CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
Bab 68


__ADS_3

Nana menatap rumah di depannya dengan wajah kesal. Seingatnya suaminya mengajaknya ke maldives yang merupakan tempat wisata pesisir pantai. Tapi kenapa sekarang mereka malah berada di hutan yang rindah dan jauh dari keramaian.


“Kamu sukakan?” tanya Alex yang seperti tidak memiliki rasa bersalah pada istrinya. Dia memang sengaja membuat kejutan tapi hal itu bukan membuat Nana senang tapi malah kesal.


“Kamu nanya padaku Alex.”


“Tentu saja pada siapa lagi kan kamu yang ada di sampingku.”


“Sepertinya kamu tahu jawabannya sendiri Alex.  Saat dibandara kamu bilang tidak mau ke bandung. Katanya pergi ke Maldives. Tapi sekarang kita malah ada di dalam hutan rindang. Sebenarnya kamu maunya apa huh? Atau kamu ingin membunuhku secara diam-diam di sini.” Ucap Nana dengan menggebu-gebu. Sedangkan orang yang sudah membuat Nana marah malah tertawa.


“Mana mungkin aku tega membunuhmu sayang, jangan aneh deh. Bukankah tempat ini lebih baik untuk menenangkan diri dibandingkan di pantai yang bisa membuatmu bahaya jika terpeleset atau tenggelam.”Jelas Alex pada Nana tapi tidak membuat istrinya senang dengan penjelasannya itu.


Nana tetap menatap tajam pada Alex. Dia menginginkan penjelasan yang sebenarnya dirinya diusingkan ke tempat ini. Tentu saja kata diusingkan lebih tepat dibandingkan berlibur bukan.


“Kalau membicarakan bahaya, kamu pikir disini tidak bahaya. Bagaimana kalau disini aku digigit ular beracun atau kena sengatan laba-laba beracun. Sama bahayanya dengan di pantai bukan.” Ucap Nana yang membuat Alex tidak bisa memberikan alasan kembali yang meyakinkan istrinya. Ternyata istrinya memang bukan orang yang mudah dibohongi.


Nana terlalu waspada meskipun itu pada Alex. Dia bahkan seperti seorang detektif yang sedang menanyai pelaku. Alex memang tidak bisa menyembunyikan kebohongan pada wanita yang sedang mengandung anaknya ini. Setidaknya Alex tidak terlalu khawatir kalau istrinya seperti ini. Hal itu berarti Nana tidak akan mudah ditipu oleh orang lain.


“Kita bisa membicarakannya di dalam rumah.” Ucap Alex sambil menuntun badan Nana yang sudah tidak kecil lagi. Bahkan dia terkadang tidak tega melihat badan kecil istrinya harus menahan beban dari kedua anaknya. Beruntungnya sang kembar tidak terlalu rewel di dalam kandungan. Mereka hanya rewel pada Alex saja.


“Seharusnya dari tadi kamu mengajak aku masuk, kakiku sudah mulai pegal berdiri terus di sini.” Ucap Nana sambil berjalan menuju ke dalam rumah tanpa menunggu suaminya. Sedangkan Alex hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang bisa berubah-ubah dalam sekejap. Rasanya dia gemas dengan nana. Sebelum Nana hamil, istrinya bukan orang yang moodian seperti saat ini.

__ADS_1


“Jadi bisa kamu katakan dengan jujur alex.” Ucap Nana dengan tatapan tajamnya pada Alex.


Alex menarik badan istrinya ke atas pangkuannya. Dia tidak suka berjauhan dengan istrinya. Tentu saja Nana mencoba melepaskan pelukan suaminya. Nana masih kesal dengan suaminya yang menyebalkan ini.


“aku masih marah padamu.” Ucap Nana pada Alex. Tapi alex tidak memperdulikan itu, dia langsung mengecup bibir istrinya. Keduanya saling membalas. Kegiatan itu berlanjut sangat lama hingga Nana memukul dada suaminnya.


“kamu mencoba mengalihkan pembicaraan Alex.” Ucap Nana dengan nada yang kesal. Suaminya itu selalu saja tahu cara untuk meluruhkan kekesalan istrinya. Tapi saat ini Nana sudah sangat marah karena dipermainkan oleh suaminya ini. Dia sudah senang karena dibawa ke pantai tapi malah dijatuhkan begitu saja kebahagiannya.


“Aku sengaja mengatakan kita akan pergi ke maldives. Karena ada orang yang mengikuti kita sejak dari perjalanan menuju bandara. Aku tidak ingin mereka mengetahui tempat yang sebenarnya kita kunjungi.” Ucap Alex yang membuat Nana bisa sedikit menerima alasan dari suaminya yang menyebalkannya.


“Tapi kenapa kamu tidak membicarakan ini padaku sejak awal. Setidaknya tidak membuatku kecewakan.” Ucap Nana dengan wajah sedih.


“Jangan sedih, setelah kita menemukan orang yang mengincar kamu. Kita akan berlibur ke tempat yang kamu inginkan.” Jelas Alex yang membuat senyum Nana kembali muncul.


“janji, sayang. Sudah kita harus istirahat. Bukankah kamu lelah.” Ucap Alex sambil mengendong Nana dengan kedua tangannya. Nana melingkarkan tangannya di leher suaminya.


“Bukankah aku katakan kalau badanku sekarang sangat berat.”


“Aku sudah katakan kalau badanmu tidak seberat itu. Sayang.” Ucap Alex dengan sebuah kecupan mendarat ke pipi istrinya.


“Sebenarnya kita ada dimana Alex?” tanya Nana pada suaminya saat badannya sudah dibaringkan di tempat tidur. Alex merebahkan badannya di samping Nana. Kedua tangannya melingkar di pinggang Nana.

__ADS_1


“Rumah priabadiku, Kita sedang berada di pulau pribadiku. Jadi tenanglah tidak ada orang lain yang akan mengganggu kita.” Ucap Alex.


“Kita hanya berdua?”


“Tentu saja tidak, Nanti kepala pelayan dan Rico akan menyusul ke sini bersama beberapa pelayan yang sangat aku percaya. Jadi kita hanya perlu menikmati waktu kita berdua. Biarkan Mike dan Kevin mencari orang yang berniat memisahkan kita.” Ucap Alex yang sambil mendekatkan badan mereka.


Sesekali Alex mengelus perut istrinya yang berada anaknya. Hal itu membuat Nana merasakan nyaman. Tanpa sadar dia mulai mengantuk dengan perlakuan dari suaminya. Sedangkan Alex sesekali menghirup aroma tubuh sang istrinya dari celuk leher.


Tidak membutuhkan waktu lama keduanya tertidur dengan posisi Alex memeluk badan istrinya dari belakang. Sedangkan tangan satunya sebagai bantal bagi Nana dan satu lagi memeluk badan istrinya.


Tempat lain, Kevin dan Mike sedang membicarakan jenata yang mereka duga adalah angel palsu. Setelah menemukan mayat dari Jenata asli. Mereka sudah bisa memastikan kalau orang itu kembali menyamar menjadi orang lain.


“Jadi apa yang kamu lakukan setelah ini mike?” tanya Kevin. Dia sangat tahu seberapa dendam sahabatnya pada angel palsu yang telah membunuh adik sahabatnya. Dia juga ikut marah karena kevin pada dasar sudah menyimpan rasa pada angel sejak kecil.


Mengetahui kalau wanita yang dicintainya sebenarnya sudah tiada membuatnya marah besar. Dia tidak akan membiarkan orang itu begitu saja. Tapi Kevin juga tidak boleh terlalu terburu-buru. Karena orang yang mereka incar bukan wanita biasa.


“Dia sama sekali tidak pergi dari apartementnya. Setelah dia keluar dari apartementnya, bawahanku langsung membawanya. Aku ingin mmberikannya hukuman karena sudah membunuh adikku dan menipuku.” Ucap Mike yang mengingat dia hampir saja membunuh sahabatnya karena tertipu oleh angel palsu. Bodohnya dia tidak sadar perubahan adiknya.


“Tapi kita bisa langsung melakukannya mike. Kita harus mencari tahu orang yang mendukung wanita itu selama ini. Pasti dia melakukan tugas dari seseorang. Selain dia tertarik denagn Alex. Aku menduga orang itu yang akan menjadi masalah besar jika dibiarkan terus menerus.” Ucap Kevin pada sahabatnya.


“beberapa hari lalu dia bertemu dengan seorang pria di apartement. Aku sudah memerintahkan bawahanku untuk mengikutinya. Tapi semua bawahanku berakhir teragis. Mereka semua kecelakaan dan tubuh mereka hancur karena hantaman yang keras dari truk yang menabrak mobil mereka.” Jelas mike.

__ADS_1


“Bukankah kecelakaan mereka direncakan.” Ucap kevin yang dijawabkan dengan anggukan kepala.


“karena itu kita harus menangkap wanita itu secepat agar kita menanyakan siapa orang yang selama ini mendukung aksinya.” Ucap Mike pada sahabatnya.


__ADS_2