CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
S2: Bab 53


__ADS_3

Waktu berjalan dengan sangat cepat 1 bulan telah berlalu setelah status pernikahan Nana dan Alex dipublikasikan. Keduanya semakin romantis bahkan membuat teman-teman Alex harus gigit jari. Alex yang dulu dingin dan tidak suka jika berdekatan dengan wanita. Sekarang menjadi seorang suami yang sangat bucin dengan istrinya. Sepertinya jika ada alat penguji kadar kecintaan maka Alex yang menang. Karena Nana tidak sebucin suaminya. Lebih tepatnya ibu hamil itu terlihat sangat cuek pada suami manjanya.


"Bisakah kamu fokus dengan kerjaanmu. " protes Rico yang tidak lain adalah tangan kanan Alex.


Dia sudah tidak bisa menahan kekesalan dengan tingkah atasannya itu. Sudah beberapa hari ini dirinya bekerja lembur karena atasannya tiba-tiba menghilang. Bahkan terlihat wajah lelahnya karena kurang tidur. Berbeda dengan Alex yang wajahnya sangat cerah bahkan tidak memperdulikan ucapan bawahannya.


Sekarang Alex sedang asik memainkan rambut ibu hamil yang sedang memakan kue  yang dipesannya. Nana yang pada dasar cuek memang tidak terlalu memperdulikan kegiatan suaminya saat ini. Semasih pria itu tidak mengganggu kesibukannya dengan deretan makanan manis yang dibawakan oleh Rico.


"Na tolong aku, lihatlah wajahku ini. Aku bisa mati besok jika Alex selalu kabur dari pekerjaannya." ucap Rico yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari atasannya. Tapi pria itu sudah tidak memperdulikan kemarahan atasannya. Sekarang dia membutuhkan keadilan.


"Alex kamu kerjakan pekerjaanmu sekarang. Dipikir-pikir juga setelah hari ulang tahunmu itu. Kamu selalu banyak menghabiskan waktu bersamaku. Apakah kamu benar seorang bos?" ucap Nana yang tidak sadar menyentil perasaan Alex. Sedangkan Rico tersenyum lebar. Dia sudah tahu kalau istri atasannya bermulut tajam walaupun itu pada suaminya.


"Kamu ingin aku pecat Rico?" ancam Alex karena sudah membuat istrinya mengatakan kata-kata peringatan untuk bekerja. Padahal Alex masih ingin bermanja dengan sang istri.


"Aku tidak masalah, Jonathan menawariku jika kamu sudah tidak membutuhkanku." ucap Rico yang membuat Alex terkejut sekaligus kesal.


"Benar Rico, aku dengan senang hati menerimamu menjadi pekerjaku. Mungkin saja perusahaanku bisa mengalahkan suami bucin ini." ucap Jonathan yang baru saja masuk ke dalam kantor Alex.


"Kamu berniat mencuri pegawaiku Jonathan." ucap Alex dengan nada dingin.


"Aku hanya menawarkan pekerjaan yang bisa mesejahterahkan seorang pekerja yang memiliki kualitas yang sangat baik." ucap Jonathan yang sekarang dengan santai duduk di depan Nana.


"Hai Than" sapa Nana.


"Aku tidak akan membiarkan Rico bekerja padamu Jonathan." ucap Alex.


"Oleh karena itu sekarang pergi ke mejamu dan kerjakan tugasmu sebagai bos ALEX." ucap Nana yang sudah menatap tajam pada sang suami. Sebenarnya dia juga sudah bosan karena Alex selalu mengikutinya seperti anak itik.


"Baby." rajuk Alex dengan kedua wajahnya di enduskan pada leher nana.


Rico dan Jonathan yang melihat kelakuan alex sangat membuat mereka ingin muntah saat ini. Walaupun sudah beberapa bulan mereka melihat tingkah Alex yang sangat berubah 180 derajat setelah bertemu Nana. Tapi hingga saat mereka masih belum bisa terbiasa melihatnya.


"menjijikan." ucap Rico dan Jonathan bersamaan yang membuat Alex menatap tajam pada kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Sudahlah Alex kamu jangan manja. Aku bosan melihatnya. Anakku yang di dalam kandungan saja sepertinya tidak akan sepertimu. Sekarang lakukan pekerjaanmu atau aku pastikan tidak ada jatah dalam seminggu ini." peringat nana yang sudah kesal dengan tindakan Alex.


"hahhahahahha." Jonathan dan Rico tertawa melihat wajah Alex yang sangat jelek karena baru saja diancam oleh nana. memang hanya seorang nana yang bisa membuat ketua mafia seperti Alex tunduk seperti kucing yang menggemaskan.


"Than ada keperluan apa kamu datang ke kantorku?" Tanya Alex yang sekarang sudah duduk di meja kebesarannya dengan matanya fokus pada dokumen.


"Aku hanya ingin berkunjung dan melihat nana, malaikat kecilku ini." ucap Jonathan yang membuat Alex langsung menggebrak meja kerjanya.


Brak.


"Alex." panggil Nana.


"maaf baby."


"hahahhah aku ingin membicarakan proyek villa yang kita bangun di Pulau Y." ucap Jonathan bersamaan seorang pria masuk kedalam ruangan mereka. Orang itu adalah sekretaris Jonathan.


"Hai Nick." panggil nana saat melihat pria itu masuk dengan wajah kesal.


"Kamu pasti tahu kenapa aku ada di sini. Kamu kenapat Nick?"


"Biasa atasan yang semena-menaku ini meninggalkan aku saat rapat dengan seorang klien hanya karena kliennya seorang wanita." ucap Nick yang sudah duduk di samping jonathan dengan wajah kesal.


"Kamu melakukannya lagi Than."


"Hanya kamu saja yang membuatku nyaman nana ." ucap Jonathan dengan sebuah kedipan yang membuat Alex ingin sekali membunuh sahabat menyebalkannya itu.


"Sudahlah jonathan berhenti memancing singa." ucap Rico yang tidak ingin akhirnya menanggung kekesalan atasannya. Sudah cukup selama satu bulan ini dirinya kelelahan.


"Bukan karena dia wanita saja Nick. Kamu lupa wanita gila itu selalu mengejarku sejak kuliah. Aku malas bertemu dengannya." jelas jonathan.


"Kamu tidak berniat menyakiti perasaan sahabatku kan Than." ucap nana.


"Tentu saja, kamu harus tahu mendapatkannya saja lebih susah dari mendekatimu. Sampai sekarang aku belum mendapatkan kepastian darinya." curhat jonathan kalau mengingat hubungan asmaranya yang tidak ada kemajuan.

__ADS_1


"Sabar bro. " ucap Alex.


"Diam kamu alex. aku tahu kamu hanya berniat mengejekku." ucap Jonathan saat melihat senyum mengejek dari sahabatnya.


"Dia hanya belum bisa membuka hatinya Than. Dia pernah mendapatkan luka oleh seorang pria yang telah mengambil seluruh cintanya. Kamu hanya harus selalu berusaha dan bersabar." ucap Nana yang sudah tahu kehidupan sang sahabat yang saat ini sedang menjadi incaran pria di depannya.


"Jadi kapan Nick dan Rico mendapatkan sang pujaan hatinya." ucap Nana sambil menikmati kuenya tanpa berniat menawari teman-teman sahabat suaminya.  Beruntungnya ketiga pria itu juga tidak berniat meminta atau menyicipi makanan ibu hamil itu. Karena mereka tahu akan mendapatkan hal buruk setelahnya.


"Ketiga atasan yang menyusahkan ini membiarkan aku untuk mencari wanita." ucap keduanya bersamaan yang membuat Nana tertawa mendengar nasib kedua asisten CEO muda.


"Sebaiknya Than dan Alex harus membiarkan kalian berdua untuk waktu libur bukan." ucap Nana yang memiliki arti


Berikan mereka liburan atau kalian tahu hukuman yang akan aku berikan.


Jonathan dan Alex menelan ludah dengan sulit mendengar suara dingin dari ibu hamil. Jonathan sangat takut kalau Nana akan membuatnya sulit mendekati wanita pujannya. Sedangkan Alex takut kalau jatahnya tidak akan diberikan dalam waktu yang lama.


"Aku akan memberikan Rico liburan saat Nana sudah melahirkan." ucap Alex.


'Kalau begitu masih lama, punya atasan begini ajah dah' ucap Rico dalam hati.


"Kamu libur 1 minggu Rico."


"Baby kamu jangan begitu dong, nanti aku sibuk kalau rico libur. Waktu kita bakal berkurang." protes Alex.


"Lakukan saja ucapanku Alex. Untuk urusan Rico atau tahu orang yang pas untuk menggantikan posisi asistenmu  1 minggu kedepan." ucap Nana yang membuat senyum merekah di wajah Rico.


"Kalau begitu Nick aku juga meliburkan kamu 1 minggu. Tapi pastikan wanita itu tidak mendekatiku." ucap Jonathan yang membuat Nick ikut bahagia seperti Rico. Tanpa sadar kedua pria itu berpelukan dengan air mata kebahagian.


"Kalian menggelikan. " ucap Jonathan dan Alex. Tapi kedua asisten itu tidak perduli dengan ucapan atasan mereka. Karena kedua atasannya tidak tahu perasaan tersiksa selama ini.


"Terima kasih nana. Kamu menyelamatkan kita." ucap Rico yang dianggukan oleh Nick.


Sedangkan Jonathan dan Alex berwajah sebal dengan kedua asistennya. Mereka seperti orang yang baru mendapatkan rotre padahal hanya liburan. Memang Jonathan dan Alex tidak sadar dengan kelakuan mereka beberapa bulan ini.

__ADS_1


__ADS_2