
Alex sama sekali tidak bisa tidur setelah mendengar cerita istrinya. Dia tidak menyangka orang yang dipercaya oleh keluarganya berniat mencelakai istrinya. Pastinya keluargannya tidak mengetahui kalau dokter jenata berniat membuat Nana keguguran dengan obat yang diberikannya.
Dia menatap Nana yang sedang terlelap. Sesekali rambut sang istri di elus. Alex tidak membayangkan kalau Nana tetap mengomsumsi obat itu. Mungkin rumah ini akan berisi tangisan istrinya.
Alex memilih meninggalkan Nana setelah memastikan istrinya tidur nyenyak. Tentu saja dia tidak akan membiarkan hal bahaya berada di sekitar istri dan calon anaknya. Sebelumnya Alex sudah memanggil kelima sahabatnya untuk berkumpul di ruang kerjanya.
Alex membuka pintu ruang kerja yang sudah berisi kelima sahabatnya. Mereka belum mengetahui kabar tentang dokter yang berniat melukai Nana. Terlihat wajah bingung yang tergambar pada mereka. Teruma Rico yang selalu ada di sisi Alex. Tapi sekarang dia tidak tahu apa yang akan dibicarakan oleh sahabatnya.
“Alex, Nana sudah tidur?” tanya Jonathan yang dijawab anggukan kepala.
Alex duduk di sofa single. Wajahnya terlihat sangat murung dan banyak pikiran. Tergambar kalau dia sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
“Apakah terjadi masalah lagi pada Nana?” Rico.
“Nana hampir saja keguguran.” Ucap Alex yang membuat kelima sahabatnya terkejut. Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada istri sahabatnya hingga dapat menyebabkan resiko sebesar itu.
“Apakah karena kelelahan saat berjalan-jalan dengan Tia?” Tanya Jonathan yang membuat orang-orang di dalam ruang kerja Alex menatapnya. Kenapa Jonathan bisa tahu kalau Nana hari ini pergi bersama sahabatnya. Padahal Alex hanya memberi tahu pada Rico saja.
“Bagaimana kamu tahu kalau hari ini Nana pergi bersama Tia?” tanya Alex pada Jonathan.
“Santai bro, Aku tahu karena Teman istrimu adalah calon istriku. Tentu saja aku tidak akan membiarkanya tanpa pengawasanku.” Ucap Jonathan yang membuat Alex bisa sedikit bernafas lega. Dia hampir berpikiran buruk terhadap sahabatnya.
“Bukankah Tia masih menolakmu jadi posisi calon istri itu Cuma impianmu Tuan Jonathan.” Ucap Kevin yang membuat Jonatha membuang nafas kasar. Apa yang diucapkan sahabatnya memang benar. Tia masih belum mau menerima lamaran. Entah alasan sahabat nana menolaknya. Padahal Jonathan berpikir wanita itu sudah memberikan lampu hijau saat Nana berada di rumah sakit.
“Sudahlah sekarang kita fokus dengan keadaan Nana saat ini. Apakah ada orang yang mencoba mencelakai Nana?” Tanya mike yang sudah paham alasan sahabatnya memanggil sahabatnya.
Kalau masalahnya masih bisa diselesaikan oleh Alex. Pasti dia tidak akan repot-repot memanggil kelima sahabatnya. Pasti ada hal yang sulit dilakukan oleh Alex sehingga dia membutuhkan bantuan kelima sahabatnya.
“Kamu ingat rico dokter yang memeriksa Nana saat acara teror?” tanya Alex yang langsung dianggukan oleh Rico.
__ADS_1
“Tentu saja dia dokter Jenata dari keluarga Friker yang sudah mengabdi untuk keluarga Thomsons sejak beberapa generasi. Keluarga mereka kebanyakan bekerja sebagai dokter pribadi keluarga Thomsons. Nona Jenata adalah dokter spesialis kandungan yang dipanggil saat itu menggantikan nyonya Hilda.” Jelas Rico.
“Lalu ada masalah apa dengan dokter itu Alex?” tanya Jonathan.
“Obat yang diberikan dari dokter Jenata ternyata bukan vitamin penguat kandungan tapi obat untuk melemahkan kandungan. Jika nana mengomsumsi 2 tabel saja bisa dipastikan nyawanya tidak akan tertolong. Karena efeknya menyebabkan pendarah.” Jelas Alex yang mengingat isi pesan dari sahabat Nana tadi sore. Dia masih tidak menyangka hal itu akan terjadi pada Nana.
“Tidak mungkin Alex, Aku secara langsung membeli obat itu. Selain itu aku juga sudah memastikan kalau resepnya adalah obat untuk penguat kandungan. Setelah aku mendapatkannya aku langsung memberikan padamu.” Jelas Rico yang sangat ingat ketika dia sendiri yang menebus obat istri sahabatnya.
“Berarti ada orang yang menukar obatnya. Tapi siapa dan kapan obat itu ditukarkan?” tanya Alex yang masih bertanya-tanya pelakunya.
“Coba kamu ingat terakhir kalinya kamu simpan di mana obat Nana.” Ucap Nick.
“Aku menyimpannya di ruang ganti kami. Tentu saja tidak sebarang orang yang bisa masuk ke dalam kamarku dan Nana.” Ucap Alex.
“Alex kamu masih memasang cctv di kamar kamu tidak?” tanya Rico.
“Kalau begitu kita bisa langsung menemukan pelakunya. Bagaimana kalau kamu tunjukkan file itu padaku dan kevin. Biar kita yang mengurus sisanya. Kamu fokus saja menjaga Nana.” Ucap Mike.
“Apa yang diucapkan Mike benar, Sekarang serahkan sisanya pada kita. Aku juga sudah penasaran dengan pelakunya yang berani mengganggu istri seorang Alex.” Ucap Kevin.
Alex langsung berjalan menuju laptopnya yang berada di meja kerjanya. Saat dia berniat mengirimkan file dari video cctv. Alex tersadar kalau tidak semestinya dia memberikan pada sahabatnya.
“Aku akan memberi tahu pelakunya. Aku yang akan melihat putaran cctvnya.” Ucap Alex yang membuat sebuah senyuman muncul dari wajah Rico.
“Aku tahu alasan kamu tidak berniat memberikan video cctv itu. Apakah kamu melakukannya dengan Nana tanpa sadar kalau ada cctv yang merekam kalian?” goda Rico yang membuat kelima sahabatnya tertawa saat melihat wajah merah Alex.
Sebenarnya bukan hanya itu saja. Dia juga sengaja memasang di ruang ganti agar bisa melihat sang istri tanpas sehelai benang. Alex memang pria yang menyebalkan. Beruntungnya Nana tidak mengetahui tentang cctv.
Alex tidak bisa membayangkan kalau istrinya tahu kalau selama ini suaminya selalu melihat kegiatanya mengganti baju. Bahkan Alex mengoreksi video saat mereka berhubungan. Sungguh Alex tidak sadar kalau Nana mungkin akan membunuhnya jika istrinya itu tahu.
__ADS_1
“Sepertinya bukan hanya itu saja. Dia memang suka mengoreksi saat dirinya melakukan dengan istrinya bukan?” Goda mike yang membuat tawa mereka semakin keras. Karena Alex sama sekali tidak membantah godaan dari Rico maupun mike.
“Sebaiknya kamu menyimpan file dengan sangat baik jangan sampai Nana tahu.” Ucap Jonathan.
“memang kenapa kalau aku tahu.” Ucap seorang wanita yang tiba-tiba saja masuk kedalam ruang kerja Alex. Alex langsung bermuka pucat. Dia khawatir jika sang istri mendengar tentang hal gila yang selama ini dilakukannya.
“Bukan apa-apa sayang. Kenapa kamu bangun? Sekarang masih tengah malam kasihan anak kita.” Ucap Alex yang memilih mendekati Nana.
Sedangka kelima sahabat Alex sedang mencoba menahan tawa. Kapan lagi mereka bisa melihat wajah pucat pasih dari seorang ketua mafia seperti Alex. Pria yang terkenal sangat kejam dan tidak takut mati. Tapi nyatanya Alex seorang yang takut istri lebih tepatnya pada Nana.
“Kamu tidak ada di kamar jadi aku mencarimu. Kenapa kalian kumpul malam-malam gini? Tidak sedang merancanakan sesuatu yang berbahaya bukan?” tanya selidik Nana dengan tatapan tajam yang membuat kelima sahabat Alex merasakan sedikit takut. Ternyata Aura ibu hamil sedikit menyeramkan pikir mereka.
“Kita hanya membahas tentang obat yang kamu dapatkan dari dokter itu.” Ucap Jonatha dengan santai.
Alex, Rico, Nick, Mike, dan Kevin ingin sekali membunuh sahabatnya yang memiliki ember. Rasanya Jonathan selalu tidak tahu kondisi untuk menceritakan hal yang semestinya di jaga.
“Oh tentang itu. Paling tidak ada salah satu dari pekerja di rumah ini yang menerima suap untuk melakukannya.” Ucap Nana dengan santai yang membuat keenam pria di ruangan itu terkejut.
Kenapa ucapan Nana seperti dia sudah mengetahui pelakunya. Selain itu Nana terlihat terlalu santai bahkan tidak peduli. Padahal nyawanya dan anaknya sedang terancam saat ini.
“pelakunya sudah pasti dokter Jenata.”
“kenapa kamu yakin Nana?” tanya mike.
“Kenapa kalian tidak coba cari tahu sendiri? Itu hanya insting saja seorang istri. Wanita itu sepertinya memiliki perasaan pada Alex dan berniat menyingkirkanku agar bisa mengganti posisiku.” Ucap Nana yang dengan santainya sekarang bergelayut manja di pelukan Alex.
“Sepertinya insting seorang istri menyeramkan.” Gumam kelima orang yang menatap Nana dengan tatapan kaget.
maaf ya tadi ada kesalahan upload cerita. Selamat menikmati cerita Alex dan Nana.
__ADS_1