya dan membuka. Saat alex melihat isinya membuat dia semakin terguguh denga nisi bekal. Tanpa permisi dia memakanan bekal punya nana.


“pak itu bekal makan siang saya .”


“sudah diamlah nanti aku gantikan. Aku sedang lapar. Kamu mulai bekerja sana . susun jadwal yang ada di meja kamu.” Ucap alex sambil memasukkan sendok berisi masakan nana.’ Ternyata dia bisa memanjakan lidahku. Akan aku suruh dia membawa makan tiap hari.’ Gumam alex dalam hati.


“mulai besok kamu bawakan saya sarapan .”


“apa tuan ?”


“kerjakan jangan banyak tanya.” Nana mengerjakan tugasnya sambil cemberut dia merasa seperti bukan dikerjakan sebagai asisten pribadi.’ Rasanya aku jadi pembokatnya dia ini mah .” mereka berdua terhanyut dalam pekerjaannya masing -masing sudah tidak satu kata di ruangan itu hanya suara Ketika yang mengisi ruangan kerja alex.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2